Review Hormones The Series Season 1, Realita Pergaulan Remaja Thailand yang Sarat Pesan dan Makna

Belakangan gue lagi demen banget nonton "Hormones The Series". Sebenarnya sih gue udah tahu dari lama tentang drama ini. Namun karena gue enggak tahu akses buat nontonnya dan baru engeh kalau ternyata gue langganan HOOQ dari paket internet Telkomsel yang gue aktifin, gue pun baru sempet nonton Hormones tahun ini deh.

Kebetulan HOOQ menyediakan berbagai film dan drama seri Thailand "Hormones The Series" adalah salah satunya. Sejak itu gue jadi rajin unduh filmnya dari aplikasi HOOQ untuk kemudian gue tonton secara maraton dari satu episode ke episode lainnya hingga akhirnya tamat.
Poster "Hormones The Series" Season I (dok. GTH)
Saking sukanya, gue pun berhasil namatin drama seri yang terdiri dari 13 episode tersebut dalam waktu dua hari yakni dari tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2020. Wow! Sebuah prestasi luar biasa yang gue capai di awal 2020. Wkwkw

Emang tentang apa sih "Hormones The Series"?

"Hormones The Series" adalah drama seri remaja keluaran GTH yang disutradarai oleh Songyos Sugmakanan dan Kriangkrai Vachiratamporn. Lakorn (sebutan sinetron dalam bahasa Thailand) ini merupakan kelanjutan dari film bioskop "Hormones" yang rilis pada 2008 namun alur ceritanya tidak berkaitan sama sekali. Kata "Hormones" sendiri diambil dari kata hormon yang mewakili hormon-hormon yang dialami oleh remaja.

"Hormones The Series" terdiri dari 3 season dimana masing-masing season memiliki 13 episode dan 1 episode pengenalan karakter. Season 1-nya tayang secara perdana pada 18 Mei 2013 dan tamat pada 24 Agustus 2013.

Sesuai dengan genrenya, Hormones bercerita tentang kehidupan anak SMA di Nadao Bangkok College. Eits, tapi jangan kira kalau Nadao Bangkok College itu sekolah biasa loh ya. Nadao Bangkok college itu bukan sembarangan sekolah karena sekolahnya orang-orang berduit. Sekolahnya gede dan banyak fasilitasnya sehingga hanya horang-horang kaya aja yang bisa sekolah di sini.
Poster Hormones The Series Season 1 (dok. GTH)
Jadi jangan bayangin kalau pelajarnya bakal naik angkot atau ngeteng naik kopaja buat sampe ke sekolahan ye. Karena horang kaya, maka mayoritas dari mereka biasanya pergi ke sekolah diantar/jemput sama orang tuanya pakai mobil atau kalau pergi ke mana-mana biasanya naik taksi. Selain itu rumah mereka ini mevvah-mevvah semua. 

Ngomongin soal latar, lakorn (bahasa Thailandnya sinetron) ini berlatar tahun baru ajaran 2012 saat tahun ajaran baru tiba. Di sini kita bakal  diajak kenalan sama 9 dedek-dedek gemesh yang bakal jadi tokoh utama. Mereka ini punya karakter, latar belakang dan kehidupan yang berbeda-beda yang tentunya menarik untuk diikuti.
Para tokoh utama di Hormones Season 1 (dok. GTH)
Karena tak kenal maka tak sayang, berikut adalah 9 tokoh utama di "Hormones The Series: Season 1".

1. Win (Pachara Chirativat/Peach) --- Si Populer

Win Chaichana (dok. GTH)
Nama lengkap: Chaichana Charadchaipracha
Tanggal lahir: 22 Februari 1995 
Kelas: 5/1 (XI-1) 
Teman sekelas: Kwan dan Mhog
Sahabat dekat: Mhog 
Keluarga: ayah

Pertama adalah Win Chaichana. Jika ada pelajar yang populer di Nadao Bangkok School, maka dialah orangnya. Diperankan oleh Peach Pachara yang terkenal dengan perannya di "The Billionaire", Win digambarkan sebagai remaja tampan yang suka tebar pesona ke ciwi-ciwi.

Sayangnya, kelebihan yang ia miliki tidak diimbangi dengan perilakunya. Win hobi banget dalam membuat masalah di sekolahnya dengan melanggar berbagai peraturan yang telah ditetapkan. Ia bahkan enggak takut untuk berdebat dengan guru dan kepala sekolahnya jika ia merasa bahwa dirinya benar.
Pachara Chirativat, pemeran Win (dok. UNICEF)
Yang bikin mengejutkan adalah dengan statusnya yang masih pelajar, Win ternyata juga hobi  melakukan hubungan seksual. Ia bahkan tak segan-segan untuk melakukannya di dalam toilet cowok di sekolahnya. Sprite yang merupakan salah satu dari 9 tokoh utama di season ini adalah salah satu di antaranya.

Kebiasaan buruk lainnya adalah Win juga suka minum minuman alkohol dan clubbing. Selain itu ia juga suka bersikap seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang di sekitarnya yang mengakibatkan banyak orang kesel sama dia.

Jika melihat latar belakang keluarganya, kita mungkin bisa memaklumi kenapa Win bersikap buruk kayak gitu. Hal itu karena ayahnya Win ini kurang memberikan perhatian dan justru malah lebih mementikan menjalin hubungan dengan perempuan lain selepas ibunya tidak ada.

Dengan segala perilaku negatif yang Win lakukan, Win ini orangnya nyebelin. Tapi di sisi lain, gue melihat bahwa justru itulah yang menjadikan cerita di film ini lebih hidup. Gue bahkan merasa filmnya bakal hampa kalau enggak ada Win. Terlepas dari kekurangan yang Win miliki, gue salut karena Win sebenarnya kritis, cerdas dan peduli dengan temannya.

2. Khwan (Ungsumalynn Sirapatsakmetha) --- Si Murid Teladan

Khongkhwan (dok. GTH)

Nama lengkap: Khongkhwan Diloktamsakul
Tanggal lahir: 18 Oktober 1995 
Kelas: 5/1 (XI-1) 
Teman sekelas: Win & Mhog
Sahabat dekat: Sprite 
Keluarga: ayah & ibu

Cantik, aktif dan berprestasi. Itulah deskripsi yang tepat untuk menggambarkan karakter Khwan yang diperankan oleh Pattie yang sempat main di film "Hormones" tahun 2008. Karena pesona yang Khwan miliki, semua guru menyukai Khwan. Mereka bahkan sering mempercayainya untuk menjadi perwakilan murid di acara-acara tertentu. Saat pembacaan doa ketika upacara misalnya.

Sebagai murid teladan, Khwan menjadi panutan bagi teman-teman di sekolahnya untuk menjadi remaja yang menginspirasi. Ia pun termasuk anak yang bercita-cita tinggi karena suatu hari nanti ia kepengen jadi dokter gigi dengan masuk kuliah jurusan kedokteran gigi.
Pattie Ung Sira, pemeran Khwan
Khwan adalah gambaran cewek dengan paket lengkap. Udah cantik, pinter, berbakat dan disenangi banyak orang, apalagi yang kurang dari dirinya? Hidupnya pun bahagia bersama ibu dan ayahnya. Kalau gue bersekolah di Nadao Bangkok School, gue rasa gue juga bakal kepincut sama dia.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, rasanya enggak ada kekurangan sama sekali yang Khwan miliki.  Ia bahkan sampai dijuluki sebagai "Nona Sempurna" oleh teman-teman sekolahnya karena selalu memiliki catatan akademis yang bagus.

Namun ternyata hidupnya enggak sesempurna yang ia citrakan. Ketidaksiapan dalam menghadapi kejutan dalam hidup akhirnya mencederai citra positif yang selama ini melekat pada dirinya.

Khwan adalah karakter favorit gue di Hormones. Selain sering berbeda pendapat dengan Win, ia diceritakan pernah berteman dekat dengan Sprite namun karena satu dan lain hal, mereka tak lagi saling bicara.

3. Tar (Gunn Junhavat) --- Si Gitaris

Tar, diperankan oleh Gunn Junhavat (dok. GTH)
Nama lengkap: Olan Tantiwongphaiboon
Tanggal lahir: 21 Oktober 1995
Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Toei & Phai  
Keluarga: Ayah, ibu & 1 kakak laki-laki

Inilah karakter ketiga yang muncul di Hormones The Series 1. Dialah Tar yang diperankan oleh Gunn Junhavat yang juga beradu akting dengan Peach Pachara di "Suckseed".

Tar ini suka banget yang namanya musik. Selain jago bermain gitar, dia juga pinter banget ngarang lagu. Makanya begitu "See Scape", grup band di sekolah ngadain audisi untuk gitaris, dia antusias banget buat ikutan.

Tar beruntung karena hidup bersama keluarga yang harmonis. Ia tinggal bahagia bersama kedua orang tua dan seorang saudara laki-lakinya.
Gun Junhavat, pemeran Tar
Lucunya, karena postur tubuh Tar jauh lebih pendek, sang ibu sering menggodanya. Ia bahkan sering menyuruhnya untuk minum susu agar tinggi badannya bertambah dan membicarakan Tar ketika teman-temannya makan malam di rumahnya.

Untuk urusan percintaan, Tar tertarik dengan Toei yang duduk di sebelahnya di kelas. Bagaimana ia menjalin hubungan dengan Toei menjadi fokus yang diceritakan di "Hormones".

Selain Khwan, Tar adalah karakter favorit gue yang lain. Gue suka dengan karakternya yang asik, mudah bergaul dengan siapa saja, enggak neko-neko dan juga tulus dengan teman-teman terdekatnya.

4.Toei (Sutatta Udomsilp/Punpun) --- Si Ramah

Toei (dok. GTH)
Nama lengkap: Thaneeda Kamolpaisarn
Tanggal lahir: 17 September 1995
Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Toei & Phai
Keluarga: ibu

Toei adalah anak semata wayang. Ia hanya tinggal berdua bersama ibunya yang merupakan seorang orang tua tunggal (single parent). Demi memenuhi kehidupannya, Ibu Toei menjalankan bisnis kue mangkuk (cupcake).

Toei anak yang baik dan sayang dengan ibunya. Tak hanya rajin membantu ibunya membuat cupcake, ia juga suka memberikan teman-temannya kue mangkuk buatan ibunya.

Enggak tahu kenapa gue kasihan sama Toei. Soalnya Toei enggak punya temen cewek yang deket khususnya di kelasnya sendiri. Dibandingkan dengan teman cewek, Toei justru lebih mudah akrab dan dekat dengan cowok sehingga mayoritas teman ngobrolnya adalah cowok.
Suttata Udomsilp, pemeran Toei
Sebenarnya ada sih geng ciwi-ciwi di kelasnya 4 orang yang suka rumpi yang suka ngajak Toei. Tapi geng tersebut hanya berpura-pura untuk berteman dengannya. Toei pun seolah tersisihkan karena mereka sering tidak menganggap Toei ada dan bahkan berperilaku yang buruk. Meski begitu, Toei enggak begitu peduli dan enggak pernah membalas perbuatan mereka.

Adanya jarak antara Toei dengan teman-teman ciwinya secara tak langsung membuatnya jadi lebih dekat dengan Tar yang duduk di sebelahnya. Sejak itu Toei pun berusaha memahami dunia yang "Tar" miliki.

Toei diperankan oleh Suttata Udomsilp yang ternyata juga beradu akting dengan pemeran Win, Tar dan Phai di film "Suckseed". Toei adalah karakter favorit gue. Selain karena dia disisihkan dari temen-temen ciwi di kelasnya, gue menyukai Toei karena ia punya inner beauty yang terpancar.

5.  Mhog (Sirachuch Chientaworn/Michael) --- Si Kalem

Mhog
Nama lengkap: Thavit Chaowakornkul
Tanggal lahir: 20 Agustus 1995
Kelas: 5/1 (XI-1)
Teman sekelas: Win & Khwan
Keluarga: ayah & 1 adik perempuan

Di sekolah kalian pasti ada dong anak yang kalem? Nah, begitu pun di Nadao Bangkok College. Namanya Mhog. Sebenarnya enggak kalem-kalem banget juga sih. Tapi di antara 9 tokoh utama di Hormones, Mhog ini yang pembawaannya paling tenang dan tertutup dibandingkan yang lain.

Karakter Mhog diperankan oleh Michael alias Sirachuch Chientawon. Sebelum main di "Hormones The Series", Michael juga pernah bermain di Hormones versi film bioskop dan beradu akting dengan Pattie.

Sama kayak Tar, Mhog juga punya kesenangannya sendiri. Kalau Tar suka sama musik, Mhog ini justru suka sama dunia fotografi. Maka dari itu ia selalu membawa kamera kemanapun, termasuk ketika masuk sekolah. 
Shirachuch Chientaworn, pemeran Mhog
Namun meski jaman udah modern, ia justru lebih suka kamera analog yang fotonya enggak bisa dihapus dan harus dicuci terlebih dahulu kalau mau lihat hasilnya. Berbagai objek difotoin, mulai dari pemandangan, pedagang bahkan juga teman-temannya sendiri.

Selepas ibunya meninggal, Mhog hanya tinggal bertiga bersama ayah dan adik perempuannya. Mhog bercita-cita untuk masuk jurusan seni komunikasi namun sayangnya sang ayah menentangnya dan ingin agar ia mengambil jurusan akuntansi.

6. Sprite (Supassara Tanachat/Kao) --- Si Penyuka Kebebasan

Sprite (dok. GTH)
Nama Lengkap: Sutthanut Suchintara 
Tanggal lahir: 21 Desember 1995
Kelas: 5/2 (XI-2)
Teman sekelas: Phu 
Sahabat dekat: Khwan

Sprite adalah karakter yang menyukai kebebasan. Dia sebenarnya enggak jauh berbeda dengan Win dalam versi cewek karena sama-sama suka tebar pesona ke lawan jenis dengan paras rupawan yang mereka punya.
Bisa dibilang, Sprite ini adalah seorang fakgirl. Padahal dia udah punya pacar yang tak lain adalah alumnus dari sekolahnya sendiri, namun Sprite malah jadi cewek kegatelan. Dia "mauan" aja kalau diajak kenalan sama cowok. 

Parahnya lagi, di usianya yang masih berstatus sebagai pelajar, ia telah berani berhubungan intim dengan lawan jenis dan bahkan berani melakukannya di lingkungan sekolah. Enggak sekali dua kali, namun berkali-kali. Salah satunya adalah bersama Win.

Waktu pertama kali mengenal Sprite di Hormones, jujur gue kurang suka dengan sifatnya. Jadi cewek kok gampangan banget. Tapi karena gue sadar bahwa ini film Thailand, gue enggak bisa menghakiminya karena budaya pergaulan Thailand dan Indonesia pasti berbeda, terutama yang menyangkut dengan hubungan seks di luar nikah.
Supassara Thanachat, pemeran Sprite
Selain itu jika melihat latar belakang keluarganya, masuk akal kenapa Sprite kayak gitu. Soalnya Sprite hanya tinggal berdua bersama ibunya di apartemen dan itu pun mereka jarang ketemu karena ibunya sibuk bekerja. Selain itu gue rasa emaknya juga mendidik anaknya dengan kebebasan hidup sehingga menjadikan Sprite seperti itu. Tapi balik lagi, Hormones itu film Thailand. Jadi kadar benar atau salahnya jelas enggak bisa disamakan dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh Indonesia.

Terlepas dari perilaku negatifnya Sprite, ada hal yang patut kita teladani dari dirinya. Sprite termasuk anak yang setia kawan dan mudah melupakan keburukan yang dilakukan oleh orang lain. 

Sprite diperankan oleh Supassara Thanachat alias Koi yang ternyata pernah beradu akting dengan pemeran Phai dan pemeran Phu dalam film "The Swimmer".

7. Phai (Thanapob Leeratanakajorn/Tor) --- Si Temperamental

Phai (dok. GTH)
Nama lengkap: Phonlawat Lhaokunnapat
Tanggal lahir: 4 Agustus 1995
Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Tar & Toei 
Keluarga: ayah, ibu & kakak perempuan

Berikutnya ada Phai yang diperankan oleh Tor, seorang aktor yang pernah beradu akting dengan pemeran Sprite dan Phu di film "The Swimmer".

Phai adalah gambaran anak bangor yang ada di sekolah. Enggak cuman hobi bolos saat upacara dan suka merokok secara diam-diam di lingkungan sekolah aja, ia juga temperamental sehingga ia mudah berantem dengan orang sebayanya, terutama ketika pacar temannya yang tak lain adalah Sprite digoda oleh anak dari SMA lain.

Namun ini bisa dimaklumi karena Phai masuk dalam lingkungan pertemanan yang lebih mendahulukan bertindak sebelum berpikir. Atas nama solidaritas, Phai pun tak segan-segan untuk melakukan apa yang menurutnya benar meskipun lewat kekerasan kepada orang yang mengganggu sahabat-sahabatnya.

Selain dari segi emosi, kekurangan Phai juga terlihat dari sisi akademik. Ia termasuk orang yang lamban dalam mencerna pelajaran sehingga harus diajarin oleh Sprite terlebih dahulu agar ia dapat mengerti.

Phai bukanlah karakter favorit gue. Tapi hadirnya Phai turut memberi warna di drama seri "Hormones The Series". Meskipun ia bandel, gue salut karena ia tak pernah melawan orang tuanya ketika diomelin dan sebenarnya tipe yang penyayang.

8. Phu (Chutavuth Pattarakampol/March)

Phu (dok. GTH)
Nama lengkap:  Phoobed Pattarakamporn
Tanggal lahir: 24 Februari 1995
Kelas: 5/2 (XI-2)
Teman sekelas: Sprite
Sahabat dekat: Thee
Keluarga: ayah, ibu & 1 adik laki-laki   

LGBT adalah isu yang tabu di dunia. Namun ternyata Hormones justru berani menampilkan isu tersebut. Melalui karakter Phu, Hormones seakan memberi tahu kepada penonton bahwa kita pun enggak boleh menutup mata bahwa pergaulan remaja tak terlepas dari isu orientasi seksual.

Phu diperankan oleh Chutavuth Pattarakampol. Ia merupakan pemain saxophone di grup marching band di sekolahnya. Di sana ia berteman baik dengan Thee yang juga merupakan seorang pemain saxophone.

Seiring bersamanya mereka di setiap kesempatan akhirnya membuat pertemanan mereka menjadi makin rumit. Phu mencintai Thee yang seorang laki-laki dan begitu pun sebaliknya.
Chutavuth Pattarakampol, pemeran Phu
Awalnya sih Phu enggak pernah mempermasalahkannya. Namun karena ia merasa bahwa itu enggak wajar, ia pun mulai mengontrol diri agar tidak memiliki perasaan lebih lagi kepada Thee. Konflik pun semakin kompleks karena tiba-tiba ia mulai menyukai Toei namun di sisi lain ia tidak ingin menyakiti perasaan Thee.
Dari segi keluarga, Phoo termasuk beruntung karena hidup di keluarga yang lengkap bersama ayah, ibu dan adik laki-lakinya. Yang gue salut, ibunya ini perhatian dan senantiasa mendukung apapun yang terbaik untuk anaknya.

9. Dao (Sananthachat Thanapatpisal/Fon) --- Si Kenak-kanakan

Dao (dok. GTH)
Nama lengkap: Duddao Chamradpaisarn
Tanggal lahir: 18 Maret 1997
Kelas: 4/1 (X-1) 
Teman sekelas: -
Sahabat dekat: Koi & Elle 
Keluarga: ayah & ibu 

Tokoh utama terakhir yang enggak kalah menarik untuk dibahas adalah Dao. Pertama kali gue melihat Dao di Hormones, kok kayak gak asing ya. Gue merasa familiar gitu sama mukanya. Setelah diinget-inget, gue pun engeh kalau ternyata Dao diperankan oleh Fon yang pernah main jadi cewek alay bernama Gob di ATM The Series. Pantesan mirip!
 
Dao adalah anak semata wayang. Sesuai dengan karakter wajahnya yang imut dan kelihatan childish, dia ini anak yang polos yang suka banget sama Hello Kitty. Ia mendambakan kisah cinta sejati dari seorang pria, sampai-sampai sering berimajinasi apa jadinya jika ia hidup bahagia bersama pria yang dicintainya.

Di balik sifatnya yang kekanak-kanakan ternyata Dao adalah anak yang berbakat. Ia memiliki passion dalam menulis dan menggambar. Ia sering mencurahkan isi pikirannya ke dalam blog dan ternyata dibaca oleh banyak orang. Selain itu ia juga sering menggambar orang di kertas. Beruntung ia punya dua orang sahabat, Koi dan Elle yang senantiasa mendukung apa yang ia lakukan.
Sananthachat Thanapatpisal, pemeran Dao
Berbeda dengan murid lain, Dao memiliki keistimewaan. Ibunya merupakan orang yang berpengaruh di sekolah karena berstatus sebagai ketua komite perwakilan murid Nadao Bangkok School. Sayangnya, tak jarang ia mesti berkonflik dengan sang ibu karena ibu Dao adalah orang tua yang protektif sehingga Dao merasa tak bebas dalam menentukan pilihannya.

Sebagai adek kelas yang ada di tingkatan terendah SMA, Dao jarang sekali berhubungan dengan 8 tokoh utama lainnya yang merupakan seniornya. Jika 8 tokoh utama lainnya saling berkaitan, Dao justru seolah punya kisahnya sendiri di "Hormones The Series: Season 1".


Nah, itulah dia 9 tokoh utama yang main di "Hormones The Series: Season 1". Menariknya, hampir semua judul episode pada drama seri ini menggunakan nama-nama hormon yang mewakili gejolak perasaan yang dialami oleh masing-masing tokoh, mulai dari testosteron, dopamin, bahkan hingga endorfin secara bergantian.
(dok. wikipedia)
Terdapat banyak tokoh di Hormones The Series. Meski begitu enggak perlu khawatir karena penulis cerita ini cukup adil dalam membagi masing-masing peran sehingga kita tidak akan bingung dalam mengikuti alur ceritanya.

Berbeda dengan sinetron remaja yang biasanya hanya berfokus pada cinta-cintaan aja, menurut gue Hormones lebih dari itu. Di samping menampilkan realita pergaulan remaja (Thailand), Hormones juga sarat akan pesan dan makna yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita, mulai dari percintaan, persahabatan, cinta orang tua dan bahkan tentang impian.

Menurut gue, Hormones adalah sebuah drama seri remaja Thailand terbaik yang pernah gue tonton selama ini. Gue berharap sineas Indonesia dapat menciptakan drama seri remaja sebagus ini.

Komentar

  1. Ku baru ngeh klo Win sama Tar pernah main di suckseed pantesan familiar mukanya.
    Wkwkwkw...yang dao juga ternyata main di ATM ya...🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka, Win bahkan juga main di "The Billionaire". Tuls, Dao main di ATM The Series tp jd cewek yg oon gitu wkwk

      Hapus

Posting Komentar