Percayalah, Rezeki Tidak Akan Pernah Tertukar!

Percayalah, selagi kita berusaha, berdoa dan yakin, yang namanya rezeki tidak akan pernah tertukar!

Ini kisah nyata, bukan rekayasa!
Tahun 2010 saya mengirimkan cerpen bertemakan horor ke sebuah tabloid cerpen remaja. Sebulan, dua bulan, hingga setahun tidak ada kabar dari tabloid tersebut. Saya mengira cerpen saya ditolak. Namun begitu pertengahan 2012 ternyata saya ditelepon dari pihak tabloid bahwa cerpen saya akan dimuat. Uniknya, cerpen saya dimuat bertepatan dengan tema horor yang diusung oleh tabloid tersebut. Jadi dalam edisi tersebut tabloid tersebut memuat cerpen-cerpen yang sebagian besar bertemakan horor dan tak disangka ternyata cerpen yang saya kirimkan 2 tahun yang lalu salah satunya.

Masih di tahun yang sama, tahun 2010 ada salah seorang remaja yang berhasil lolos dan masuk 20 besar lomba menulis nasional. Karyanya sungguh bagus dan beda daripada yang lain. Namun lantaran ia tidak menyisipkan kontak seperti e-mail ataupun nomor handphone dan keberadaannya sulit dilacak, maka ia terpaksa didiskualifikasi. Alhasil, orang lain yang tadinya 'kalah' justru menjadi salah satu dari 20 penulis muda Indonesia untuk UNICEF Award 2010 untuk menggantikan posisinya.

Jumat lalu saya mengikuti sebuah acara kepemudaan di Cibubur. Seorang alumni youth exchange berkata bahwa sebenarnya ia tidak terpilih dalam acara youth exchange melainkan hanya masuk dalam 5 besar. Sedangkan yang terpilih untuk berangkat mewakili Indonesia hanya juara satu. Juara 2 hingga 4 tidak diberangkatkan. Namun ternyata Tuhan telah mencatatkan rezeki baginya. Juara 1 berhalangan berangkat karena usianya kelebihan sebulan. Juara 2 dan 3 sama saja, kelebihan juga. Juara 4 sedang mendapat beasiswa di luar negeri sehingga tidak bisa ikut. Alhasil ia yang duduk di posisi ke-5lah yang menggantikan peringkat 1 hingga 4 untuk berangkat ke Kanada dalam sebuah pertukaran pemuda.

Itu baru 3 dari sekian banyaknya kejadian yang membuktikan bahwa "rejeki" tidak pernah tertukar. Di luar sana, masih banyak lagi. Dari apa yang saya alami dan yang orang lain alami, saya belajar bahwa jangan sekalipun kita meremehkan kekuatan usaha, doa serta 'keyakinan'. Lebih+teruskan usaha+doa dan yakinlah, jika itu rejeki kita, maka apapun caranya akan datang kepada kita. God always knows better for us.

Sampai sini ada yang mau berbagi pengalaman ttg 'rejeki tidak pernah tertukar'? :))))

Comments