Pergilah Hoax, Datanglah Berita Baik

Apa hal yang paling mengesalkan dari kemajuan teknologi?

Bagi saya adalah hoax!

Yap, hoax adalah hal yang paling bikin KZL. Saya sih bukan tipe orang yang mudah percaya dengan berita yang sedang beredar atau lagi heboh. Namun saat orang-orang di sekitar kita mempercayainya, turut menyebarkannya dan bahkan berusaha mempengaruhi kita untuk mempercayainya, yakin deh kita pasti bakalan ikutan gerah! Kok bisa-bisanya sih mudah percaya sama berita yang beredar? Padahal belum tentu itu benar. Bagaimanapun, berita bohong tetaplah berita bohong dan sekecil apapun itu, hoax adalah hal yang berbahaya!
Hoax, berita bohong pembawa petaka (dok. Thinkstock/Winnond)
Sejarah telah membuktikannya. Gara-gara berita bohong, terjadilah perang dunia kedua yang salah satunya ditandai dengan serangan Jerman pada militer Polandia. Adolf Hitler saat itu mengatakan kepada parlemen Jerman bahwa militer Polandia telah menembaki tentara Jerman. Padahal justru Jerman sendirilah yang membunuh pasukan perbatasan Polandia. 

Gara-gara berita bohong pula, terjadinya ivasi Irak atas Amerika Serikat. Kala itu Menteri Luar Negeri AS, Colin Powell berkata bahwa ia memiliki bukti kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak dalam sebuah sidang Dewan Keamanan PBB sehingga menyebabkan Presiden AS George W. Bush menginvasi Irak. Padahal kenyataannya senjata itu tidak pernah ditemukan. 

Hiiii... ngeri ya. Kita tentu enggak ingin seperti itu kan? Itu baru dua contoh saja hoax yang pernah terjadi dalam sejarah. Selebihnya masih banyak lagi lho. Apapun itu, yang pasti dampak hoax itu luar biasa. Hoax selalu menimbulkan kerugian. Tidak sekadar merugikan materi dan mencemarkan nama baik, namun juga bisa mengancam nyawa dan keamanan negara!

Dari dulu sampai sekarang, hoax enggak ada matinya. Bahkan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, hoax semakin berkembang pesat pula. Dalam beberapa tahun belakangan entah sudah berapa banyak hoax yang beredar di Indonesia dan berapa banyak pula yang percaya. Mulai dari hoax tentang asal-usul Jokowi, biskuit plastik, beras plastik, telur palsu bahkan hingga prediksi tsunami! Rasanya apapun topiknya bisa dijadikan sebagai bahan hoax! Hiks :(
Ini dia hukuman bagi penyebar hoax. Enggak main-main lho! (dok. @Divhumas_Polri)
Beredarnya hoax membuat saya enggak habis pikir apa sih tujuan orang menyebarkan berita bohong dan kenapa mereka melakukannya. Apa karena bikin hoax mereka jadi kaya? Jadi punya jabatan? Atau apa sekadar puas aja kalau banyak orang yang panik kalau ada hoax? Lalu jika itu tercapai, so what? Bahagiakah mereka? Memang mereka enggak takut dengan Tuhan ya sehingga menyebarkan berita-berita bohong?
Saya masih maklum ketika orang-orang yang termakan hoax itu adalah orang-orang yang masih gagap teknologi. Misalnya orang kampung yang baru banget kenal teknologi ketika berada di kota besar atau para generasi X yang baru kenal teknologi saat mereka sudah tua. Saya juga masih lebih maklum ketika orang yang mudah percaya dengan hoax adalah orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi atau anak-anak sekolah yang masih polos.

Namun saya enggak mengerti ketika yang menyebarkan hoax justru berasal dari kalangan anak muda yang akrab dengan teknologi dan berpendidikan tinggi. Faktanya, banyak loh! Padahal mereka seharusnya menjadi agent of change, tetapi ternyata mereka malah menjadi agent of hoax. Sedih deh rasanya. :(

Bahaya hoax yang semakin kuat tak bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itulah Polda Metro Jaya Jakarta mengadakan temu netizen di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya pada Rabu, 9 Mei 2018. Dalam acara ini Kapolda Metrjo Jaya, Irjen Pol. Drs. Ilham Aziz, M.Si mengajak semua masyarakat, khususnya para pegiat media sosial yang terdiri mulai dari blogger, vlogger dan netizen untuk ikut aktif dalam melawan hoax dan turut menyebarkan berita baik melalui internet dan media sosial.
Perwakilan Polda Metro Jaya saat menyampaikan sambutan dalam Temu Netizen bersama Kapolda (dokpri)
Ndoro kakung, perwakilan blogger saat menyampaikan sambutan dalam temu netizen bersama Kapolda (dokpri)
Kenapa lewat internet? Ya, karena hoax mudah tersebar di internet maka cara melawannya adalah melalui internet pula. Api jangan dibalas dengan api, melainkan dengan air yang menyejukkan.

Untuk melakukan itu ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Ketika ada berita yang baru beredar, kita tidak boleh gegabah. Jangan ikut-ikutan membagikan di media sosial karena bisa jadi itu adalah berita bohong. Tabayyun atau berbaik sangkalah dulu. Kemudian pastikan nilai pada berita yang sedang beredar. Apakah bernilai baik dan membawa manfaat atau buruk sama sekali? Jika buruk, apakah itu hoax atau justru fakta? Pertimbangkan dampaknya pada orang lain.

Selain itu kita juga harus memastikan kebenarannya. Carilah sumber terpercaya dan akurat pada berita yang sedang beredar dengan melakukan riset kecil-kecilan. Jika berita itu berkaitan dengan daerah atau orang tertentu yang kita kenal, kita bisa melakukan konfirmasi terlebih dahulu.
Tanda tangan blogger sebagai komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI lewat menyebarkan berita baik (dokpri)
Misalnya ada berita tentang gempa bumi di daerah X dan ternyata kita punya teman atau saudara yang tinggal di daerah X. Nah, sebelum menyebarkannya di sosmed, hubungilah mereka terlebih dahulu. Tanyakan kebenaran beritanya kepada mereka.

Misalnya pula ada berita buruk tentang si A dan ternyata kita kenal dengannya. Alih-alih menyebarkan berita tentang A yang masih simpang siur kebenarannya, ada baiknya bagi kita untuk melakukan konfirmasi kepada si A terlebih dahulu. 

Bagaimana jika berita yang beredar tidak berkaitan dengan daerah atau orang yang kita kenal kontaknya? Nah, kalau seperti itu maka kita bisa memastikan kebenarannya lewat internet. Ketik saja kata kunci tertentu di mbah google. Adakah berita tersebut dimuat di website media terpercaya seperti  kompas, tempo, CNN, BBC dan sebagainya? Bandingkan kesamaan atau perbedaan antara berita di media dengan berita yang beredar. Hoax atau justru fakta?

Jika hoax, jangan lupa untuk turut mengajak beberapa orang terdekat seperti teman atau keluarga kita untuk lebih selektif dalam mempercayai suatu berita. Beritahukan kepada mereka tentang apa yang terjadi sebenarnya. Bagaimana pun, kebohongan tidak boleh dibiarkan kan?
Melawan hoax dan menyebarkan berita baik, salah satu cara dalam menjaga keutuhan NKRI (dok. Div. Humas Polri)
Lawanlah hoax pula dengan membuat konten-konten positif, entah itu tulisan blog, vlog atau bahkan meme. Buatlah sekreatif mungkin. Selain ajakan untuk ikutan melawan hoax, kita juga bisa membuat konten positif berisikan kebenaran dari hoax yang beredar di media sosial, vlog atau blog pribadi kita agar semakin banyak orang yang mengetahuinya.

Kita mungkin tidak bisa membuat semua orang di seluruh dunia terhindar dari hoax. Namun bukan berarti kita hanya diam berdiri saja jika hoax merajalela. Kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya dengan menyebarkan berita baik di media sosial atau blog, kita bisa membuat sedikit perubahan. Kalaupun tidak bisa membuat banyak orang terhindar dari hoax, minimal kita telah 'mengalihkan perhatian' mereka dari hoax lewat konten-konten positif dan berita baik yang kita sebarkan.

Hal ini kelihatannya sederhana. Namun percayalah inilah salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan dalam menjaga keutuhan NKRI. 

Jika ditanya harapan tentang masa depan negeri ini, aku berharap bahwa "Pergilah hoax, datanglah berita baik". Kalau media sosial bisa membuat banyak orang percaya akan kebohongan, kenapa kita enggak gunakan saja media sosial untuk membuat banyak orang percaya dengan berita baik dan benar?

Dengan demikian, maka tujuan pembuat hoax akan gagal dan frustasi karena mereka gagal membuat orang percaya pada berita bohong dan buruk yang mereka ciptakan. Kemudian negara pun akan hidup dengan lebih aman, damai dan sentosa. 

***

Buat teman-teman citizen, yuk kita lawan hoax dengan ikuti lomba citizen dari Polda Metro Jaya! Ada banyak hadiah menarik lho. Info lebih lengkap sila hubungi akun @humas.pmj ya. :) 
Poster lomba citizen (dok. @humas.pmj (twitter))

Komentar

  1. Yuk jadi warga yang baik dengan menyebarkan berita yang aktual, tajam dan terpercaya alias no HOAX. ^0^
    Hadiah utamanya kok seru ya meliput kegiatan naik helikopter, jadi kepengen ikutan deh. hohoho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi kak. Kalau ada berita beredar jangan asal langsung percaya deh karena bisa jadi adalah hoax.

      Iya seru banget. Yuk ikutin lombanya!

      Hapus
  2. Gen X yang baru kenal teknologi ketika usianya tak lagi muda.. Bener banget nih bisa jadi sasaran empuk si hoax. Soalnya ada sodara yang tiap hari kirim-kirim berita gak jelas gitu di WA. Kadang gemes, mau bilangin, tapi takut dibilang gak sopan karena doi udah tua ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk tantangan banget mbak kalau sama generasi X. Kita kasih tau, mereka biasanya malah merasa pendapatnya lebih bener --"

      Hapus
  3. Harus banget menyebarkan yang baik-baik. Namun tentu cari tahu dulu kebenarannya, biar nggak malu-maluin. Kan nggak #KetjeCiee jadinya, yang rencananya mo selalu up to date, tenyata malah nyebar berita salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak biar yang negatif2 enggak muncul makanya kita kudu nyebarin berita yang baik-baik. Tapi tetep harus sesuai fakta juga jangan hoax biar beritanya jadi #KetjeCiee hihi

      Hapus
  4. Aduh paling males deh aku kalau sudah bahas berita hoax. Padahal skrg banyak banget ya referensi berita yang baik dan sumber nya terpercaya. Cuma kadang orang sering nya malas sih untuk cross check dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sama dong mbak. Aku juga males. Apalagi kalau orang yang termakan hoax merasa berita yang dia dapat paling benar. Bikin KZL padahal mah harusnya pastiin kebenarannya dulu ya.

      Hapus
  5. Yuk ah lawan hoax dengan share berita2 positif. Jgn sampai hoax merajalela dan memecah nkri. Joss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuy lah sebarkan berita baik!

      Hapus
  6. Memang harus sudah makin piawai ya menganalisis berita hoax, wabilkhusus di WA yg tiap hari ada saja untaian2 yg diteruskan dan dari isinya kemungkinan besar hoax.. Apalagi ada agitasi utk sebarkan , viralkan , jgn berhenti di anda, ... 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas. Apalagi broadcast di WA, rentan banget hoax soalnya. Hahha saya juga suka tuh dapat chat kayak gitu.

      Hapus
  7. Ngeri banget ya dampak berita hoax. Syerem deh. Sudah saatnya #sebarkanberitabaik. Selain lebih bermanfaat dan tidak merugikan orang lain, juga mesti hati-hati ancaman hukuman penyebar berita hoax nggak main-main.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak dampaknya enggak main-main. Betul. Semoga para penyebar hoax diberikan hidayah ya agar bisa ke jalan yang benar.

      Hapus
  8. Ya ampun baru nyadar. Jadi perang dunia ke-2 itu gara-gara hoax? Yang level dunia, efek hoaxnya ngeri bener ya. Pantesan, emang kita semua harus-hati pada tiap berita yanh kita terima.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, level nasional aja ngeri apalagi yang dunia. Padahal hoax udah sering menipu orang tapi tetep aja ya banyak yang kena. Yuk mbak kita harus berhati-hati dalam memilah-milih dan menyebarkan berita.

      Hapus
  9. Inilah peran kita sebagai Blogger untuk memberikan edukasi kepada para penyebar hoax. Itu yang sering aku lakukan jika menerima Brodcast Message di WhatsApp Group (WAG). Kita harus mampu menghentikan langkah mereka agar pesan tidak terus disebar. Lebih baik sebar berita baik kan dibanding berita bohong?!?

    Siapa sih yang mau dibohongin*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Kalau ada broadcast/pesan jangan langsung percaya ya kak tapi difilter dulu. Riset juga apakah berita itu fakta/hoax.

      Hapus
  10. Hoax mmg menjengkelkan dan terkadang bikin emosi. Blm jelas kebenarannya tp beritanya udah kesebar kemana2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya sedih mbak kalau ada banyak orang yang percaya tanpa riset dulu. Hiks :(

      Hapus
  11. Yup sbg netizen yg baik kita harus nahan2 jempol buat share berita gak jelas.
    Trus jgn suka bikin status meresahkan jg,apalagi yg mengadu domba hehe.Dimulai dr diri sendiri yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuncinya dari diri sendiri ya mbak. Di saat hoax menyebar, kita harus mengendalikan diri untuk enggak memperkeruh suasana dengan menyebarkan berita bohong. Mending sebar berita yang baik-baik aja mah.

      Hapus
  12. Pergilah hoax datanglah berita baik hehehe. Tugas kita semua ya #sebarkankebaikan untuk menjaga nkri dimulai dari diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kalau bukan diri sendiri, siapa lagi?

      Hapus
  13. Sesij aku tuj, hoax lebih cepat menyebar di masyarakat. Kalau berita baik rasanya gampang bgt tenggelam, yuk sebarkan berita baik, agar tercipta keamanan dan kenyamanan di indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuuk! Saatnya kita sama-sama lawan hoax dengan sebarkan berita baik!

      Hapus
  14. Hus..hus... Jangan mendekat kalau cuma berita hoax :)
    Yuk ah mulai dari sekarang kita hanya #sebarkanberitabaik biar kedamaian bisa terwujud.

    BalasHapus
  15. Berita hoax haris kita antisipasi ya mas biar gk cepet percaya apalg copas trus ikut share

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Bagaimana pun kita harus lebih cerdas daripada si pembuat hoax.

      Hapus

Posting Komentar