5 Hal Sederhana yang Bikin Saya Bahagia

(dok. theweek)
Setiap orang memiliki standar tersendiri dalam merasakan bahagia. Ada yang bahagia karena membeli gadget baru. Ada yang bahagia karena memiliki rumah pribadi. Ada yang bahagia karena menempati jabatan tertentu. Bahkan ada pula yang bahagia karena memiliki uang banyak.

Tentu saya juga berbahagia jika mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan materi seperti yang disebutkan di atas. Namun lupakan sejenak soal standar bahagia tersebut karena bukan itu fokus bahasannya.

Bagaimana pun, saya juga punya standar kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan ini diperoleh dari hal-hal sederhana yang mungkin bagi orang lain adalah hal yang biasa saja, namun bagi saya justru membahagiakan.

Apa sajakah itu? Nah, ini dia beberapa hal sederhana yang bisa bikin saya bahagia. Sebenarnya ada banyak, namun kali ini saya ingin menceritakan 5 di antaranya saja. 

1. Memanfaatkan fasilitas negara

Inilah hal sederhana pertama yang bisa bikin saya bahagia. Yap, saya merasa bahagia ketika bisa memanfaatkan fasilitas negara dengan sebaik-baiknya. Eits, jangan salah. Gimana pun saya suka bayar pajak lho lewat belanja di supermarket atau makan di restoran!

Kayak gimana memanfaatkannya? Macem-macem. Mulai dari naik busway, naik MRT bajalan kaki di trotoar bahkan hingga melihat-lihat kawasan Gelora Bung Karno yang indah setelah direnov juga bisa bikin saya merasa bahagia. 

Berhubung saya suka baca buku dan nonton film, saya juga merasa bahagia tiap kali berkunjung ke Perpustakaan Kemendikbud dan meminjam DVD di sana. Begitu pun ketika saya bisa melihat-lihat kawasan Gelora Bung Karno yang indah setelah direnov atau bahkan sesederhana berjalan kaki di trotoar. Macem-macem deh pokoknya.

Intinya sih saya bahagia ketika bisa memaksimalkan pajak yang dikelola oleh negara melalui berbagai layanan dan fasilitas negara. Wah, rasanya puas bukan maen! Seenggaknya pajak yang dikeluarkan oleh rakyat dari rakyat dan untuk rakyat, termasuk saya sendiri lewat PPn dari makan di restoran dampaknya terasa banget dan enggak sia-sia begitu saja.

2. Melihat orang aktif bekerja dan produktif berkarya

Selain memanfaatkan fasilitas negara, saya juga merasa bahagia ketika melihat orang aktif bekerja. Sesimpel itu.

Misalnya lagi mampir ke supermarket. Terus ngeliatin ada mbak-mbak kasir yang aktif melayani pelanggan dan mas-mas yang lagi rapiin display barang atau makanan. Wah, seketika saya jadi ikut merasa bahagia.

Saya lagi di jalan terus melihat ada pengendara ojek online mengantarkan penumpang ke suatu tempat. Sesimpel itu, tapi saya merasa bahagia.

Saya lagi di jalan terus melihat ada ibu-ibu jualan tisu. Saya juga merasa bahagia.

Biar kaum rebahan begini, saya ikut merasa bahagia ketika melihat orang lain berusaha mencari rezeki dengan aktif bekerja dan produktif dalam berkarya. Entah kenapa saya merasa senang ketika melihat orang lain berupaya melakukan hal-hal yang positif demi kelangsungan diri sendiri dan keluarga. Apapun itu pekerjaannya.

3. Memenuhi kebutuhan keluarga di rumah

Waktu saya masih duduk di bangku sekolah dan kuliah, segala kebutuhan di rumah dipenuhi oleh orang tua. Tapi enggak semuanya sih. Terkadang kebutuhan di rumah juga dipenuhi oleh almh. kakak saya yang saat itu hidup bercampur dengan orang tua.

Namun sejak kakak perempuan saya meninggal dan saya telah berpenghasilan (terutama di akhir masa-masa kuliah penghasilan saya lebih baik dibandingkan saat mengajar les dulu), kini giliran saya untuk gantian ikut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan keluarga di rumah, meskipun keluarga saya sebenarnya bukan keluarga dari ekonomi rendah.
 
Misalnya, ngisi token listrik di rumah setiap waktunya, bayar PAM, ngasih uang buat orang tua terutama ibu, mesenin gojek buat keponakan saya buat pergi ke sekolah (saya males nganterin tiap pagi jadi mending pesenin aja tapi tetep pake promo), bahkan hingga sesederhana beli sabun buat di kamar mandi.
 
Saya sih emang enggak memenuhi seluruh kebutuhan di rumah. Tetap ada peran orang tua. Namun rasanya ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa mengeluarkan sebagian rezeki yang saya punya untuk memenuhi kebutuhan keluarga meskipun jumlahnya tidak banyak. Sesimpel itu. Entah kenapa rasanya ada kepuasan tersendiri ketika apa yang saya miliki dapat bermanfaat untuk keluarga sendiri.

4. Beli sesuatu pakai promo

Siapa sih yang enggak suka beli sesuatu pakai promo? Wah, saya rasa semua orang pasti menyukainya.

Saya adalah salah satu di antaranya. Mungkin terdengar berlebihan, namun bagi saya berhasil membeli sesuatu dengan harga promo adalah sesuatu yang membahagiakan.

Promo apa? Apa aja. Keseringan saya mendapatkannya dalam bentuk cashback.  
 
Saya sih enggak masalah juga kalau membeli sesuatu dengan harga biasa alias tanpa promo. Tapi kalau bisa beli dengan harga promo, rasanya beda gitu deh. Rasanya ada prestasi tersendiri ketika bisa membeli sesuatu dengan harga yang jauh lebih murah. Ibarat kata, kalau bisa promo, ngapain cari yang harganya normal?
 
Saking senangnya dengan promo, saya bahkan sampai pernah berburu promo cashback lho saat dompet digital kayak Dana, Gopay dan OVO ngadain promo cashback besar-besaran (sayangnya sekarang udah jarang). Apalagi kalau promonya itu pada harga token listrik dan pulsa, wah makin senang deh saya.

5. Menghapus file-file yang sudah tidak penting dan merapikan file yang berantakan

Hal sederhana lainnya yang enggak kalah dalam membuat saya bahagia adalah ketika saya telah membersihkan file-file yang sudah tidak penting dan sudah tidak dibutuhkan lagi, baik di laptop ataupun handphone.

Sebagai orang yang aktif dengan gadget, enggak bisa dipungkiri bahwa laptop dan handphone saya penuh dengan file-file (keseringan gambar Whatsapp ataupun screenshot) yang sifatnya spam alias sudah enggak dibutuhkan lagi. Sayangnya saya jarang meriksain satu per satu. Jadi sekalinya dibuka, sampahnya berasa banyak banget sehingga harus dihapus.

Padahal yang saya lakuin cuman ngapus-ngapusin doang, tapi karena berasa beres-beres, saya jadi merasa produktif. Karena berasa produktif, jadinya merasa bahagia deh.

Begitu pun ketika saya merapikan file-file di laptop/handphone yang berantakan alias belum sesuai dengan foldernya, saya juga merasa ada kebahagiaan ketika melakukannya.


Itulah 5 hal sederhana yang bisa bikin saya bahagia. Di luar itu, ada satu hal lagi yang jelas-jelas membuat saya merasa menjadi orang paling bahagia di dunia. Kebahagiaan itu muncul ketika saya masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga (terutama orang tua) dan dikelilingi oleh orang-orang terdekat yang memiliki energi positif. Itulah sesederhana-sesederhananya standar kebahagiaan saya.

Komentar

  1. Wkwkkwkw..ini tandanya bahagia itu sederhana yaaa... XD

    BalasHapus

Posting Komentar