Jelajah Tangerang, Serunya Wisata dari Kampung Bekelir hingga Pasar Lama

Sebagai milenial, saya sangat suka dengan yang namanya traveling alias jalan-jalan. Bagi saya jalan-jalan itu menyenangkan, apalagi ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Selain dapat menambah wawasan, jalan-jalan juga membuat saya menjadi berpikir lebih luas dan tentu saja mendapatkan inspirasi *ceilah*

Nah, makanya begitu Dinas Pariwisata Kota Tangerang mengajak teman-teman media, bloger dan para anak muda yang tergabung dalam GenPi (Generasi Pariwisata) menjelajah tempat wisata Tangerang pada 10 dan 11 November 2018 dalam kegiatan Famtrip, saya senang banget. Kenapa? Soalnya saya belum pernah eksplor tempat wisata di Tangerang! Pergi ke Tangerang tentu saja pernah beberapa kali, namun kalau menjelajah tempat wisatanya adalah hal baru bagi saya.
Berfoto bersama teman-teman media, bloger dan Genpi dalam Famtrip Jelajah Tangerang yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Tangerang
Dengan diadakannya famtrip yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Tangerang, wawasan saya pun menjadi bertambah. Kini saya tak hanya tahu tentang tempat apa saja yang ada di Tangerang, melainkan juga sadar bahwa Tangerang adalah daerah yang potensial akan wisata.

Berikut adalah berbagai keseruan yang saya dan teman-teman lakukan selama menjelajah tempat wisata Tangerang. Scroll tulisannya sampai habis ya biar kamu makin tahu tentang tempat wisata di Tangerang!

Bergembira di Kampung Bekelir

Siapa bilang hanya Malang yang punya kampung warna-warni? Eits, jangan salah, Tangerang juga punya loh! Nama kampung tersebut adalah Kampung Bekelir yang terletak di Kelurahan Babakan, Tangerang. Inilah salah satu tempat wisata rekomendasi di Tangerang yang membuat kita bisa bergembira ria! Bakalan buat kita hepi deh!
Warna-warni Kampung Bekelir di Tangerang. Indah ya?
Padahal dulunya Kampung Bekelir masuk sebagai salah satu kampung kumuh berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kesehatan. Namun per 2017, pelan-pelan status  itu berubah. Berkat inisiatif dan kekompakan warga beserta pemangku daerah setempat, Kampung Bekelir akhirnya berhasil mengubah citranya dari kampung kumuh menjadi kampung yang indah. Hasilnya pun dapat kita lihat seperti sekarang. Setelah sebelumnya menjadi kampung yang terabaikan, kini Kampung Bekelir menjadi salah satu magnet wisata bagi para traveler di Tangerang. Wow!
Kecantikan Kampung Bekelir terlihat pada sentuhan cat warna-warni yang terdapat di berbagai sudut. Tambah lagi berbagai mural menarik yang tergambar di dinding dan pintu-pintu penduduk, seakan-akan mengantarkan kita untuk masuk ke dunia penuh imajinasi. Begitu pun dengan berbagai tumbuhan hijau yang menyapa di tiap sisi kampung. Semuanya tampak memanjakan mata.
Salah satu mural yang terpampang di salah satu rumah penduduk di Kampung Bekelir (dokpri)
Gambar sayap di salah satu dinding di Kampung Bekelir. Cocok banget nih buat yang mau foto ala-ala bidadari atau malaikat! (dokpri)
Dengan berbagai daya tarik yang dimiliki oleh Kampung Bekelir, rasanya sayang jika kita belum pernah berkunjung ke sana. Berbagai spot instagrammable menanti untuk kita foto dan abadikan dalam kamera. Tak akan menyesal untuk berkunjung ke sana karena Kampung Bekelir akan memberikan kita pengalaman berkesan sekalipun kita telah meninggalkannya.

Makin Pintar di Taman Kunci dan Taman Potret

Enggak hanya Bandung saja yang memiliki taman tematik, ternyata Tangerang juga punya lho! Dua di antaranya adalah Taman Kunci yang terletak di Jl. Thamrin, Cikokol dan Taman Potret yang berada di seberangnya, yakni Jl. Jenderal Sudirman, Cikokol. Taman Kunci sendiri memiliki luas sebesar 8000 m2 sedangkan Taman Potret adalah sebesar 5000 m2.
Berpose ala kelinci di depan Taman Kunci. Abaikan kabel cesan yang menjulur ke bawah wkwk (dokpri/LE)
Taman Potret tampak depan (dokpri)
Taman Kunci, terus ada banyak kuncinya gitu? Eits, jangan salah. Walau namanya kunci, enggak berarti taman ini memiliki banyak kunci ya. Kunci di sini adalah singkatan dari kupu-kupu dan kelinci. Namanya demikian karena di taman ini memang terdapat kelinci dan kupu-kupu.

Kelinci-kelincinya sendiri dipelihara dalam area khusus yang berbentuk seperti rumah para kurcaci dan berundak-undak seperti bukit teletubbies. Di sana terdapat sejumlah kandang kelinci. Sementara itu, kupu-kupu di taman ini terdapat di dalam sebuah kubah (dome). Sayangnya, karena kupu-kupu tidak bisa bertahan lama maka terkadang kita tidak bisa melihatnya. Hiks.
Kelinci yang sadar kamera di Taman Kunci Tangerang (dokpri)
Seorang pengunjung memberikan makan kepada kelinci di kandangnya (dokpri)
Taman Kunci dan Taman Potret adalah dua dari banyaknya destinasi wisata Tangerang yang patut dikunjungi. Tahu kenapa? Hal itu dikarenakan destinasi wisata yang satu ini bikin kita makin pintar!

Lewat Taman Kunci, pengunjung khususnya anak-anak bisa belajar mengenal tentang jenis-jenis binatang. Enggak hanya tentang kelinci atau kupu-kupu saja, namun juga binatang lain. Saya sudah kenal kelinci sejak kecil. Namun berkat tempat inilah saya jadi mengenal jenis-jenis kelinci yang ternyata jenisnya enggak hanya satu. Saya pun juga baru tahu bahwa ternyata ada hewan yang bernama ayam mutiara dan asalnya adalah dari Papua! Hehe. (Di taman Kunci juga terdapat ayam mutiara gaes). 
Ayam mutiara, ayam yang malu-malu kucing (eh apa ayam ya) saat dideketin oleh manusia (dokpri)
Tersedianya perpustakaan mini di sana juga dijamin bisa meningkatkan IQ kita. Baca saja salah satu buku di dalamnya, wawasan kita pasti akan bertambah. Sementara di Taman Potret, kita juga bisa belajar budaya lewat patung-patung yang tersedia. Misalnya adalah replika Kapal Pinisi. Melalui patung tersebut pengunjung bisa tahu bahwa "oooh seperti ini loh bentuk Kapal Pinisi.". Intinya, banyak hal deh di sana yang bakalan bikin kita makin pintar!
Replika Kapal Pinisi yang terdapat di Taman Potret. (dokpri)
Selain itu, baik di Taman Kunci ataupun Taman Potret juga sering dimanfaatkan oleh warga sebagai ajang berkumpul dan tempat kegiatan yang edukatif. Kegiatannya beragam. Salah satu yang dilakukan pada 11 November 2018 lalu adalah kegiatan pengenalan pengelolaan limbah. Dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut, kita tak hanya dapat menambah pengetahuan saja namun juga sekaligus melatih EQ. Kegiatan tersebut memungkinkan kita melakukan interaksi sosial yang tentu saja itu berpengaruh meningkatnya kemampuan emosional kita.

Ingin wisata yang menghibur sekaligus bikin pintar? Ya ke Taman Kunci dan Taman potret aja!

Refleksi di Boen Tek Bio

Tangerang adalah kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Kendati demikian, Tangerang sangat menjunjung tinggi dan menghargai keberagaman yang ada. Boen Tek Bio yang terletak di sudut Jalan Bhakti dan Jalan Cilame, kawasan Pasar Lama adalah salah satu buktinya.  Kuil ini menjadi saksi akan keberagaman yang ada sejak masa lampau. Menurut saya ini sangat indah.

Boen Tek Bio adalah kuil atau klenteng Tionghoa tertua di Tangerang.  Tahu berdirinya sejak kapan? Klenteng ini telah berdiri sejak 1684 gaes! Whoaah, udah lama banget ya. Setelah berdiri selama ratusan tahun, kuil ini sempat mengalami renovasi beberapa kali, yakni pada 1844, 1875 dan 1904.
Salah seorang jamaat tampak khusyuk beribadah di Boen Tek Bio (dokpri)
Boen Tek Bio menandai sejarah penting pemukiman etnis Tionghoa di Tangerang. Atas nilai -nilai yang dimiliki, kini Boen Tek Bio tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja melainkan juga sebagai cagar budaya sekaligus tempat wisata reliji bagi para pelancong yang datang. Walaupun merupakan tempat ibadah umat Kong Hu Chu dan Buddha,  tidak sedikit orang yang memeluk agama lain, Islam khususnya yang datang berkunjung. Tak terkecuali dengan saya yang ingin tahu lebih dalam tentang Boen Tek Bio itu sendiri. 

Sebagaimana masjid, untuk berkunjung ke sini kita juga harus memakai pakaian yang sopan. Kenakan pakaian yang sepantasnya dan tentu saja jangan kenakan celana dan rok yang pendek. Memotret suasana kuil tentu saja boleh, asalkan dilakukan dari luar. Kita tidak boleh melakukannya di dalam ruangan karena itu bisa menggangu orang yang sedang beribadah.
Salah seorang jamaat sedang beribadah di salah satu ruangan di Boen Tek Bio, Tangerang (dokpri)
Jika kita berwisata ke Tangerang, bagi saya rugi banget kalau tidak mampir ke tempat ini. Boen  Tek Bio adalah tempat wisata yang tepat jika kita ingin berwisata. Tidak hanya soal bagaimana kita belajar tentang sejarah dan betapa indahnya Indonesia, namun sekaligus momentum bagi kita untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri.
Lilin menyala di Boen Tek Bio (dokpri)

Menggila di Pasar Lama

Kamu penggemar kuliner? Wah, Pasar Lama Tangerang yang berlokasi di Jl. Kisamaun adalah tempat yang tepat! Soalnya tempat ini memudahkan kita untuk menggila karena ada banyaknya jenis kuliner yang tersedia. Lengkap!
Gerbang masuk Pasar Lama, Tangerang (dokpri)
Untuk mencapai Pasar Lama mudah kok. Cukup berjalan kaki dari Stasiun Tangerang beberapa menit, kita pun sudah bisa mengaksesnya. Setibanya di sana, kita akan mendapati berbagai penjual makanan yang akan menjajakan dagangannya di pinggir kanan dan kiri. Biasanya dalam bentuk gerobak. Pastikan indera penciuman kita sedang tidak bermasalah karena sepanjang kaki melangkah, bau-bau harum nan menggiurkan akan menggoda kita di sana untuk menggila dengan makanan. Yummy!

Jika ingin menggila di sana, tak ada salahnya untuk mencicipi kuliner khas Pasar Lama. Yap, apalagi kalau bukan sate ayam H. Ishak. Sebenarnya sate ayam bukan makanan khas Tangerang sih karena kuliner ini juga ada di daerah Indonesia lainnya. Nah, yang membuat sate ini menjadi daya tarik adalah karena sate ayam H. Ishak itu telah ada sejak 1954. Duh, jangankan saya, emak dan babe saya pun bahkan belum lahir saat itu! Legendarisnya sate ayam H. Ishak selama 6 dekade menjadikan kuliner yang satu ini wajib dicoba jika mampir ke sana.
Sate ayam H. Ishak, kuliner legendaris di Pasar Lama Tangerang. Telah ada sejak 1954! (dokpri)
Selain sate ayam H. Ishak, kita juga bisa menikmati kuliner lain yang enggak kalah menggiurkannya. Pilihannya banyak kok! Ada sate taichan, bubur ayam, mie ayam, nasi goreng, telor gulung, thai tea, aneka gorengan bahkan hingga cumi bakar. Untuk minumannya pun juga beragam. Di sana tersedia thai tea, es teh manis, aneka jus buah hingga es milo.
Telur gulung, jajanan jaman SD yang lagi hitz ini ternyata juga mudah ditemui di Pasar Lama loh! (dokpri)
Enggak perlu takut dompet tipis ketika menggila di Pasar Lama. Harga-harga yang ditawarkan di sini sangat bersahabat kok. Rata-rata berkisar Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi makanan atau minuman. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp50.000 saja, saya sendiri bahkan telah menikmati 3 jenis makanan dan minuman berbeda, yakni sate taichan+nasi (Rp25.000), milo thai tea (Rp15.000) dan 5 tusuk telur gulung (Rp10.000). Rasanya? Wah, jangan ditanya, semuanya enak dan bikin ketagihan!
Sate taichan plus nasi di Pasar Lama. Harganya hanya Rp25K aja gaes. Murah kan? (dokpri)
Dengan berbagai kuliner dengan harga terjangkau, menjadikan Pasar Lama harus masuk dalam bucket list jika ingin menggila dalam kuliner.

Nah, itulah berbagai keseruan yang telah kita lakukan saat menjelajah tempat wisata di Tangerang. Ngomongin tempat wisata Tangerang mah banyak banget. Rasanya memang enggak cukup jika hanya diceritakan dalam satu link blog. Yang jelas, kalau mau berwisata, saatnya masukkan Tangerang sebagai salah satu kota pilihan. Niscaya kita akan mendapatkan pengalaman berkesan saat menjelajah di sana.

So, siap menjelajah wisata Tangerang? Berangkaaaat!

Komentar

  1. wah aku mau lah menggila lagi malam-malam di Pasar Lama haha... Cuss ke Kota Tangerang lagi yuuuk

    BalasHapus
  2. Kelincinya bikin gemeeeessssssss. Pengen dibawa pulang. Haha. Paling enak kalo weekend jogging di taman kunci seger. Banyak floranya. :)

    BalasHapus
  3. Wah jadi kangen main ke Kota Tangerang

    BalasHapus
  4. Mau main ke Tangerang lagi..Asik banget dan masih banyak taman lain yang belum kita kunjungi kaaa XD

    BalasHapus
  5. Aku beberapa kali ke Tangerang, tapi gak pernah selengkap ini jalan-jalannya. Seru juga yaaa :)

    BalasHapus
  6. Seru juga ya jalan2 di Tangerang. Saya punya saudara disana, kapan2 kalau main ke Tangerang mau coba ah main ke tempat ini. Btw..makanannya enak tuh..telur gulung enak dimakan selagi hangat

    BalasHapus
  7. Adanya kampung bekelir emang bikin Tangerang lebih punya daya pikat sebagai tempat pariwisata dengan sumber daya lokal. Selain itu.... kuliner di Pasar Lama Tangerang itu... nggak nahanin karena banyak yang bisa dimakan....huhuhu...

    BalasHapus
  8. Wah menarik nih.. Gak jauh-jauh dari Jakarta juga. Kulineran di Pasar Lama itu bikin mupeng. Thanks Kak infonya bisa jadi referensi liburan akhir minggu :D

    BalasHapus
  9. Kakakku udah lama tinggal di Tanggerang tapi gak pernah cerita kalo banyak tempat wisata disana,duh..jangan-jangan doi juga gak tau hahaa.. Mauu menggila di pasar lama penasaran sama satw ayamnya 😁

    BalasHapus
  10. Ada toh ya nama kampung Bekelir maklum kata kata bekelir saya suka dengar dari ungkapan kata kata teman teman yang asli betawi seperti "Ujan bekelir deh! Kata ini buat perumpamaan seseorang yang nggak mungkin dapat melakukan sesuatu

    BalasHapus
  11. Kalau sudah jalan jalan di Tangerang, lanjut ke Cianjur ya...ada banyak lokasi wisata juga lho... Tapi gak cukup sehari semalam di Cianjur kalau mau eksplorasi semuanya. Perlu waktu minimal satu minggu!

    BalasHapus
  12. Wah asyik...baru tau di Tanggerang jg ada kampung warna warninya...pengen deh main ke sana...

    BalasHapus
  13. Kali-kali ajak dong qw ke Tangerang penasaran bangetbsama kampung berkelirnya itu

    BalasHapus
  14. Tangerang keren amat ya, jadi pengen ngeliat kaya apa itu kampung berkelir, kayaknya bagus buat foto2 nih

    BalasHapus
  15. wah ini di tangerang? bagus yaaaa... kubelum pernah main main kesana, dan jadi penasaran setelah baca tulisan mba yang ini.. ku share ke suamiku ya mbak, biar lekas terlaksana ngajak kesana bareng anak2 ��

    BalasHapus
  16. Ada taman potret, keren. Tar mau ah main kesana kalau pas ke Tangerang.

    BalasHapus
  17. Aku kok ngilernya sama telur gulung, sausnya seger nyes nyes nyes, pedes asem gurih. Asyiknya bisa jalan-jalan ya. Sambil menikmati jajanan yang khas.

    BalasHapus
  18. aku suka dengan kota yang kreatif. Semakin banyak lokasi wisata, semakin membuat penduduk betah dan semakin banyak orang yang akan datang

    BalasHapus
  19. Jadi pengen ke Tangerang. Asik juga main ke Taman Potret.

    BalasHapus
  20. Pengen ngajak main di taman kunci, pas Wan senang bisa bermain dengan banyak kelinci plus belajar tentang kelinci

    BalasHapus
  21. Ayam mutiara itu sama nggak sih Mas sama ayam kalkun? Trus yang di Taman Kunci itu memang banyaj beneran ya Mas kupu-kupunya?

    BalasHapus
  22. Aih seru banget ya ternyata wisata Kota Tanggerang. Keliatannya org yang gak tau nganngep biasa aja, ternyata banyak sudut2 dan tempat wisata menarik di sana. Kampung Berkelir itu kyknya kampung sepupu suamiku mas. Moga kapan2 bisa ke sana :D

    BalasHapus
  23. Saya pernah eksplore tanggerang nih, tp hanya beberapa tempat aja lebih ke heritage, eksplore bagunan2 tua dan kelenteng disekitarnya oh iya sama waduk. Tp desa dan tempat2 instagramable itu blom ada saat itu

    BalasHapus
  24. Ini acara genpi tangerang ya valka? Seru dan ramai ya pesertanya. Ntar genpi bekasi gabung ahhh

    BalasHapus
  25. Wah seru sekali ya jelajah Tanggerang dan menikmati wisata yang disuguhkkan oleh pemerintah daerah

    BalasHapus

Posting Komentar