Smart Citizen Day 2019, Ketika 'Smart City' Tak Lagi Mustahil

Sekarang jamannya era digital. Mau naik ojek, pesannya lewat aplikasi. Mau belanja, transaksinya lewat toko online. Mau mesen makanan, juga lewat aplikasi. Rasanya banyak hal yang dulu dilakukan secara konvensional, kini dilakukan lewat internet. Enggak bisa dipungkiri bahwa 'internet of thing' telah menjadi keseharian dari masyarakat.

Kecanggihan teknologi dan berkembangnya era digital adalah suatu hal yang positif dan patut kita apresiasi. Berkat hadirnya teknologi tersebut masyarakat dapat lebih mudah dan cepat dalam melakukan sesuatu. Selain itu teknologi juga menjadi indikator dari maju atau tidaknya suatu negara.

Namun sayangnya, belum semua masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada. Bagaimana pun bukan hanya tugas pemerintah saja dalam membangun negeri. Masyarakat juga turut berkontribusi besar.
Pembukaan Smart Citizen Day oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (dok. Qlue)
Oleh karena itu, dalam rangka mengembangkan kota-kota di Indonesia menjadi kota cerdas alias smart city, Qlue bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan acara "Smart Citizen Day 2019".

Ini adalah kali pertama Qlue mengadakan acara Smart Citizen Day sejak berdiri pada 2016. Smart Citizen Day perdana sendiri dilaksanakan pada Kamis, 28 Maret 2019 di The Opus Grand Ballroom, Jakarta. Sekitar 1.500 'smart citizen' dan lebih dari 20 pembicara dari pemerintah dan pemimpin bisnis tercatat hadir dalam acara ini.
Qlue, perusahaan rintisan asal Jakarta penyelenggara Smart Citizen Day 2019 (dokpri)
Enggak ingin ketinggalan dengan yang lain, saya pun turut hadir bersama beberapa teman dalam acara tersebut. Sebenarnya ada banyak rangkaian acara yang dapat kita ikuti dari pagi hingga sore. Temanya pun beragam. Namun saya sendiri baru bisa menghadirinya kegiatan ini pada siang hari. Salah satu sesi favorit yang saya ikuti adalah sesi diskusi dengan tema "Bermedia di Era Digital: antara Tantangan dan Peluang.".
Suasana Smart Citizen Day 2019 (dokpri)
Menurut saya tema ini menarik untuk diikuti. Selain karena saya suka mengikuti perkembangan media, para pembicara yang hadir juga merupakan orang-orang yang berkompeten di bidang media. Mereka adalah Hugo Diba sebagai CEO Kumparan, Edi Taslim sebagai CEO Kaskus, Karaniya Dharmasaputra sebagai pendiri dan ketua Bareksa dan perwakilan dari Vivanews serta Rama Mamuaya sebagai CEO Dailysocial.id. Saya berpikir bahwa sesi ini adalah sesi yang paling pas untuk saya ikuti.

Apa Kata Media tentang Era Digital?

Sebagai seorang netijen, selama ini saya sebatas mengakses informasi dari media digital saja. Ada informasi, saya ketahui. That's it. Sebatas itu saja. Namun saya tidak tahu tentang apa pandangan dan bagaimana orang-orang di media itu menghadapi era digital yang sedang berkembang pesat ini.

Beruntung, setelah mengikuti sesi diskusi tentang bermedia di era digital dalam Smart Citizen Day 2019, saya jadi tahu berbagai hal tentang pandangan media itu sendiri dalam mempertahankan eksistensinya di era digital. Tak bisa dipungkiri, persaingan media digital begitu sengit sehingga tiap media harus memiliki cara agar dapat terus eksis namun tetap memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

CEO Kumparan Hugo Diba berbagi cerita kepada para hadirin bahwa Kumparan memiliki dua poin penting dalam menjawab tantangan dan peluang dalam bermedia di era digital. Dua poin itu adalah excellent journalism dan excellent technology. Kumparan merekrut para jurnalis terbaik dari para jurnalis terbaik di bawah teknologi yang mumpuni. 
CEO Kumparan Hugo Diba saat memberikan penjelasan dalam Smart Citizen Day 2019 (28/3/19) (dokpri)
Hugo Diba bertutur bahwa teknologi amat membantu Kumparan dalam memperoleh berita. Hal itu dikarenakan teknologi adalah keseharian bagi media. Oleh karena itu Kumparan mengembangkan algoritma. Bagaimana mereka dapat menyampaikan konten baik dan berkualitas kepada masyarakat menjadi kunci utamanya. Berkat upaya tersebut ia mengaku bahwa Kumparan telah memperoleh hasil 4 kali lipat lebih baik dibandingkan media lain.

Tak jauh berbeda, ternyata Kaskus pun sebelas dua belas dalam hal teknologi. CEO Kaskus Edi Taslim menyampaikan bahwa untuk dapat terus berkembang sebagai media digital, Kaskus yang telah berusia 20 tahun ini terus mengembangkan teknologi AI (Artificial Intelligence). Kaskus juga mengembangkan beberapa teknologi lainnya sembari menuntaskan PRnya untuk mengembalikan Kaskus seperti semula sebagai forum diskusi dan berkumpulnya orang-orang dalam hobi dan minat yang sama.

Sementara itu Rama Mamuaya dari Dailysocial.id beranggapan bahwa meski jaman telah berganti dari era konvensional ke digital, kebutuhan manusia akan informasi akan selalu ada dan tidak akan berubah. Oleh karena itu Dailysocial akan berusaha bijak dalam menanggapi algoritma yang ada. Dailysocial tidak ingin sembarangan dalam menindaklanjuti algoritma yang ada. Bagi mereka adalah yang penting algoritma berita tersebut adalah tetap relevan untuk masyarakat dan memiliki kualitas informasi yang baik.
Pemberian cindera mata dari penyelenggara kepada para narasumber dalam sesi "Bermedia di Era Digital" dalam Smart Citizen Day 2019 (dokpri)
Saya amat menikmati sesi diskusi tentang bermedia di era digital. Saking enjoynya, bahkan sampai tak terasa bahwa acaranya telah selesai. Dari acara tersebut ada banyak wawasan dan informasi baru yang saya dapatkan. Intinya adalah media dan teknologi adalah satu kesatuan. Mereka tidak bisa dipisahkan. Bagaimana masing-masing media terus mengembangkan teknologi masing-masing menjadi kuncinya karena itulah salah satu komponen penting dalam mengimplementasikan 'smart city' dan 'smart citizen' di Indonesia.

Sesuai dengan tujuan dari acara Smart Citizen Day 2019, saya berharap acara ini dapat menjadi gerbang bagi kota-kota besar di Indonesia untuk bertransformasi sebagai kota yang akrab dengan kecanggihan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat. Dengan begitu, kita akan bangga karena 'smart city' bukan lagi hal mustahil di Indonesia.
Saya bersama Qluebi dan Gani, siap mendukung terwujudnya smart city bersama Qlue (dok. Sam Azhar)

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Ya ampun itu aku salah fokus sm Qluebi dan Gani deh..wkwkwk..
    Ternyata perkembangan nya saat ini pesat banget ya sampai sudah menggunakan Artificial intelligence. Mantul!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lucu ya ikon dari Qlue wkwk iya ka makanya kalau kita gak ngikutin teknologi kita bisa ketinggalan jaman.

      Hapus

Posting Komentar