Jakarta Fair 2018, Pameran yang Aman dan Nyaman

Belakangan saya gerah. Eits, bukan gerah karena kepanasan yak tapi gerah karena beredar kabar yang enggak mengenakkan.

Kenapa? Soalnya belum lama ini tersiar kabar bahwa telah terjadi kebakaran di arena Jakarta Fair 2018. Kabar ini bahkan saya terima di salah satu grup whatsapp. Akibatnya, tidak sedikit orang jadi parno untuk berkunjung. Katanya, Jakarta Fair itu enggak aman!
Salah satu sudut di Jakarta Fair 2018 (dokpri)
Pameran terbesar se-Asia Tenggara enggak aman? Masa sih?

Saya termasuk orang yang tidak mudah percaya dengan berita yang sedang beredar. Oleh karena itu begitu mendengar berita bahwa Jakarta Fair itu kebakaran, saya mengeceknya terlebih dahulu. Setelah mencari tahu ke sana kemari, akhirnya saya mendapatkan fakta yang sebenarnya. Kenyataannya adalah TIDAK BENAR jika arena pameran di Jakarta Fair mengalami kebakaran.
Memang benar di daerah Kemayoran sempat terjadi kebakaran. Namun bukan di arena pameran, melainkan di gedung sebelah yang sedang mengalami tahap konstruksi dan tidak digunakan sebagai ajang pameran. Kebetulan, gedung ini bersebelahan dengan Gedung Pusat Niaga JIEXPO.
Terjadinya kebakaran di gedung sebelah pameran Jakarta Fair (04/06/18) (dok. Okezone)
Itu artinya, berita tentang kebakaran yang sempat heboh beberapa waktu lalu tidak perlu ditanggapi lebih lanjut. Toh, sampai sekarang kondisi Jakarta Fair baik-baik saja kok bahkan kegiatan transaksi antara peserta gerai dan pengunjung tetap berjalan sebagaimana mestinya di saat terjadinya kebakaran.

Hal ini pun diamini oleh Marketing Director PT JIEXpo, Ralph Schunemann. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir saat berkunjung karena Jakarta Fair didukung dengan standar keamanan yang tinggi.

"Untuk lokasi pameran aman karena kami menerapkan standar keamanan yang tinggi untuk mengantisipasi segala bentuk kecelakaan. Kita bisa lihat di sini tetap ramai pengunjung bahkan acara seperti parade karnaval tetap kita gelar." Jelasnya dalam sebuah wawancara dengan Wartakota.

Beneran Aman?

Saya sendiri sebenarnya percaya bahwa Jakarta Fair itu aman. Namun tidak puas rasanya jika saya tidak melihatnya secara langsung. Oleh karena itu pada Jumat, 8 Juni 2018 saya pun membuktikannya lebih lanjut. Bersama sejumlah teman, saya pun berkunjung ke sana.

Lalu apa yang terjadi? Ternyata apa yang dikatakan oleh Om Ralph bahwa Jakarta Fair itu aman dan nyaman adalah hal yang benar dan sesuai dengan apa yang saya saksikan. 

Setibanya di sana, saya tidak melihat adanya keanehan sedikit pun. Jakarta Fair berjalan normal sebagaimana biasanya. Malah makin rame dibanding kunjungan saya sebelumnya. Orang-orang mengantre di loket untuk membeli tiket seperti biasa.

Sementara di dalamnya, setiap orang larut dalam kemeriahan Jakarta Fair masing-masing. Ada yang sedang makan, ada yang sedang melakukan transaksi dan bahkan ada yang berfoto ria di depan spot yang instagrammable. Intinya berlangsung dengan semarak deh! Kayaknya karena THR udah banyak yang turun, jadi semakin banyak deh para pengunjung yang ingin menghabiskan uangnya untuk belanja berbagai kebutuhan lebaran.
Kemeriahan Jakarta Fair 2018 di malam hari (dokpri)
Saya semakin yakin bahwa Jakarta Fair itu aman dan nyaman karena petugas keamanan siap siaga selama pameran berlangsung. Sebelum masuk, bakal ada petugas yang memeriksakan tas dengan metal detector. Sementara di dalam arena, petugas keamanan tersebar selalu stand by di berbagai titik. Jadi, enggak perlu parno kalau mau berkunjung ke sana karena mereka siap membantu dan bakalan sigap untuk mencegah dan menangani hal-hal yang berpotensi untuk menciptakan suasana menjadi tidak aman.

Saking merasa amannya, saya dan teman-teman bahkan melakukan berbagai kegiatan dan berlama-lama selama berada di sana. Tak lama setelah masuk, kami mampir ke toko League yang ada di dalam Gedung Pusat Niaga JIEXPO. 

Kebetulan kami lagi ngiler sama produk-produknya League. Saya pengen punya sepatunya sementara teman saya pengen punya celana jogger dan tas khas League. Maka dari itu mampirlah kami ke sana. Kami mencari referensi seperti apa produk yang cocok bagi kami. Banyak produk yang bagus. Namun karena kami masih bingung, kami belum jadi membelinya. 
League, salah satu produk yang ingin kami incar di Jakarta Fair 2018 (dok. streetdirectory.co.id)
Selepas dari League, kami juga berkunjung ke tempat-tempat yang lain. Sudah tahu kan bahwa Jakarta Fair memiliki aplikasi yang berisikan berbagai voucher dan hadiah menarik? Nah, saya bersama teman-teman saya tak ingin menyia-nyiakannya begitu saja. Kami pun menyimpan berbagai e-voucher di aplikasi kemudian berkunjung ke tiap stand untuk kemudian melakukan redeem.

Berkat voucher-voucher tersebut kami dapat menikmati berbagai produk dan promo menarik selama di Jakarta Fair. Mulai dari dapat menikmati jus kacang hijau gratis, mendapatkan chiki, bahkan hingga mendapatkan gel pembersih tangan dari konicare. Bayar? Enggak! Semuanya gratis! Itu semua kami dapatkan hanya dengan menyimpan e-voucher di aplikasi kemudian menukarkannya ke petugas stand yang berjaga di sana.

Saya dan teman-teman saya senang dengan adanya aplikasi ini. Sayangnya, tidak semua informasi voucher di aplikasi terpampang dengan jelas dan lengkap. Misalnya, di salah satu voucher tertulis bahwa kita bisa mendapatkan souvenir atau gantungan kunci menarik. Kami sudah menyimpan voucher tersebut. Begitu ingin redeem, eh petugasnya bilang bahwa kita harus melakukan transaksi dengan minimal nominal tertentu. Duh, capek deh!
Toys Kingdom, salah satu wisata yang dapat dinikmati selama berada di Jakarta Fair 2018 (dokpri)
Bagi perusahaan atau pelaku usaha, ini strategi yang bagus karena dapat menarik minat pengunjung atau minimal membuat mereka tahu dengan produk mereka. Namun bagi pengunjung, tidak jelasnya informasi pada tiap voucher bukanlah hal baik karena dapat membuat pengunjung kecewa. Saya adalah salah satunya. Kalau memang gratis produk atau souvenir tertentu, baiknya dikasih keterangan saja biar kita enggak usah capek-capek nyamperin standnya. Huhu.

Sempat kecewa karena tidak bisa redeem tanpa syarat? Yap. Tapi biar begitu ini tidak berpengaruh pada keceriaan kami selama berada di sana. Selama di Jakarta Fair, kami tetap bersenang-senang. Mulai dari menikmati kuliner, menikmati konser, memakai hanbok bahkan hingga berfoto bareng Zabivaka alias maskotnya Piala Dunia 2018 kami lewati dengan sukacita.
Oppa-oppa Cengkareng dan Blok M di Jakarta Fair 2018 (dok. Nur Said)
Berfoto dengan Zabivaka, maskot Piala Dunia 2018 di Jakarta Fair 2018 (dokpri)
Hingga tak terasa waktu sudah larut malam, kami pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Setelah berpuas-puas di sana, saya rasa menjelajah Jakarta Fair 2018 memang tidak cukup dalam waktu sehari. Saking menikmatinya, saya dan teman saya bahkan tidak sempat berbelanja selama di sana. Tapi enggak perlu khawatir sih. Tanggal 11 Juni saya bersama teman-teman berniat pergi ke sana lagi dan bakal lebih mengeksplor Jakarta lebih untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
Dari pengalaman tersebut saya mengonfirmasi bahwa Jakarta Fair 2018 FIX benar-benar aman dan cocok untuk dikunjungi oleh siapa saja dan darimana saja.

Komentar

  1. Wah ternyata Aman yaa ke Sana..jadi ngga ragu lagi nih pengen ke Sana nanti tanggal 11..penasaran banhet sama spot piala dunia nya...hohoho...btw aku salah fokus sama foto oppa cengkareng sama oppa blok m...XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha hayuk kak tgl 11 ke Jakarta Fair. Iya gak perlu ragu lagi. Aman kok soalnya :D

      Hapus
  2. Wahhh. Masih ada waktu niyy buat ke JFK 2018 bagi yang belum. Jadi meskipun kemaren sempat terjadi di gedung sebelah, tidak mengganggu aktifitas masyarakat uang mau berbelanja di JFK ya Kaaa..

    Okelah.. Yukk, kita kesana lagi Kaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Gak mengganggu kok. Jakarta Fair tetap berjalan malah seperti biasa bahkan makin rame :D

      Hapus
  3. Asiknya ke Jakarta Fair tanpa lagi rasa takut akan keamanan disana. Apalagi sekarang waktu liburan Jakarta Fair bisa jadi pilihan liburan karena berada di pusat kota Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jadi enggak perlu takut lagi kalau ke Jakarta Fair. Soalnya udah terbukti aman kok mpok.

      Hapus
  4. lumayan nih JFK 2018 buat ngisi libur lebaran

    BalasHapus

Posting Komentar