Yuk Lawan Diabetes dengan CERDIK!

Siapa yang suka makanan dan minuman manis?

Kalau saya sih suka banget. Mulai dari kue, es krim, teh manis bahkan hingga cokelat saya suka. Pokoknya makanan manis favorit saya deh! Maklum, saya juga manis :p
Es krim (dok. marinareservation.com)
Tidak ada yang melarang kita untuk suka dengan makanan-makanan manis. Walau begitu, kita mesti waspada. Jika tidak, diabetes mengintai kesehatan kita! Hiiii...

Tapi enggak usah khawatir. Untuk mengurangi penyebaran penyakit diabetes di Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan diabetes, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan pemerintah Denmark dan Novo Nordisk Indonesia telah mengadakan simposium kesehatan tentang diabetes di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta lho pada 29 November 2017 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada 14 November setiap tahunnya dan dihadiri oleh sekitar 600 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, mahasiswa, masyarakat dan bahkan blogger. Tahun ini tema yang diusung secara global adalah "women and diabetes". Pemilihan tema tersebut dikarenakan tercatat hingga kini 199 juta wanita di dunia mengalami diabetes dan jumlahnya diproyeksikan akan meningkat pada 313 juta pada 2040. Kabar buruknya lagi, diabetes adalah penyebab utama kematian pada wanita ke-9 di dunia dengan terjadinya angka kematian sebesar 2,1 juta setiap tahunnya. Ngeri ya?
Nila Moeloek, Menkes RI saat menyampaikan sambutan pada simposium hari diabetes sedunia 2017 (dokpri)
Walau fokus hari diabetes sedunia tahun ini adalah pada wanita, menurut saya pria juga wajib untuk tahu. Bagaimana pun, laki-laki hidup tak terlepas dari peran seorang wanita, mulai dari ibu, kakak, adik atau bahkan istri sendiri. Kita tentu tidak mau perempuan-perempuan terdekat di sekeliling kita mengalami diabetes, kan? Maka, laki-laki juga wajib mengenal lebih dalam tentang diabetes itu sendiri.

Kenapa diabetes berbahaya?

Jadi manusia itu membutuhkan glukosa sebagai sumber energi dalam tumbuh. Jika kadar glukosanya berlebih, maka ia akan disimpan dalam bentuk glukagon. 1 glukosa membutuhkan 1 insulin agar dapat menjadi 1 glukagon. Glukagon sendiri dapat diubah kembali menjadi sumber energi kalau dibutuhkan.

Dalam kondisi normal alias bukan penderita diabetes, jumlah antara glukosa dan insulin itu seimbang. Misalnya 100 glukosa akan diproses oleh 100 insulin untuk disimpan menjadi glukagon. Ini tentu enggak masalah karena jumlah antara glukosa dan insulin itu sama.

Namun jika kondisinya tidak normal atau diabetes, maka jumlah glukosanya lebih banyak daripada insulin. Misalnya, glukosa berjumlah 100 tapi insulin 50. Ingat prinsip bagaimana glukagon diproses? 1 glukosa + 1 insulin = 1 glukagon. Nah, karena jumlah insulinnya lebih sedikit 50 sedangkan glukosanya berjumlah 100, maka hanya 50 glukagon saja yang dapat dihasilkan. Itu artinya, sisanya yakni 50 glukosa yang tidak terproses kemudian akan menyebar ke dalam darah dan akhirnya berdampak pada diabetes.

Lawan dengan CERDIK!

Diabetes merupakan momok bagi semua orang. Siapapun pasti tidak ada yang ingin terjangkiti olehnya. Namun tak perlu khawatir, diabetes itu sangat bisa untuk dicegah dan dilawan. Nila Farid Moeloek selaku Menteri Kesehatan RI dalam simposium menjelaskan bahwa kita bisa melawannya dengan menerapkan kampanye CERDIK. CERDIK ini merupakan akronim dari 6 langkah sederhana yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan. Apa sajakah itu? Check this out!


1. C = Cek Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan di simposium (dokpri)

Mengecek kesehatan tidak hanya dilakukan saat kita sedang sakit saja. Di saat kita merasa sehat, kita juga perlu loh melakukannya. Kenapa? Soalnya cek kesehatan adalah langkah antisipasi karena bisa saja ada penyakit yang bersarang di tubuh kita namun kita tidak mengetahuinya. Tentu kita berharap kondisi kesehatan kita baik-baik saja. Namun kita juga enggak bisa menebak kan apakah kita benaran sehat atau justru tidak?

Lalu apa saja yang perlu diperiksa? Selain berat badan, kita juga perlu memeriksakan tensi darah, gula darah dan bahkan kolesterol. Datang saja ke puskesmas atau klinik terdekat untuk memeriksakan kesehatan kita. Secara teratur, tentunya. Nah, pada simposium kemarin saya beruntung banget bisa memeriksakan kesehatan tubuh saya karena Kemenkes menyediakan fasilitasnya. Alhamdulillah untuk tensi darah, gula darah dan kolesterol hasilnya normal alias tidak ada masalah. Namun untuk berat badan masih PR nih karena belum ideal dengan tinggi badan saya yang mencapai 170 cm. Yang punya lemak bagi-bagi dong :p
 

2. E = Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
Bagi yang perokok, buruan deh kurangi kebiasaannya karena hal ini bisa berdampak pada kesehatan. Enggak hanya diri sendiri tapi juga kepada orang lain. Saya sih alhamdulillah tidak pernah merokok. Namun saya masih belum bisa terbebas dari asap rokok karena asap rokok orang lain. Oleh karena itu sebisa mungkin jika ada yang merokok, saya memilih untuk menghindar untuk kesehatan saya sendiri.

3. R = Rajin melakukan aktivitas fisik. 
Shinchan aja melakukan aktivitas fisik. Masa kamu enggak? (dok. Crayon Shinchan)
Intinya jangan mager! Biasain deh dari sekarang untuk melakukan aktivitas fisik. Enggak banyak kok, minimal 30 menit aja dalam sehari. Eits, aktivitas fisik yang dimaksud di sini gak hanya berarti olah raga saja ya, kegiatan lain seperti membersihkan rumah juga termasuk loh. Saya sendiri sudah mulai membiasakannya dengan hal-hal sederhana seperti berjalan kaki.

4. D = Diet yang seimbang.
Diet yang dimaksud di sini bukan berarti makan sedikit tapi kita harus mengatur pola makan kita. Konsumsilah makanan sehat dan gizi seimbang. Menurut Kemenkes, anjuran yang baik itu adalah konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari dan hindari makanan/minuman yang manis atau yang  berkarbonasi.

5. I = Istirahat yang cukup.
Kita boleh aja punya banyak kegiatan. Tapi kita juga perlu ingat bahwa anggota tubuh kita punya hak untuk istirahat. Jadi jangan forsir diri kita dengan kegiatan yang berlebihan. Istirahatlah yang cukup.

6. K = Kelola stres dengan baik dan benar.
Stres itu adalah hal yang wajar. Mau ujian stres. Menghadapi deadline kerjaan juga stres. Masalahnya adalah tinggal bagaimana kita mengelolanya. Jika ada teman dekat atau orang yang kita percayai, enggak ada salahnya juga loh kita melakukan curhat. Info terkait mengelola stres bisa dilihat di sini ya.

CERDIK kelihatannya sepele. Namun jika kita membiasakannya secara teratur sedini mungkin, kita telah melawan diabetes agar tak bersarang pada tubuh kita. Semoga peringatan hari diabetes sedunia 2017 ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatannya terutama dalam hal diabetes ya.
Berfoto di depan banner simposium (difoto oleh Achi Hartoyo)

Komentar

  1. Apakah cek kesehatan kanker sekarang gratis ka, atau adakah kemudahan, mengingat pemerintah R.I dg pemerintah Denmark?

    BalasHapus
  2. Diabetes sebenarnya adalah penyakit segala gender, tidak hanya wanita saja...wah..bagus ulasannya yuk hidup Sehat dari sekarang!

    BalasHapus
  3. Berarti pengidap diabetes lebih banyak wanita yaa?..

    Mungkin wanita suka yg manis"

    Btw fotonya unyu2.
    Ada es krim sm shinchan kesukaan gua ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kebanyakan wanita. Bisa jadi ka karena dibanding cowok, cewek lebih suka yang manis-manis. Iya dong unyu2 kayak yg punya blog :p

      Hapus

Posting Komentar