Tentang Jodoh

"Pak, kalau ada orang yang gak nikah-nikah sampai meninggal, apakah itu berarti dia gak punya jodoh?"

Itulah pertanyaan yang pernah saya tanyakan kepada salah satu dosen saya ketika ia mengajar saat semester 2. Beruntung dosen saya menjawabnya dengan cukup baik dan jelas.
Dulu ketika saya masih remaja awal, saya berpikir bahwa jodoh itu adalah saat seseorang sudah menikah dengan orang lain. Padahal, pengertian jodoh tidak sesempit itu.
Jodoh itu benar-benar misteri Ilahi. Bahkan orang yang telah menasbihkan dirinya dalam ikatan pernikahan pun juga belum tentu saling berjodoh satu sama lain.

Makanya banyak kan artis-artis (gak cuma artis sih) yang bercerai. Itu berarti mereka tidak berjodoh. Dahulu mereka menikah bukan dengan jodoh yang sebenarnya. Mungkin mereka telah berusaha mencari jodoh masing-masing, tetapi karena berbagai faktor bisa saja mereka salah dalam memilih jodoh. Tugas mereka adalah menemukan jodoh yang sebenarnya, sehingga pernikahan selanjutnya dapat berlangsung langgeng.

Sebagian dari mereka memilih untuk menduda/menjanda untuk selamanya, sebagian lagi menikah lagi. Bagi yang telah menikah dengan orang lain dan langgeng hingga akhir hayat, mereka bisa dikatakan berjodoh. Tapi bagi yang gak menikah lagi, jadi siapa jodoh mereka sebenarnya?
Apa berarti mereka tidak punya jodoh?

Allah gak pernah ingkar dengan kata-kata dan perbuatan-Nya. Termasuk ketika menciptakan manusia saling berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ini artinya, setiap orang sudah ditentukan siapa jodohnya masing-masing. Hanya saja tidak semua orang akan dipertemukan jodohnya dalam waktu dan ruang yang sama.

Ketika ada orang yang sejak muda hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah, meninggal di usia muda atau ketika ada orang yang ingin menikah, tapi ketika sebelum menikah udah dipanggil dulu sama Allah, itu bukan berarti dia tidak punya jodoh. Tapi karena jodohnya (bisa jadi) bukan di dunia, melainkan di akhirat.

Begitu juga kalau ada orang yang menikah tapi bercerai dan menduda/menjanda hingga akhir hayat, bisa jadi "jodoh" sebenarnya juga ada di akhirat. Atau bisa juga karena ia sendiri, baik yang gak pernah menikah atau gak mau menikah lagi setelah bercerai menolak untuk menikah (menemukan jodohnya), yang berarti ia mengubah takdirnya dengan takdir yang lain. Hal ini bisa terjadi tentu saja atas izin Allah SWT.

Uniknya, kalau menikah saja belum tentu berjodoh, apalagi yang pacaran? :D

Jadi kalau terlalu berlebihan dalam pacaran, jangan deh :D

Eh, jadi siapa ya jodoh saya nanti? :P

Komentar