"Dos" dan "Don'ts" bagi Blogger

Ilustrasi 'Dos' dan 'Donts' (dok. millionairedatingguide.com)
Saya telah aktif menjadi blogger sejak 2010. Namun saat itu baru sebatas menulis dan ikut lomba menulis saja. Boro-boro meliput terus dapet duit, datang ke acara-acara yang berkaitan dengan dunia blogger pun enggak pernah! Saya sendiri justru baru menjadikan blogger sebagai profesi yang datang ke berbagai acara untuk meliput dan mendapatkan 'materi' sejak pertengahan 2016.

Walau baru dua tahun menyelami dunia blogger sebagai profesi, sedikit banyaknya saya sudah tahu tentang bagaimana dunia blogger itu sendiri. Dari pengalaman-pengalaman itu saya belajar bahwa siapapun bisa menjadi blogger. Namun untuk menjadi blogger yang baik dan berkualitas, tidak bisa terjadi begitu saja karena ada syarat dan hal-hal yang harus dipenuhi.

Sebagaimana profesi lainnya, seorang blogger juga harus memiliki etika saat bekerja. Bagaimana pun ada aturan tak tertulis tentang apa yang harus dilakukan (dos) dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan (don'ts). Sayangnya, tidak sedikit blogger yang lupa akan hal-hal tersebut. Alih-alih menjalankan profesi, seorang blogger justru merusak citra blogger itu sendiri. Hiks.

Nah, sebagai bentuk kepedulian dan pengingat kepada sesama blogger, inilah dos dan don'ts yang sebaiknya atau tidak sebaiknya dilakukan bagi blogger khususnya saat mereka hadir dalam suatu acara. Dos dan don'ts ini saya tulis berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah saya alami. Apa sajakah itu? Cekidot!

Dos

1. Berpakaianlah dengan sesuai
Blogger adalah sebuah profesi yang baik. Namun yang saya sayangkan adalah sebagian besar datang ke sebuah acara dengan kurang memperhatikan penampilan. Dalam hal ini maksudnya adalah mengenakan pakaian yang kurang sesuai.

Kurang sesuai enggak berarti harga pakaiannya murah loh ya. Kurang sesuai di sini berarti kurang pantas atau seharusnya ada yang lebih baik daripada itu. Kalau saya sih mikirnya saat menjalani profesi sebagai blogger, kita tidak ingin dipandang sebelah mata kan? maka lakukanlah sebaik mungkin. Salah satunya dari segi pakaian yang kita pakai saat menghadiri acara.

Jika acara tersebut mengharuskan kita datang dengan dress code atau kode pakaian tertentu, maka datanglah sesuai dress code tersebut. Misalnya DCnya batik, maka datanglah dengan batik. DCnya formal, maka juga datanglah dengan pakaian formal. Intinya jangan saltum alias salah kostum.

Kalau acara bloggernya enggak memiliki dress code tertentu alias bebas, tetap saja kita harus menyesuaikan. Makai kaos dan celana jeans tentu saja boleh dan enggak dilarang, namun pastikan kita memakai kaos dan celana jeans terbaik yang kita punya. Jauhi pakaian yang udah boeloex-boeloex dan kumel atau kiranya kurang sedap dipandang. Enggak berarti pakaiannya harus baru atau mahal, tapi seenggaknya masih pantas. Biasakan juga pakai sepatu. 

Saya sendiri punya banyak kaos yang udah kurang bagus alias udah mulai boeloex (misalnya warnanya udah pudar, kerah kaosnya udah melar). Tapi saya enggak pernah mau memakainya saat mengikuti acara blogger. Saya hanya memakainya ketika berada di rumah aja karena beranggapan memakai pakaian seperti itu kurang sedap dipandang.

Nah, khusus kaos-kaos bersponsor, itu sih tergantung. Kalau kaosnya terkesan 'ngiklan' banget dan desainnya jelek, saya tidak mau memakainya saat hadir dalam acara blogger. Tapi kalau desainnya ketje dan gak terkesan ngiklan, maka saya masih mau mengenakannya. Intinya, berpakaian sopan itu perlu. Tapi menyesuaikan juga lebih penting.

Pakaian memang bukan segalanya. Tapi bukannya kita bakal lebih tertarik dengan buku yang memiliki sampul bagus?

2. Konfirmasi
Ini mungkin sepele, tapi penting banget loh buat dilakuin. Kalau kita mau ikut acara blogger, jangan asal datang. Tapi konfirmasi dulu untuk memastikan bahwa kita memang terdaftar dan bisa ikut acara tersebut. Datanglah ketika kita terdaftar sebagai peserta dan jangan datanglah ketika tidak terdaftar. Kalau acaranya untuk umum dan tanpa registrasi sebelumnya sih beda lagi ceritanya.

Begitu pun jika akhirnya kita berhalangan tapi sudah terdaftar, konfirmasi itu penting. Sekalipun bukan acara yang besar, tapi alangkah baiknya kasih tau ke koordinator atau penyelenggara kalau kita berhalangan hadir.

Usahakan konfirmasi dari jauh-jauh hari. Memberitahukan secara dadakan bukan hal baik. Tapi setidaknya itu masih mending. Nah kalau enggak kasih konfirmasi sama sekali baru deh parah. Sayang banget karena sebenarnya ada orang lain yang membutuhkannya dan bisa datang namun karena kita enggak konfirmasi, orang itu tidak jadi ikut. 

Sebenarnya konfirmasi enggak sebatas ngasih tahu apakah kita bisa datang atau tidak bisa datang. Konfirmasi adalah cara kita menghargai sang pengundang atau koordinator. Sebenarnya simpel sih. Pada akhirnya pengundang/koordinator enggak butuh dan enggak mewajibkan kita buat datang kok. Yang penting itu komunikasi! 

Don'ts

1. Bungkusin makanan  
Suka sama makanan yang ada di hotel atau tempat makan saat menghadiri acara blogger enggak? Wah, kalau saya suka. Soalnya enak. Etapi enggak selalu sih. Pernah juga enggak cocok sama makanan di salah satu restoran ketika acara blogger berlangsung di sana.

Suka sama makanan yang dihidangkan saat acara blogger sih boleh aja. Tapi... enggak minta untuk bungkusin bawa pulang juga kalee! Faktanya, ada loh beberapa blogger yang pernah minta kotak makanan ke petugas hotel untuk bawa makanan pulang! Kalau satu atau dua sih masih mending (walau kurang baik juga), lah ini banyak sampe sekotak! Selain itu ada juga blogger yang memasukkan banyak makanan ke dalam kotak makan padahal konsep makanan yang disajikan adalah buffet alias makan di tempat. Biasanya blogger yang melakukan tindakan seperti ini adalah blogger emak-emak (meskipun banyak juga yang tidak melakukannya). Ckckck

Sebagai blogger mungkin kita berpikir bahwa makanan tersebut mubadzir kalau enggak dihabisin. Kita juga mungkin kepikiran sama orang-orang di rumah. Hmmm... niatnya baik sih. Tapi menurut saya itu juga enggak menjadikan tindakan bungkusin makanan apalagi sampai banyak untuk dibawa pulang adalah tindakan yang beretika. 

Sebaliknya, menurut saya tindakan itu malah memperburuk citra blogger di mata orang banyak. Kalau kita penyelenggaranya atau yang booking hotel atau restorannya sih enggak apa-apa. Kan emang kita yang keluar duit. Lah, kalau kita cuman undangan atau peserta aja? Pertanyaannya, siapa elo?

Iya sih selepas acara memang terkadang masih banyak makanan yang tersisa. Tapi menurut saya itu  bukan urusan kita. Biarkan itu urusan pihak penyelenggara dan pihak hotel dalam mengurusi makanan yang tersisa. 

Dengan bungkusin makanan yang tersisa selesai acara untuk dibawa pulang apalagi dengan jumlah yang banyak menurut saya itu bukanlah attitude yang baik. Itu justru mengesankan kalau blogger itu orang yang enggak mau rugi, enggak pernah makan enak dan bahkan kekurangan makanan.

Jadi fiks nih enggak boleh bungkusin makanan? Eits, boleh banget kok, asalkan penyelenggara atau pihak hotel ngasih tahu ke kita untuk mempersilakan bawa pulang atau bungkusin makanan, apalagi dalam jumlah banyak. Nah kalau itu sih sikat aja mah, karena itu sudah hak kita. Yang disayangkan adalah saat enggak ada pemberitahuan apa-apa, tapi kita malah diam-diam dan bahkan terang-terangan minta ke hotel atau penyelenggara bawa pulang makanan terlebih dalam jumlah banyak. Grrr...

2. Komplain langsung ke penyelenggara 
Pernah mengalami hal yang kurang memuaskan saat ikut acara blogger? Entah kurang koordinasi antara panitia, acaranya molor atau mungkin rundownnya tidak sesuai dengan sebelumnya?

Kalau iya, silakan kasih komplain atau masukan. Tapi alangkah baiknya jika kita ikut acara di bawah bendera komunitas blogger tertentu atau koordinator tertentu, plis jangan komplain langsung ke penyelenggaranya tapi sampaikan langsung melalui komunitas blogger/koordinator yang kita ikuti!

Misalnya kita ikut acara blogger A melalui komunitas Blogger Ceria. Penyelenggaranya beda orang karena Komunitas Blogger Ceria hanya sebagai media partner aja. Terus ternyata pas acara, ada kekurangan yang membuat kita merasa terganggu atau kurang nyaman. Hm...

Nah, kalau seperti ini jangan komplain langsung ke penyelenggara, tapi kita kasih masukan atau komplainnya melalui koordinator di Blogger Ceria. Nanti baru deh pihak Blogger Ceria yang akan menyampaikannya ke penyelenggara.

Kenapa? Soalnya kalau langsung komplain ke penyelenggara padahal kita ikut kegiatan di bawah bendera komunitas blogger tertentu, itu kurang sopan karena bisa berdampak pada nama baik komunitas itu. Komplain sih boleh, tapi caranya harus tepat. Saya pun yakin penyelenggara tidak antikritik karena mereka pasti butuh masukan agar ke depannya lebih baik lagi.

Terus kalau kita ikut acara blogger tapi secara independen gimana alias enggak di bawah komunitas blogger tertentu? Atas nama pribadi gitu. Nah, kalau ini bisa kita sampaikan langsung ke pihak penyelenggaranya langsung tapi tentu saja yang menjadi koordinatornya. Soalnya kita enggak melewati komunitas tertentu melainkan secara langsung.

Tapi tetep, baik melalui komunitas atau independen, komplain tetap harus disampaikan dengan cara dan bahasa yang baik.

3.Ngaret

Ini sih kebiasaan orang Indonesia banget dan masih menjadi PR bagi saya, yakni NGARET!

Jujur sih saat datang ke acara blogger saya masih suka ngaret. Maka dari itu saya selalu belajar untuk meminimalisir kegiatan ngaret saya. Hehe.

Walau suka ngaret, enggak berarti saya enggak pernah on time atau datang sebelum acaranya dimulai sama sekali loh. Malahan sering!

Tapi sayang, setiap kali on time atau datang duluan, saya sering dikecewain sama panitia atau penyelenggara acaranya sendiri. Kita udah dateng duluan, eh merekanya yang malah ngaret! Kan KZL!

Nah, karena sering mengalami hal kayak gitu, saya suka kapok kalau datang tepat waktu. Saya pun beranggapan kalau semua acara di Indonesia pasti berjalan dengan ngaret. Soalnya saya sudah sering kali mengalaminya. Misalnya di jadwal tertulis jam 8 pagi eh kenyataannya malah baru berjalan jam 9 pagi. Padahal saya bisa melakukan banyak hal dalam waktu satu jam, seperti baca buku, nulis dan sebagainya. Tapi karena ngaret, waktu satu jam saya jadi terbuang sia-sia.

Akhirnya saya pun mengubah definisi ngaret. Ngaret itu adalah ketika panitia memulai acara. Misalnya acara jam 8 pagi, eh panitia baru mulai acara jam 9. Nah, menurut definisi ngaret versi saya, kita baru bisa dibilang ngaret kalau kita datang lewat jam 9. Soalnya kan acaranya dimulai jam 9. Kalau kita datang jam 8.50 enggak bisa dibilang ngaret karena acaranya baru dimulai jam 9 walaupun dari segi rundown tertulis jam 8.  (jangan ditiru)

Eits, tapi terlepas dari panitia yang ngaret, memang sudah seharusnya kita sebagai blogger jangan ikut-ikutan ngaret juga. Iya sih bikin bete dan KZL kalau kita datang duluan tapi acaranya ngaret. Tapi yakin deh, dengan membiasakan datang sesuai agenda yang tertulis atau bahkan lebih dulu, itu semuanya adalah demi kebaikan kita sendiri. Kita mungkin belum benar-benar bisa untuk disiplin waktu, tapi berusaha dan belajar terus untuk enggak ngaret bisa kan?


Itulah beberapa dos dan donts yang harus kita lakukan saat menjalani profesi sebagai blogger. Sebenarnya masih banyak sih. Nanti deh ya saya bikin bagian duanya karena kalau ditulis semuanya di sini jadi kepanjangan. Semoga kita bisa menjalani profesi sebagai blogger dengan baik dan lancar ya. Amin.

Komentar

  1. Aminn...wkwkw..jadi malu inih Saya..suka ngaret soalnya..qiqiqi..Makasi ya syudah dikasi pemahaman gimana baiknya etika seorang blogger...janji deh ngga ngaret lagi (baca: mulai mengurangi ngaret)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi aku juga masih kok kak. makanya mau belajar untuk lebih tepat waktu hihi

      Hapus
  2. Blogger bungkusin makanan dan minta kotak sama pihak hotel..
    Hhmmm.. Baru kejadian kan yah kemaren itu. Wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sblm "itu" ada lagi kok bro. Bukan kejadian baru xD

      Hapus
  3. Kadang sha pake baju yang sama saat kerja karena memang banyak acara blogger setelah jam kerja sih :)

    Wkwkwk kebangetan banget sih kalo bungkus makanan, selama ini kayaknya sha belum pernah nemu yang kaya gini.

    Kalo ngaret, ini kasus terbanyak kayaknya. Dan bener banget, kadang kita ontime dan sha pernah ngehadirin acara ngaret sampe 3 jam. Kalo penyelenggara ngadain acara lagi, jadi udah tau kalo bakal ngaret :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau baju kerja kan rapi kak. Bagus kok. Masih menyesuaikan :)

      Nah, untuk kasus makanan aku beberapa kali nemu (melihat langsung) kasus kayak gitu hihi makanya aku tulis di sini. Menurutku gak seharusnya sih sampe bungkusin makanan.

      Nah, ini emang paling umum. Kadang kita udah tepat waktu eh panitianya malah ngaret. Waduh? Itu ngaretnya lama banget 3 jam xD Kalau tau ngaret kan mending jalannya nanti karena waktu jadi terbuang percuma. Iya biasanya kl penyelenggaranya sama jadi kita udah tahu kebiasaan mereka gimana. xD

      Hapus

Posting Komentar