Menjadi Apel, Menjadi Kelapa

Buah apel tidak harus menjadi buah kelapa agar bisa bermanfaat.
Sebab bagaimanapun juga apel tetaplah apel, tidak akan bisa menjadi kelapa.

Menjadi buah kelapa memang suatu kebanggaan.
Apapun yang ada padanya bisa bermanfaat dan bernilai positif.
Airnya bisa diminum, menjadi pelepas dahaga tanpa harus dijus terlebih dahulu.
Daging buahnya bisa dimakan, menjadi penghilang lapar sejenak. Terkadang dijadikan salah satu bahan untuk membuat bubur.
bahkan batoknya pun juga bisa disulap menjadi barang kebutuhan rumah tangga bahkan barang kerajinan bernilai seni tinggi.
Buah kelapa adalah buah yang multifungsi.
Tapi bagaimana dengan apel?
Apel hanya punya 'daging'nya. Ia tidak berkuah. Kulitnya pun terkadang dibuang, terkadang pula langsung dimakan. Kebermanfaatannya tidak sebanyak buah kelapa.
Untuk mendapatkan dirinya berupa cairan malah harus dijus dulu, beda dengan kelapa.
Namun apel tak pernah iri. Ia tidak pernah meminta kepada Tuhan untuk menjadi buah kelapa. Ia tetap bangga menjadi apel.

Sama halnya dengan kita.
Nyatanya, kita enggak perlu iri dengan banyak kelebihan atau prestasi yang dimiliki oleh orang lain. Kita spesial karena memanfaatkan kelebihan diri sendiri.

Terkadang ada orang yang diberikan kelebihan oleh Tuhan berupa banyak kemampuan yang bernilai positif. Ia berbakat melukis, menulis, bola basket, bermain piano hingga membuat animasi sekaligus. Yang lainnya berbakat kaligrafi, menyanyi, menari bahkan menjadi presenter. Dan lain sebagainya.

Adalah patut disyukuri jika kita demikian. Orang-orang yang punya banyak kelebihan memang bisa lebih bermanfaat dan lebih berprestasi lewat kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Namun jika kita tidak demikian, bukan berarti kita tidak bisa bermanfaat dan berprestasi. Sebaliknya, peluang itu selalu ada asalkan kita bisa memanfaatkannya dengan baik.

Jadi mau kita buah jeruk, buah apel, buah mangga, buah manggis ataupun buah-buahan lainnya, tetap berbanggalah! Toh, tidak menjadi buah kelapa pun, buah apel tetap bisa memberikan manfaat, kan?

Komentar