Mental Juara

Bahkan... kita pun bisa belajar tentang 'mental juara' dari seorang bayi...

Saat masih bayi, mulanya kita tidak bisa 'ngapa-ngapain'. Jangankan tengkurap, kerjaannya pun hanya tidur telentang saja.
namun karena kita mau belajar, berusaha dan pantang menyerah untuk tengkurap akhirnya kita bisa tengkurap.
Waktu terus berjalan. Sayangnya kita belum bisa merangkak (berangkang).
Namun karena kita mau belajar, berusaha dan pantang menyerah untuk merangkak, akhirnya kita bisa berangkang.

Teman-teman kita yang lain sudah bisa duduk. Naasnya kita belum.
Namun karena kita mau belajar, berusaha dan pantang menyerah untuk bisa duduk, akhirnya kita bisa juga melakukannya.

Begitu juga di saat yang lain sudah bisa berdiri, merembet, berjalan dan juga berlari. Mulanya kita tidak bisa melakukan itu semua. Namun karena saat bayi kita mau belajar, berusaha dan pantang menyerah untuk bisa melakukannya, akhirnya kita pun bisa. Hebat, bukan?

Sayang! Apa yang kita lakukan saat kita masih bayi seringkali kita lupakan saat kita sudah beranjak dewasa. Banyak yang bermental juara ketika masih bayi, namun belum tentu bisa bermental juara juga ketika sudah dewasa.

Belum mencoba sebuah kesempatan, kalah sebelum berperang. Gagal mengikuti sebuah ujian atau kompetisi, akhirnya menyerah. Merasa kemampuan tidak lebih baik daripada teman, akhirnya minder. Dan lain sebagainya.

Entah sudah berapa kali kata 'tidak' yang kita ucapkan padahal sebenarnya jika kita mencobanya dan konsisten melakukannya, kita mampu untuk melakukannya. Sekali dua kali mungkin gak terlalu masalah. Namun kalau menjadi kebiasaan, bukankah secara tidak langsung melemahkan 'mental juara' kita? Bukankah waktu bayi kita 'bermental juara'?

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika bayi-bayi yang sekarang bisa berjalan, berlari bahkan menari dulunya gak pernah berusaha untuk tengkurap, berangkang, duduk, merembet, berjalan bahkan berlari. Mungkin kita tidak akan pernah bisa berjalan hingga sekarang atau justru hanya bisa tengkurap?

The winner is in you. The problem is do you remember when you feel it at first time? :))))

Komentar