Pentingnya Jaringan Internet Cepat untuk Mendukung Digitalisasi Masjid

masjid-istiqlal
Masjid Istiqlal (dok. shutterstock)
Perkembangan teknologi internet berkembang pesat. Jika dahulu jaringan internet cepat bersifat ekslusif sehingga hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, kini keberadaannya sudah meluas. Sekarang masyarakat dapat menikmati fasilitas provider internet di berbagai tempat, mulai dari mal, kafe hingga perpustakaan umum.

Sebagai tempat yang dikunjungi oleh masyarakat dari latar belakang apapun terutama yang beragama Islam setiap harinya, masjid seharusnya tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah saja melainkan  juga sebagai sarana edukasi dan literasi. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dimana pemimpin yang berkuasa saat itu membangun ruang belajar di samping masjid untuk kegiatan belajar-mengajar.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kebanyakan masjid tak lebih dari sekadar tempat untuk sholat. Sementara itu, fungsi lainnya yakni sebagai sarana belajar masyarakat setempat sering terlupakan. Alhasil, jumlah orang yang berkunjung ke masjid cenderung sedikit dan esensi dari masjid sebagai sarana edukasi pun jadi berkurang.

Untuk menghidupkan kembali peran yang sempat mati suri sekaligus demi meningkatkan motivasi orang untuk datang ke masjid, maka sudah seharusnya umat muslim mengambil manfaat dari inovasi masa kini. Dengan masuknya era internet of things, digitalisasi masjid adalah kuncinya. Caranya dilakukan melalui pengadaan jaringan internet cepat di masjid. Dari berbagai penyedia jasa layanan internet provider yang ada, IndiHome keluaran Telkom Indonesia dapat menjadi pilihan internet yang dapat diandalkan.

Sebenarnya masjid yang dilengkapi dengan fasilitas jaringan internet cepat telah ada di Indonesia. Namun jumlahnya yang masih minim menjadikan ini sebagai pekerjaan rumah bagi umat muslim di Indonesia.

Salah satu contoh yang telah berhasil adalah Masjid Al Ihsan Permata. Masjid ini terletak di Depok, Jawa Barat. Berkat kolaborasi antara ketua RT, ketua RW serta ketua BPH dan pengurus DKM setempat, masjid ini telah memiliki fasilitas wifi yang dapat dimanfaatkan oleh jamaah dan masyarakat setempat sejak 23 Juli 2020.

Sekilas tampak sepele, namun digitalisasi masjid di Indonesia penting untuk dilakukan demi menjawab tantangan zaman yang semakin bersaing. Tujuannya adalah agar umat muslim tanah air tidak ketinggalan dari bangsa lain.

Tak dapat dipungkiri, adanya jaringan internet cepat di masjid dapat meningkatkan produktivitas jamaah dan masyarakat setempat. Selain itu, kehadiran internet juga memudahkan masjid dalam mensyiarkan ajaran Islam secara lebih luas.

Dengan adanya jaringan internet misalnya, pengurus masjid dapat melakukan live streaming kegiatan ceramah dan acara keagamaan yang sedang dilaksanakan. Dengan begitu, jamaah yang berhalangan hadir ke masjid tetap dapat menuntut ilmu karena dapat menyaksikan live streaming yang telah disiarkan.

Selain itu, kehadiran internet juga dapat menunjang ikatan remaja atau pemuda masjid dalam melakukan kegiatan atau membuat sebuah program di sekitar masjid. Anak-anak yang tinggal di sekitar masjid bahkan juga dapat memanfaatkannya untuk belajar atau sekadar mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.

Berkaitan dengan hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI pun telah memberikan dukungan atas digitalisasi Masjid yang diinisiasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI). Melakukan kegiatan internet di masjid itu diperbolehkan, asalkan berpatokan pada prinsip bermualamalah yang baik.

Sebagai seorang muslim, saya berharap semoga kegiatan digitalisasi masjid ini semakin gencar dilaksanakan terutama pada masjid di wilayah Terluar, Terdepan, Terpinggir (3T). Dengan begitu, penyebaran akses internet jamaah secara gratis dan lancar akan lebih merata di berbagai daerah Indonesia.(*)

Comments