Mengenal Panas Bumi: Energi Terbarukan Ramah Lingkungan

Ilmu pengetahuan semakin lama semakin berkembang. Tak terkecuali di bidang energi. Di saat energi fosil kian lama kian menurun jumlahnya berkat bertambahnya jumlah penduduk dunia, manusia pun semakin kreatif dalam menemukan sumber energi yang "lebih awet dan lebih ramah lingkungan".  Salah satunya adalah panas bumi.

Dikutip dari website Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (www.esdm.go.id), energi panas bumi adalah energi yang bersumber dari dalam air panas, uap air, batuan bersama mineral ikutan bahkan hingga gas yang secara genetik enggak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi. Panas bumi juga disebut geotermal. Definisi lain mengartikan bahwa energi panas bumi adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Dengan temperatur 240-310 derajat celcius, fluida ini terbentuk dari air hujan yang terpanaskan oleh magma di dalam perut bumi. Semakin ke dalam pusat bumi, maka semakin panas udaranya.
Energi panas bumi di Islandia (dok. greanpeace.org)
Energi panas memiliki sejumlah karakteristik. Setidaknya ada beberapa karakteristik yang dijelaskan oleh Kementerian ESDM. Di antaranya adalah:
1. Sumber energinya bersih, ramah lingkungan dan sustainable.
2. Panas bumi tidak dapat diekspor karena hanya dapat digunakan untuk konsumsi dalam negeri (indigenous).
3. Panas bumi bebas dari risiko kenaikan (fluktuasi) bahan bakar fosil.
4. Panas bumi tidak tergantung cuaca, supplier dan ketersediaan fasilitas pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan bahan bakar.
5. Panas bumi juga tidak memerlukan lahan yang luas

Perlu diketahui pula bahwa pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi bukan baru-baru ini saja, akan tetapi telah berlangsung sejak lama. Konon, energi panas bumi telah digunakan sejak zaman kuno di Tiongkok, Jepang dan Roma untuk memanaskan pemandian umum. Orang Romawi kuno dulu juga menggunakannya untuk menghangatkan dinding dan lantai rumah mereka. Waw!

Seiring berjalannya waktu, berbagai negara memanfaatkannya sebagai sumber pembangkit tenaga listrik sejak puluhan tahun silam. Italia telah menjadikan panas bumi sebagai energi pembangkit listrik sejak 1913 sedangkan Selandia Baru sejak 1958.
Italia, salah satu negara di dunia yang memanfaatkan panas bumi sebagai energi terbarukan (dok. trafalgar.com)
Di Islandia yang memiliki cuaca sangat dingin, panas bumi juga benar-benar dimaksimalkan. Faktanya, 80% kebutuhan energi di Islandia dipenuhi oleh energi panas bumi. Di sana terdapat Pusat Pengolahan Panas Bumi Svartsengi yang berfungsi mencukupi kebutuhan listrik seluruh daerah yang memiliki banyak fungsi. Mulai dari menghangatkan rumah, rumah-rumah kaca tempat menanam buah dan sayuran, kolam peternakan ikan bahkan hingga menghangatkan jalanan agar tak terlapisi oleh es.

Sejauh ini tercatat ada 24 negara di dunia, salah satunya Indonesia, yang telah menjadikan panas bumi sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik dan 72 negara telah melakukan pemanfaatan panas bumi di sektor non-listrik, seperti pemanasan air, pemanasan ruangan hingga pengeringan hasil produk pertanian.

Di Indonesia sendiri, usaha pencarian sumber energi panas bumi pertama kali dilakukan pada 1918, tepatnya di daerah Kawah Kamojang. Sampai saat ini ini sumur hasil eksplorasi masih memproduksi uap panas. Namun lantaran terhalang oleh perang dunia dan perang dalam memperjuangkan kemerdekaan RI, maka kegiatan eksplorasi di daerah tersebut dihentikan. Setelah sekian lama tidak melakukan eksplorasi energi panas bumi, akhirnya pemerintah melalui Direktorat Vulkanologi dan Pertamina dengan bantuan Pemerintah Prancis dan Selandia Baru melakukan eksplorasi kembali pada 1972. Setelah beberapa kali melakukan eksplorasi, akhirnya didapatkan hasil yang mencengangkan. Ternyata Indonesia kaya akan sumber energi panas bumi dengan jumlah proyek panas bumi sebanyak 257 prospek! 256 prospek itu terdiri dari  84 prospek di Sumatera, 76 prospek di    Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di   Nusatenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan. Mantap djiwa!

Prospek-prospek yang dimiliki Indonesia membuka peluang besar dalam didirikannya pembangkit listrik tenaga geothermal. Dalam membangun PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) dibutuhkan sumur dengan kedalaman minimal 1.5 KM. Pembangkit ini dibuat di bawah lapisan air tanah yang sangat panas dengan suhu berkisar 180-350 derajat celcius. Prinsip kerjanya mirip dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kok. Perbedaannya adalah pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi.

Cara kerjanya? Air yang berada pada lapisan dimampatkan. Kemudian dilakukan penggalian lubang untuk mengeluarkannya. Air kemudian akan segera keluar. Ketika naik, air akan berubah menjadi uap. Nah, di bagian pintu keluar inilah dipasang turbun-turbin yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik! Listrik tersalurkan dan kemudian baru deh bisa dipakai oleh warga!
Siklus kerja PLTP (dok. geo-energy.org)
Pada pembangkit listrik paling baru, cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan air panas  untuk memanaskan cairan lain, seperti isobutene yang dipanaskan pada temperatur rendah yang lebih rendah dari air. Tujuan dari pemanasan adalah agar cairan tersebut menguap sehingga dapat menggerakan turbin generator.

By the way, kita enggak perlu khawatir soal dampak yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga geothermal. Kalau ditanya aman apa enggak, jawabannya PLTP itu aman banget! Kenapa? Soalnya pembangkit listrik tenaga geothermal ini benar-benar ramah lingkungan. Selain tidak menimbulkan polusi dan emisi gas rumah kaca, energi geothermal juga tidak berisik seperti pembangkit listrik tenaga bayu. CO2 atau karbondioksida yang dihasilkan dari PLTP juga berkisar sebesar 1,5% dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan 2.7% dari PLTG (sumber: IGA Paper). Di samping itu penghasilan listrik yang didapatkan juga lebih tinggi. Dibanding listrik yang dihasilkan dari energi fosil yang memiliki presentase 65 hingga 75 persen, panas bumi justru lebih banyak, yakni mampu menghasilkan 90% listrik.

Dalam Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang panas bumi juga dijelaskan bahwa panas bumi merupakan energi ramah lingkungan yang potensinya besar dan pemanfaatannya belum optimal sehingga perlu didorong dan ditingkatkan secara terencana dan terintegrasi guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Ilustrasi PLTP (dok. ucsusa.org)
Sebagai orang Indonesia kita patut bersyukur sebab Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi atau prospek energi panas bumi. Faktanya, Indonesia memiliki kandungan panas bumi Indonesia mencapai 29,5 Giga Watt. Dengan pemanfaatan mencapai 1.800 Mega Watt, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga dalam pemanfaatan energi panas bumi, di bawah Amerika Serikat sebesar 3.500 MW dan Filipina sebesar 2.200 MW.

Dengan potensi energi panas bumi yang besar bukan mustahil jika dalam waktu lima tahun ke depan Indonesia menjadi negara dengan pemanfaatan energi panas bumi terbesar di dunia. 2 PLTP terbesar bahkan berasal dari Indonesia, yakni PLTP Wayang Windu yang terdapat di Bandung dengan kekuatan sebesar 225 MW (peringkat 10) dan PLTP Darajat yang terletak di Pasirwangi, Garut dengan kekuatan sebesar 260 MW (peringkat 8). Di Tapanuli Utara, Indonesia bahkan berpotensi memiliki pembangkit listrik tenaga geotermal sebesar 1.000 MW dan berpeluang menjadi PLTP terbesar di dunia! Kece badai lah pokoknya!

Potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia tentang adalah anugerah dari Tuhan. Saya berharap semoga Indonesia dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga terwujud energi yang berkeadilan di kemudian hari.*** #15HariCeritaEnergi 





Referensi:
1. "Energi Panas Bumi"
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/geothermal/


2. "Indonesia Negara Terbesar Ketiga dalam Penggunaan Energi Panas Bumi"
https://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-3587534/indonesia-negara-terbesar-ketiga-dalam-penggunaan-energi-panas-bumi


3. "Pembangkit Listrik Geotermal Terbesar di Dunia, Indonesia Punya Dua. Dimana Ya?"
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/03/06/10-pembangkit-listrik-geotermal-terbesar-di-dunia-indonesia-punya-dua-dimana-ya

4. "Potensi Listrik Energi Panas Bumi RI Capai 23 Ribu MW"
http://bisnis.liputan6.com/read/3044253/potensi-listrik-energi-panas-bumi-ri-capai-23-ribu-mw

5. Tulisan "Energi Panas Bumi" oleh Nenny Saptadji dari Institut Teknik Bandung. Tulisannya bisa diakses di: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf

6. Ensiklopedia Anak "Mengapa Bagaimana: Energi", terbitan Bhuana Ilmu Populer pada 2011. Dikonsep oleh Emillie Beaumont

Komentar

  1. Pemanfaatan panas bumi di Indonesia memang salah satu potensi yang besar loh. Indonesia merupakan negara dengan jalur pegunungan yang aktif, pastinya panas bumi yang dimanfaatkan akan juga besar. Keren banget ESDM dengan teknologi PLTP.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beruntung ya kita jadi orang Indonesia. Potensi panas buminya besar.

      Hapus
  2. wah saya jadi banyak belajar :)

    BalasHapus

Posting Komentar