Ini Dia 5 Langkah Mudah Ciptakan Sanitasi Aman demi Dunia yang Lebih Baik!

Tanggal 19 November 2019 kemarin adalah momen penting bagi para masyarakat dunia. Itu karena tanggal tersebut adalah Hari Toilet Sedunia. Saya sendiri bahkan baru mengetahuinya belum lama ini.

Hari Toilet Sedunia adalah hari yang ditetapkan oleh World Toilet Organization sejak 2001, namun penetapan resminya baru terlaksana pada 24 Juli 2013. Hari ini diperingati untuk mengingatkan tentang betapa pentingnya akses sanitasi pada masyarakat dunia namun sayangnya masih banyak yang belum mendapatkan akses dengan baik.
(dok. holidayscalendar.com)
Setiap tahunnya Hari Toilet Sedunia mengusung tema yang berbeda-beda. Khusus 2019, Hari Toilet Sedunia mengusung tema "Leaving No One Leave Behind". Tema ini diangkat karena berkaitan dengan janji utama dari agenda pembangunan berkelanjutan 2030 (2030 Agenda for Sustainable Development).

Tercatat ada 673 juta penduduk dunia yang belum memiliki akses sanitasi yang baik. Sementara di Indonesia sendiri, 82% penduduknya mengalami kesulitan dalam mengakses air perpipaan. Sekitar 100 ribu anak meninggal dunia setiap tahunnya karena diare. Hiks, sedih ya :(

Pentingnya sanitasi pada setiap orang tentu enggak boleh disia-siakan begitu saja. Nah, dalam rangka memperingati momen tersebut maka USAID IUWASH PLUS berkolaborasi dengan PD PAL JAYA mengadakan temu blogger/vlogger bertemakan "Kapan Sanitasi Aman" pada 19 November 2019 di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Pusat.
(dokpri)
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pembicara kompeten yakni Ika Fransisca selaku Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Perilaku USAID IUWASH PLUS, DR. Subekti selaku Direktur Utama PD PAL Jaya dan Zaidah Umami selaku sanitarian Puskesmas Kecamatan Tebet.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berupa talkshow yang membahas tentang apa itu sanitasi dan seperti apa akses sanitasi yang baik saja. Namun ada pula kunjungan ke kawasan pemukiman di daerah Tebet. Seketika saya terkejut karena ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum terbebas dari akses sanitasi yang baik.

Namun kita enggak perlu khawatir. Sebagai masyarakat, kita bisa turut ambil bagian dalam mengatasi masalah sanitasi.  Ini dia 5 langkah mudah yang bisa kita lakukan untuk menciptakan lingkungan sanitasi yang aman!

1. Dimulai dari diri sendiri, buanglah mantan sampah pada tempatnya

Ini dia langkah mudah pertama yang bisa kita lakukan minimal dari diri sendiri. Yap, apalagi kalau bukan membuang mantan sampah pada tempatnya!

Kak Zaidah Umami, sanitarian dari Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Pusat menjelaskan bahwa sampah erat banget kaitannya dengan sanitasi. Hal itu dikarenakan sampah yang dibuang secara sembarangan dapat mencemari lingkungan yang berakibat pada timbulnya berbagai masalah.

Selain bisa menyebabkan banjir, pencemaran lingkungan akibat sampah juga dapat menyebarkan berbagai penyakit berbahaya. Mulai dari infeksi cacing tambang, demam tifoid, kolera, tetanus dan bahkan hingga diare! Hiii... ngeri kan?

Meski jaman sekarang udah modern, sayangnya masih banyak masyarakat kita yang punya kebiasaan buruk seperti ini. Jangankan di desa, di kota-kota besar yang akses pendidikan dan informasinya lebih mudah saja masih banyak kok masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan!

Data dari Kementerian Kesehatan pada 2018 menyebut bahwa hanya 20% dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Itu artinya, dari 262 juta jiwa penduduk, hanya sekitar 52 juta saja yang sudah memiliki kesadaran akan kebersihan dan kesehatan. Wow!

Nah, karena masih minim angka masyarakat yang sadar, maka kita enggak bisa tinggal diam begitu saja. Dimulai dari diri sendiri, saatnya kita ambil tindakan dalam menciptakan lingkungan sanitasi yang aman sesimpel membuang sampah pada tempatnya.

2. Jadikan cuci tangan dengan sabun sebagai kebiasaan 

Mencuci tangan dengan sabun, salah satu langkah termudah dalam menciptakan lingkungan sanitasi yang aman (dok. medicalnewstoday.com)
Setiap hari kita pasti makan. Begitu pun dengan buang air.  Namun apakah mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas tersebut telah kita lakukan? Ayo diingat-ingat, bisa jadi kita sering lupa dalam melakukannya!

Kelihatannya mungkin sepele. Namun justru inilah salah satu upaya termudah yang bisa kita lakukan dalam mewujudkan lingkungan sanitasi aman, minimal untuk diri kita sendiri. Tak bisa dipungkiri, kuman dan bakteri penyebab penyakit ada dimana-mana. Apalagi kalau kita berada di luar atau di tempat yang tidak kita ketahui higienitasnya, wah makin rentan deh!

Maka dari itu upaya preventif penting untuk dilakukan. Selain mencuci tangan dengan sabun yang ada di toilet, kita juga bisa melakukannya dengan mempersiapkan hand sanitizer yang mudah dibawa kemana-mana.

Lalu kapan saja saat yang tepat untuk melakukannya? Nah, berikut adalah saat-saat yang dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun!
  • Sebelum dan setelah makan
  • Setelah buang air
  • Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh lain seperti ingus, air liur, muntah dan kotoran hidung
  • Setelah menggunakan kendaraan
  • Setelah menggunakan fasilitas umum 
Kapanpun dan dimanapun, higienitas patut kita perhatikan. Menjadikan cuci tangan dengan sabun sebagai kebiasaan adalah kuncinya. 

3. Rutin membersihkan kamar mandi

 Membersihkan kamar mandi, kegiatan sanitasi yang seharusnya rutin dilakukan (dok. ahs.com)
Selain membiasakan diri dengan mencuci tangan pakai sabun, langkah mudah berikutnya yang bisa kita lakukan dalam menciptakan lingkungan sanitasi yang aman adalah membersihkan kamar mandi secara rutin. 

Bersihkan apa saja, mulai dari bak, toilet, wastafel, pancuran alias shower bahkan hingga dinding dan lantai kamar mandi. Bersihkan semua peralatan yang ada di kamar mandi terutama pada bagian yang sering kita sentuh. Gunakan pembersih khusus untuk membunuh kuman-kuman yang ada di dalam kamar mandi, minimal satu bulan sekali.

4. Menjaga kebersihan diri

Selanjutnya adalah menjaga kebersihan diri. Yang dimaksud dengan menjaga kebersihan diri tidak semata rutin mandi setiap harinya loh ya, namun juga mencakup perilaku kebersihan lainnya. 

Misalnya, pastikan pakaian yang kita kenakan itu bersih. Perhatikan kuku-kuku yang kita miliki. Jika sudah panjang dan bahkan kotor, potonglah secara berkala. Jangan jajan sembarangan. Pastikan makanan dan minuman yang hendak kita konsumsi itu bergizi.

5. Melakukan penyedotan tinja secara berkala

PD PAL JAYA menyediakan layanan penyedotan tinja bagi masyarakat Jakarta (dokpri)

Teman-teman pernah dengar tentang sedot tinja? Wah, pastinya sudah familiar dong! Info ini biasanya sering kita dapatkan melalui brosur-brosur yang sering ditempel di tiang-tiang listrik.
Sebelumnya saya beranggapan bahwa kegiatan ini hanya dilakukan jika WCnya mampet saja. Namun ternyata anggapan saya salah. Lewat kunjungan ke kawasan pemukiman di Tebet dalam acara yang diadakan oleh USAID IUWASH PLUS dan PD PAL JAYA beberapa waktu lalu, saya akhirnya jadi tahu tentang tujuan sedot tinja atau sedot WC itu yang sebenarnya. Ternyata kegiatan tersebut tidak semata dilakukan untuk mengatasi WC mampet, namun untuk mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Wow!

Kenapa? Soalnya penyedotan tinja itu memiliki berbagai manfaat. Mulai dari pengurangan pencemaran bakteri e-coli di tangki septik, mencegah kemampetan bahkan hingga mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Pak Subekti dari PD PAL JAYA menyarankan bahwa setiap keluarga yang telah memiliki tangki septik (septic tank) untuk melakukan penyedotan tinja di rumahnya secara berkala. Setiap rumah mungkin memiliki waktu yang berbeda-beda, namun biasanya minimal 2-3 tahun sekali.

Di PD PAL JAYA sendiri, terdapat teknologi bernama PAL-Andrich Tech. Berkat teknologi tersebut, limbah tinja akan diubah menjadi air yang lebih ramah lingkungan. Bukan sebagai air minum, namun untuk digunakan untuk flushing toilet dan cooling water.  Dengan begitu, maka tak hanya kualitas limbah saja yang diperoleh namun juga efisiensi waktu juga bakal didapatkan!

Menariknya, penyedotan tinja dari septik tank ini tidak boleh dilakukan sampai 100% habis lho,  namun harus disisakan sedikit. Hal itu dikarenakan bakteri e-coli bertugas mengolah tinja di dalam tangki septik. Jika bakterinya habis, maka kotoran yang baru akan lama lagi membentuk bakteri dan akan memakan waktu hingga 3 bulan. Jadi jika tangki septiknya disedot sampai habis, maka tangkinya justru akan cepat penuh.

Jika berminat, teman-teman bisa menghubungi PD PAL Jaya di www.paljaya.com dan nomor telepon (021)8354252 / 8354253. Hanya dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp165ribu hingga Rp330ribu (termasuk pajak), kita pun sudah bisa membersihkan limbah tinja yang ada di tangki septik rumah kita.  Untuk saat ini PD PAL JAYA baru bisa menangani layanan penyedotan tinja di daerah DKI Jakarta saja. Namun ke depannya bukan tak mungkin layanannya akan diperluas ke Jabodetabek dan bahkan daerah-daerah lainnya.


Nah, itulah 5 langkah mudah yang bisa kita lakukan dalam menciptakan lingkungan sanitasi aman. Pada akhirnya, sanitasi bukan hanya soal diri sendiri saja, tapi soal bagaimana kita memikirkan orang lain dan berkolaborasi bersama demi dunia yang lebih baik. Bagaimana pun, pemenuhan akses sanitasi yang baik adalah hak semua orang.

Komentar

  1. Hal yang sangat dekat dengan kita sebenarnya urusan sanitasi ini, makanya sebisa mungkin untuk memastikan apakah sudah aman atau belum. Oleh karenanya Kuy pastikan bahwa sanitasi di lingkungan kita sudah aman 👍

    BalasHapus
  2. Ku pikir sedot tinja itu kalau wc nya mampet. Ternyata anggapan itu salah ya. Baru sadar kalau septic tanknya mungkin udah kelebihan dan bakal rembes ke tanah sekitar. Bahaya juga jadi sebarin e coli ke mana-mana.

    BalasHapus

Posting Komentar