Kuliah di Finlandia

sumber gambar : www.abc.es

Di Finlandia, biaya pendidikan hingga kuliah gratis, bahkan untuk mahasiswa internasional sekalipun. Meski gratis, tetap saja ada biaya hidup di sana. Nah inilah yang harus kita pikirkan.

Memang, di Finlandia ada beasiswa bernama CIMO. Namun beasiswa ini tidak mencakup untuk mahasiswa S2. Beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa internasional di luar Finlandia yang belajar tentang bahasa Finlandia (CMIIW). Pokoknya bukan buat mahasiswa S2 deh.

Untuk mengatasi hal itu, kita perlu mencari yang namanya beasiswa yang uangnya bisa kita gunakan untuk memenuhi biaya hidup kita selama di sana. 2 di antaranya yang saya tahu adalah beasiswa erasmus+ yang didanai oleh Uni Eropa dan juga beasiswa LPDP yang didanai oleh pemerintah (silakan gugel).

Perlu diketahui, LPDP hanya memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri yang kuliah di universitas-universitas unggulan dunia. Kabar baiknya, 4 di antara 280 universitas unggulan itu berasal dari Finlandia, mereka adalah:

1. University of Helsinki
2. University of Turku
3. Aalto University
4. University of Oulu

Untuk proses pengiriman aplikasi sendiri tergantung masing-masing universitas. Namun biasanya dibuka pada Desember-Januari. Beberapa di antaranya malah ada yang hingga Februari dan Maret.

Setiap universitas atau bahkan jurusan mungkin berbeda-beda syaratnya. Secara garis besar, syarat administrasi yang dibutuhkan biasanya berupa mengirimkan aplikasi yang terdiri atas formulir yang diprint dan ditandatangani, 2 surat referensi, personal statement, fotokopi pasport, transkip nilai, CV, fotokopi ijazah, bukti kemampuan bahasa seperti IELTS/TOEFL iBT serta ada pula yang mensyaratkan research intent assignment (mendeskripsikan ketertarikan dan potensi kita terhadap jurusan yang mau diambil). Untuk form bisa didapatkan melalui akun FuniMa. Semuanya, perlu dicatat, DIKIRIMKAN VIA POS (bukan online) ke alamat University Admission Finlandia yang berlokasi di Helsinki, Finlandia biasanya hingga tenggat waktu akhir Januari. Sebaliknya, aplikasi yang dikirimkan via online (e-mail) TIDAK AKAN DIPERTIMBANGKAN. Nah, nanti mereka yang akan menyeleksi dokumen-dokumen yang udah kita kirimkan dan akan dikasih tau via e-mail kalau dokumen kita lagi diproses. Oh ya, tidak ada batasan berapa jumlah program/jurusan yang mau kita ambil.

Saya gak ngecek semua jurusan dari semua universitas di atas. Namun saya rasa tahapan seleksinya gak jauh berbeda. Saya ambil contoh university of Oulu untuk program Education and Globalisation (karena saya tertarik dengan jurusan itu) misalnya. Setelah berkasnya diseleksi, dari sekian banyak pelamar hanya akan dipilih 60 pelamar yang berhak lolos ke tahap kedua. Mereka semua akan dikabarkan melalui e-mail. Tahap kedua adalah tahap wawancara selama setengah jam. Tahap ini paling menentukan karena dari 60 orang hanya akan dipilih 20 mahasiswa. Kalau skor wawancaranya sama, akan dipilih mahasiswa berdasarkan rekam jejak belajar si pelamar dan seberapa relevan jurusan S1 sebelumnya dengan jurusan S2 yang sedang ia lamar. Catatan: tiap tahapan memiliki poin yang berbeda-beda.

Lantas bagaimana kaitannya dengan LPDP? Selagi kita melamar kuliah di salah satu dari 4 universitas di Finlandia, kita juga melamar beasiswa LPDP melalui seleksi. Kalau kita dapat surat penerimaan dari universitas di Finlandia, melalui LPDP kita berpeluang lolos dan nantinya akan didanai biaya kuliah kita selama di sana. Kabar baiknya, kucuran dana yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia di Finlandia lebih hemat karena tidak usah membiayai uang semester di sana.

Dari info-info yang saya kumpulkan, meski Finlandia terlihat 'ketat' dengan hanya membatasi jumlah maksimal mahasiswa yang diterima, namun tidak ada salahnya jika kita melirik Finlandia sebagai tujuan studi kita. Apalagi menurut info yang saya dapat dari EHEF 2014, mahasiswa Indonesia di Finlandia saat ini baru berjumlah 35 orang, lebih sedikit dari Malaysia (gengsi dong)!

Bagaimana, tertarik? Setelah saya lulus nanti insyaallah saya berencana untuk mendaftar. Masalah lolos atau gak sih bodo amat, yang penting mencoba dan berusaha. Kita gak pernah tau sebelum kita mencoba, kan?

Oh ya, info lebih lanjut silakan gugling sendiri website nama dari 4 universitas serta bisa buka juga www.studyinfinland.fi untuk informasi lebih lanjut. Saya gak mungkin jelasin semuanya di sini karena panjang. :D Semoga kita bisa bertemu di Finlandia!

Komentar

  1. saya tertarik untuk kuliah di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa kuliah di sana ya. Amiin :)

      Hapus
  2. Terima Kasih gan infonya sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. Terima kasih infonya, semoga bisa kuliah sama sama disana. Aminnn

    BalasHapus
  4. Kalo dah punya ielts apa harus pake PTE, CPE, CAE mas?
    Saya berniat daftar di LET Master's Degree Programme Oulu University. Mohon bimbingannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya IELTS aja kok juga udah bisa. Tapi untuk lebih jelasnya sila kunjungi website Oulu University :)

      Hapus
  5. Kak Valka,

    Pendaftar berhak untuk memilih sampai dengan 6 universitas dan jurusan yang berbeda, apakah pendaftar perlu memenuhi seluruh persyaratan dari setiap universitas yang berbeda atau hanya perlu memenuhi persyaratan dari universitas pilihan pertama saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuaikan dg syarat di masing2 universitas lebih baik. Utamakan syarat2 di pilihan awal saja :)

      Hapus
  6. Sesuaikan dg syarat di masing2 universitas lebih baik. Utamakan syarat2 di pilihan awal saja :)

    BalasHapus
  7. Hai Valka, terima kasih untuk tulisannya. Saya mau tanya, apakah punya info mengenai Erasmus+ juga? Saya mencoba mengakses web-nya, dan kalau tidak salah paham, apakah sekarang Erasmus+ hanya membuka jalur beasiswa bagi program dan kerjasama universitas tertentu saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bagi program-program tertentu saja, gak semua :)

      Hapus
  8. Hai Valka, infonya bagus banget. Dari dulu saya memang sudah sangat tertarik kuliah di Aalto University. Tapi sehabis Autumn 2017, biaya kuliah tidak digratiskan lagi bagi non-EU, tapi kabar baiknya mereka akan menyediakan beasiswa tambahan. Semoga saya bisa menyusul jejak kamu disana ya :)

    BalasHapus
  9. halo bang valka, kebetulan saya awardee lpdp juga. dan saya tertarik lanjut di master of globalisation and education di oulu. Btw, bolehkah share berkas2 yang dikirim ke oulu ( motivation letter, surat rekomendasi, sama pertanyaan seputar test ke 2) ke ahmadfauzisama@gmail.com

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Kak Valka, saya Arif (moharifr@gmail.com). Saya lulusan dari IPB
    kak, saya mau tanya nih... nah, sekarang saya sdg proses mengajukan permohonan beasiswa LPDP ke Aalto univ, dgn konsentrasi Biochemical and Materials Engineering - Biorefining. Hhee...
    Kak, setelah saya baca, ternyata persyaratan dari mereka itu harus bayar utk mengisi formulir dari Aalto admissionnya, harganya lumayan, 1.5jt rupiah. Nah, gini kak, saya minta masukannya dong, terkait step terbaik utk daftar Aalto. :D
    Apakah:
    1. Bayar dan daftar aplikasinya Aalto, kemudian sambil nunggu LoA, dan sambil daftar LPDP
    atau
    2. Nunggu lulus LPDP dulu, baru daftar aplikasi ke Aaltonya, kak?

    Makasih kak, mohon masukannya :). Arif

    BalasHapus
  12. Halo Mas Valka, perkenalkan nama saya Bayu,
    Saya awardee LPDP pk-38 di University of Aberdeen, UK. kebetulan saya mendapatkan kesempatan magang di Oulu, Finland bulan Sept-Nov 2016. Apakah mas Valka sekarang masih berkuliah disana? saya ingin bertanya tanya lebih lanjut mengenai finland. Terimakasih banyak. email saya : bayupermanap@gmail.com.

    BalasHapus
  13. salah!ada 36. saya yang ke 36

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi pas saya tanya masih 35. Pas kamu masuk baru ke-36.

      Hapus
  14. wah terimakasih infonya. mudah-mudahan sih saya bisa nanti kuliah di sana :)

    BalasHapus
  15. hay valand, selalu menginspirasi tulisanmu, di blog dan di facebook. saya selalu mengikuti :) salam

    BalasHapus
  16. Hah cuma 35 orang, dikit ya. Bikin komunitas aja mahasiswa di sana. Biar rindu tanah air terobati. Semoga kepilih ya menerima beasiswa

    BalasHapus

Posting Komentar