Alhamdulillah, Kurban Zona Madina Dompet Dhuafa Bawa Berkah

Enggak terasa 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah telah tiba. Umat muslim seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Dari dulu biasanya sih saya melihat proses penyembelihan hewan kurban di rumah saja. Namun tahun ini menjadi sedikit berbeda. Alhamdulillah, pada momen yang spesial kali ini saya berkesempatan untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di Zona Madina, Parung, Bogor pada Minggu, 11 Agustus 2019.  
"Jangan Takut Berkurban", tema yang diusung oleh Dompet Dhuafa dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H (dokpri)
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya melihat proses penyembelihan hewan kurban bersama Dompet Dhuafa, melainkan sudah kedua kalinya. Pada 2017 saya juga berkesempatan untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban sekaligus merayakan Hari Raya Idul Adha secara langsung di Takengon, Aceh Tengah, Aceh dalam program Socio Trip Kurbanesia.

Nah, makanya pas tahun ini Dompet Dhuafa mengajak untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban lagi di Zona Madina, Parung, saya bersedia. Soalnya saya sendiri suka dengan program-program yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa karena benar-benar membawa kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat untuk Jangan Takut Berkurban

Sebelum penyembelihan dilakukan, Dompet Dhuafa mengadakan acara formal terlebih dahulu pada pukul 9.30 WIB. Acara dibuka oleh penampilan anak-anak dari sekolah binaan Dompet Dhuafa yakni SMART Ekselensia Indonesia dalam dalam memainkan musik dari alat-alat tak terpakai. Setelah itu, acara berlanjut pada sambutan yang disampaikan oleh Ustad Herman Budianto.
Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia menunjukkan kebolehannya dalam bermain musik dengan alat-alat tak terpakai saat pembukaan Kurban Zona Madina (11/8/19) (dokpri)
Dalam sambutannya Bapak mengingatkan tentang betapa berartinya hewan kurban yang kita salurkan melalui Dompet Dhuafa kepada masyarakat khususnya yang terdampak bencana. 

"Banyak saudara-saudara kita yang terkena bencana. Baru saja kita mendengarkan banyak bencana di Indonesia. Ada di Palu, Lombok, Banten, Halmahera dan lain-lain maka tentu ini sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita disana, uluran tangan berupa bantuan-bantuan termasuk darah dan daging-daging kurban untuk saudara-saudara kita di sana."jelas Ustad Heman Budianto.

Ustad Herman Budianto mewakili Dompet Dhuafa saat menyampaikan sambutan (dokpri)
Ternyata enggak hanya di Indonesia aja loh gaes hewan kurbannya disalurkan, Ustad Herman juga menyebutkan bahwa tahun ini Dompet Dhuafa menyalurkan hewan kurban ke 6 negara. Wow! Keenam negara itu adalah Palestina, Suriah, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Filipina. Negara-negara tersebut dipilih karena rentan dengan peperangan dan terdapat minoritas muslim di sana.

Apa yang disampaikan oleh Pak Ustad sesuai dengan tema yang diusung oleh Dompet Dhuafa tahun ini, yakni "Jangan Takut Berkurban". Melalui tema tersebut, Dompet Dhuafa ingin mengajak masyarakat untuk jangan takut berkurban karena itu sangat berarti pada saudara-saudara Muslim di luar sana. Selain itu, jangan takut berkurban juga karena itu adalah sarana bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Alhamdulillah, berkat masyarakat yang tidak takut berbagi dalam berkurban, Dompet Dhuafa berhasil menyalurkan 223.000 hewan kurban ke 25 provinsi (tahun lalu 23 provinsi) di Indonesia khususnya wilayah bencana serta 6 negara. Angka distribusi hewan kurban ini naik 27 persen ketimbang tahun lalu yang hanya berjumlah 18.558 ekor hewan kurban.
Hewan kurban yang akan disembelih di Zona Madina, Parung (dokpri)
Di Zona Madina sendiri tercatat ada 65 ekor kambing kelas premium (29-35 kg) dan bahkan super premium yang berhasil disalurkan. Hewan kurban tersebut disalurkan kepada 900 Kepala Keluarga di 4-5 kelurahan di daerah Jampang, Parung. Alhamdulillah.

Yang saya suka dari Dompet Dhuafa adalah ternyata Dompet Dhuafa enggak hanya sekadar memperhatikan kualitas hewan kurbannya saja, melainkan juga memperhatikan tata cara melakukan penyembelihan dari hal yang mungkin kita anggap sepele yang tidak hanya sekadar membaca basmalah.

Misalnya, pisau yang digunakan untuk menyembelih adalah pisau yang benar-benar tajam. Jadi, petugas kurban dapat menyembelihnya dengan mudah tanpa membuat hewan kurban tersiksa.
Petugas Dompet Dhuafa saat melakukan penyembelihan hewan kurban di Zona Madina (11/8/19) (dokpri)
Kemudian hewan kurban yang lebih dahulu disembelih akan dipisahkan tempatnya dengan hewan kurban yang belakangan disembelih. Ini dilakukan agar hewan kurban lainnya tidak merasa stres dan sedih ketika melihat kawannya disembelih terlebih dahulu.
Proses pengulitan hewan kurban Dompet Dhuafa di Zona Madina (dokpri)
Proses pendataan pembagian daging kurban (dokpri)
Belakangan sedang gencar masalah sampah plastik yang merusak lingkungan terutama laut. Nah, di perayaan Idul Adha, Dompet Dhuafa juga memperhatikan hal ini lho. Makanya alih-alih menggunakan kantong kresek, sejak tahun lalu Dompet Dhuafa justru menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu. Ini dilakukan karena besek lebih ramah lingkungan dan bisa dipakai kembali. Wah, inspiratif banget!
Besek daging kurban Dompet Dhuafa (dokpri)
Selain bisa melihat secara langsung proses penyembelihan hewan kurban, alhamdulillah saya bersama teman-teman yang lain juga berkesempatan untuk ikut dalam proses pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat daerah sekitar.

Dalam kegiatan itu turut serta Bapak Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa. Senang rasanya melihat raut wajah masyarakat sekitar yang berseri setelah menerima hewan kurban. Salah satunya adalah Mak Jannah yang telah berusia 82 tahun.
Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi menyerahkan daging kurban kepada Mak Jannah, salah satu warga di desa Jampang, Parung, Bogor (dokpri)
Acara pemotongan hewan kurban yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di Zona Madina telah selesai. 
Kesan-kesan terhadap DD mah enggak perlu ditanyakan lagi lah ya. Rekam jejaknya telah terbukti. Yang jelas, Dompet Dhuafa itu menginspirasi dan luar biasa.

Insyaallah apa yang telah dilakukan Dompet Dhuafa lewat Tebar Hewan Kurban membawa berkah bagi kita semua khususnya masyarakat Jampang. Saya juga berharap semoga Dompet Dhuafa dapat semakin memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat. Amin.
Foto bareng bersama Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa, Bapak Yuli Pujihardi (dokpri)

Komentar

  1. Semoga tahun depan semakin luas lagi yaa cakupan pembagian hewan kurbannya. Keren ya ternyata tidak hanya dibagikan di wilayah Indonesia namun hugs ke negara lain yang sedang membutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka, makanya masyarakat banyak yang percaya dengan berkurban di Dompet Dhuafa karena programnya keren banget. Amiin. Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak kebermanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat ya.

      Hapus

Posting Komentar