Jika Aksara Latin adalah Manusia

Aksara latin
Jika aksara latin adalah manusia...

Maka huruf "G" adalah pribadi yang suka menolong dan rela berbagi beban yang dialami oleh orang lain. Itu karena huruf "G" dicitakan oleh seorang mantan budak bernama Spurius Carvilius Ruga untuk membantu huruf "C" yang pada periode latin kuno digunakan untuk merepresentasikan bunyi ambigu, yakni /g/ dan /k/.

Berkat kehadiran "G", maka huruf "C" tak lagi kerepotan dalam merepresentasikan bunyi karena huruf "C" cukup berfokus pada bunyi /k/ karena "G" telah membantu bunyi /g/.

Sementara itu huruf "Z" adalah pribadi yang berjiwa besar, pemaaf dan rela berkorban. Itu karena pada awalnya, huruf latin terdiri dari 21 huruf yakni ABCDEFZHIKLMNOPQRSTVX. Namun pada abad ke-3 Sebelum Masehi, huruf "Z" dianggap enggak penting. Alhasil, keberadaannya pun dihapus dari daftar huruf latin dan posisinya di tengah digantikan dengan huruf "G" yang saat itu baru masuk.

Huruf "Z" juga berjiwa besar karena begitu ditetapkan kembali sebagai salah satu huruf latin pada periode "classical latin", ia tidak pernah berusaha merebut posisi "G" yang ada di posisinya sekarang seperti yang ia pernah tempati dulu.

Alih-alih protes dengan hruuf "G" yang ada di posisinya, huruf "Z" justru legowo dan rela berkorban demi melancarkan aksi "G" dalam membantu "C". 

Huruf "Z" juga pemaaf. Ia bahkan melupakan segala kenangan pahit yang pernah ia alami di masa lampau, sekalipun kini ia ditempatkan di urutan terakhir dalam daftar huruf latin. "Z" adalah representasi dari orang-orang yang pernah berada di atas roda kehidupan kemudian tersakiti namun tetap membumi.

Adapun huruf "V" adalah pribadi yang inspriatif. Ia benar-benar "real influencer" karena dapat memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya sehingga mereka kebaikan juga untuk orang lain. Berkat huruf "V", kita pun mengenal huruf "W" dan "U" dengan bentuk seperti yang kita kenal sekarang.

Huruf "W" lahir pada abad ke-7 pada periode "middle age" untuk merepresentasikan bunyi [w] dalam Old English sedangkan huruf "U" baru ada pada abad ke-16.

Di saat "V" pribadi yang inspiratif dan influencer sejati, maka "W" adalah tipikal orang yang kreatif. Ia punya cara tersendiri dalam menjalankan hidupnya.

Bentuk "W" lahir karena terinspirasi dari huruf "V". Namun alih-alih mengikuti bentuk "V", "W" justru mencurahkan segala kreativitasnya dengan prinsip ATM alias Amati-Tiru-Modifikasi. Hal itu karena bentuk "W" sebenarnya diadopsi dari huruf "V" yang ditulis secara dobel (VV) yang masuk ke dalam daftar huruf latin pada abad ke-7.

Bertolak belakang dengan "W", huruf "U" justru tipikal orang yang pengennya instan dan tidak punya jati diri. Namun jika dilihat dari perspektif lain, huruf "U" juga tipikal orang yang enggak neko-neko dan cenderung kurang berani dalam mengambil resiko.

Itu karena huruf "U" mengambil bentuk huruf "v" kecil yang saat itu berbentuk "u" secara mentah-mentah tanpa modifikasi seperti yang dilakukan oleh "W". Sejak masuknya huruf "U" ke dalam daftar huruf latin pada abad ke-16, maka "V" sang inspirator pun mengalah sehingga ia pun mengubah bentuk 'v' kecil yang saat itu berbentuk 'u' menjadi 'v' seperti yang kita kenal sekarang.

Huruf "Y" adalah pribadi yang santuy dan "easy going". Ia tipe orang yang menikmati hidup tanpa membandingkan dirinya dengan orang lain.

Meski "Y" hadir lebih dulu bersama "Z" versi 'reborn' pada periode classical latin ketimbang huruf "W", "U" dan "J", "Y" enggak pernah mempermasalahkan begitu ia ditempatkan di urutan sebelum terakhir dalam urutan 26 huruf latin.

Dekatnya ia dengan huruf "Z" juga menandakan betapa ia adalah pribadi yang bersahabat dan setia kawan karena telah menerima "Z" sekalipun "Z" memiliki masa lalu yang kelam.

Tak lupa, ada pula huruf "J". Jika "J" adalah manusia, maka "J" adalah tipikal orang yang kurang mandiri dan bergantung pada orang lain namun setidaknya ia sama kreatifnya dengan "W". Itu bisa dilihat karena dalam penulisan bilangan romawi huruf "J" selalu ditempatkan di urutan terakhir setelah huruf "I" seperti pada bilangan XIIJ yang berarti 23. Di samping itu, huruf "J" juga merupakan swash letter (huruf berdebur atau modifikasi) dari huruf "I".

Huruf "J" adalah huruf terakhir yang dimasukkan ke dalam daftar 26 huruf latin yang baru ditetapkan pada abad ke-17. 

Namun adanya ikatan sejarah dengan huruf "I", maka huruf "J" tidak ditempatkan di urutan terakhir, melainkan di dekat "I". Itulah kenapa huruf "U" dan "W" juga ditempatkan di dekat "V" dan "G" di tengah-tengah karena ada ikatan sejarah di baliknya. 

Terlepas itu semua, huruf-huruf ini tidaklah sombong karena mereka tipikal orang yang tidak melupakan peran orang lain yang berjasa dalam hidupnya. Sejak itulah kita mengenal 26 huruf latin dari A-Z seperti yang kita kenal seperti sekarang.

Komentar

  1. Valka depannya huruf "V" wah udh pas nih jadi influencer ...qiiqiq

    BalasHapus

Posting Komentar