Jakarta Fair 2018 Dimulai, Kenali 5 Fakta Menarik Di Baliknya

Setelah berlangsung dengan sukses tahun lalu, kini Jakarta Fair hadir kembali. Berlangsung selama 40 hari, Jakarta Fair 2018 akan diselenggarakan pada 23 Mei hingga 1 Juli 2018 di area PRJ, Kemayoran. Ini akan menjadi gelaran Jakarta Fair ke-51 sepanjang sejarah. Dengan melibatkan 2700 perusahaan dalam 1500 stand, Jakarta Fair menjadi ajang pameran terbesar, terlama dan terlengkap di Asia Tenggara. Wuiiiih!
Jakarta Fair 2018 (dok. Jakarta Fair)
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta Fair tahun ini juga berlangsung dengan semarak. Berbagai acara siap menghibur kita selama berada di sana, mulai dari konser musik, ondel-ondel, cosplay, barongsai, Marching Band bahkan pertunjukan kembang api.
Kemeriahan di Jakarta Fair (dok. Republika)
Bagi para pecinta kuliner dan belanja, Jakarta Fair juga menjadi tempat yang tepat. Soalnya hanya di Jakarta Fair saja kita bisa mencicipi berbagai kuliner enak dan produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Kerak telor, salah satu kuliner yang dapat dinikmati di Jakarta Fair 2018 (dok. foody.id)
Dari tahun ke tahun penyelenggara selalu memberikan yang terbaik bagi para pengunjung. Bagi yang muslim tak perlu khawatir. Penyelenggara telah menyediakan musholla di beberapa titik dan bahkan salah satunya dapat digunakan untuk ibadah shalat Tarawih. Fasilitas toilet pun telah mengalami peningkatan sehingga kita tidak perlu merasa segan karena toiletnya dijamin lebih bersih dan nyaman.

Berlangsungnya Jakarta Fair 2018 kali ini tentu menjadi suatu kesempatan yang sayang jika dilewatkan. Jakarta Fair menjadi ajang wisata keluarga bagi seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Namun perlu kita ketahui bahwa jauh sebelum Jakarta Fair 2018 dapat terlaksana, terdapat fakta-fakta menarik di balik lahirnya Jakarta Fair. Saya yakin bahwa masih banyak orang yang mengetahuinya. Seperti apa sajakah itu? Check this out!

1. Peran Haji Mangan
Oh ya, terlaksananya Jakarta Fair tak terlepas dari peran ketua KADIN lho. Ketua KADIN saat itu, Syamsudin Mangan atau biasa disebut juga Haji Mangan dulu sering mengikuti berbagai event pameran internasional di bidanh tekstil. Pasar Malam Gambir yang selalu ramai dikunjungi juga menjadi inspirasinya.
Pasar malam Gambir, salah satu inspirasi dari berdirinya Jakarta Fair (dok. uniqpost.com)
Berangkat dari itulah akhirnya ia berpikir, "Gimana kalau acara tersebut diadakan di Jakarta?" Terlebih ekonomi Indonesia sedang mulai mengalami kebangkitan pasca GS30/1965.  Tanpa pikir panjang ia pun mengusulkan ide tersebut kepada Gubernur DKI Ali Sadikin pada tahun 1967.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pemerintah menyambut baik gagasannya untuk mengadakan pameran di Jakarta. Setahun kemudian alias pada tahun 1968 akhirnya lahirlah Jakarta Fair yang saat itu diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan melepaskan burung merpati pos. Dahulu Jakarta Fair bernama Djakarta Fair (ejaan lama) namun seiring berjalannya waktu namanya berubah menjadi Jakarta Fair atau juga dikenal dengan sebutan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

2. Sesuai UU
Apa sih yang terlintas di benakmu begitu mendengar Jakarta Fair? Pastinya HUT DKI Jakarta! Ya, soalnya Jakarta Fair pasti deh selalu dilaksanakan menjelang ulang tahun ibukota tercinta. 

Ternyata bukan tanpa sebab loh Jakarta Fair alias PRJ diadakan menjelang HUT Jakarta. Hal itu dikarenakan sejak pertama kali diadakan, Pemerintah DKI telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) no. 8 tahun 1968. Kok pake Perda? Yap, biar lebih resmi gitu lho..

Nah, salah satu poin dalam UU tersebut menjelaskan bahwa PRJ adkan menjadi agenda tahunan dan diselenggarakan menjelang Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni. Tak hanya itu saja, UU juga menjelaskan bahwa Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta selaku badan pengelola PRJ juga bertugas dalam menyelenggarakan PRJ saja, melainkan juga mengadakan Arena Promosi dan Hiburan Jakarta (APHJ).

3. Ratu Waria
Di Jakarta Fair ada Ratu Waria? Ups, enggak salah?

Eits, bener dong. Tahukah kamu? Ternyata pada Jakarta Fair pertama yang diselenggarakan pada 1968, Jakarta Fair menyelenggarakan kontes Ratu Waria.

Tidak diketahui secara pasti kapan pemilihan Ratu Waria berhenti diadakan. Namun yang jelas dengan jumlah peserta sebanyak 151 orang pada kontes tersebut menandakan bahwa PRJ juga diminati dari berbagai kalangan.

4. Dikunjungi Presiden Amerika
Richard Nixon didampingi oleh Soeharto saat berkunjung ke Jakarta Fair 1969 (dok. unknown/diambil dari http://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.co.id)
Ternyata enggak hanya orang lokal saja yang memeriahkan acara PRJ. Orang asing sekelas presiden Amerika Serikat, Richard Nixon pun juga loh! Wuiiiih!

Pada Djakarta Fair 1969, orang nomor satu di Amerika kala itu datang ke Indonesia dan menyempatkan diri untuk hadir ke sana. Tak sampai di situ saja, ia bahkan berhenti di sebuah stan dekat Syamsuddin Mangan Plaza kemudian melambai-lambaikan tangan ke para pengunjung yang datang. Woaah, sebagai orang Indonesia saya jadi bangga deh. Presiden luar aja sampe datang, masa sih kita enggak?

5. Dulu di Monas
Monas, tempat pelaksanaan Jakarta Fair tempo dulu (dok. www.sudinpusarjaksel.jakarta.go.id)
Setiap mendengar nama "Kemayoran" yang terlintas di benak saya adalah "Jakarta Fair". Hmm.. bener sih. Tapi tahu enggak sih kalau dulunya lokasi pelaksanaan Jakarta Fair bukan di Kemayoran?

Jauh sebelum diadakan di area Kemayoran, Jakarta Fair lebih dulu digelar di Monas dengan memakan area sebanyak 7 hektar. Setelah puluhan tahun di sana, barulah pada 1992 pelaksanaan Jakarta Fair dipindahkan ke area Kemayoran yang luasnya mencapai 44 hektar.


Itulah beberapa fakta menarik terkait Jakarta Fair. Bagaimana, makin tertarik kan buat datang?

Yuk catat jadwal buka pameran di bawah ini dan nikmati segala kenikmatan selama di Jakarta Fair 2018 di bawah ini! Jangan lupa juga untuk download aplikasi Jakarta Fair lewat google playstore ya.

Jadwal buka pameran sebelum Idul Fitri:
-Senin-Kamis (15.30-22.00 WIB)
-Jumat (15.30-23.00 WIB)
-Sabtu, Minggu dan hari libur nasional (10.00-23.00 WIB)

Jadwal buka pameran pada saat dan setelah Idul Fitri:
-Tanggal 11-13 Juni 2018 (10.00-23.00 WIB)
-Tanggal 14 Juni 2018 (10.00-18.00 WIB)
-Tanggal 15 Juni 2018 (14.00-23.00 WIB)
-Tanggal 16-20 Juni 2018 (10.00-23.00 WIB)


Referensi: Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Selatan

Komentar

  1. Wah...jadi pengen ke sana juga deh... spertinya bakal rame bangettt...hohoho

    BalasHapus
  2. Hahaha ane baru tahu kalau ada kontes waria. Kalau sekarang PRJ, ada kontes PRJ

    BalasHapus
  3. JFK ternyata memang benar2 banyak menarik perhatian masyarakat ya Ka, bukan hanya dri Indonesia saja tapi dari luar juga.

    JFK yang saat ini sudah semakin berkembang, semoga kedepannya juga terus semakin baik ya.

    BalasHapus
  4. Wah, banyak saya gak tau dr pekan raya Jakarta. Mantap lah!

    BalasHapus

Posting Komentar