Sambut Hari Kanker Sedunia, Yuk Cegah Sejak Dini dan Berikan Dukunganmu untuk Mereka!

Tak terasa bulan Februari tiba. Memasuki bulan ini, ternyata enggak hanya tanggal 14 Februari saja loh yang spesial. Bagi para pegiat kesehatan dan penyintas kanker, tanggal 4 Februari menjadi tanggal yang istimewa karena diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day).
Hari Kanker Sedunia diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC). Hari tersebut pertama kali diadakan pada 2006 berdasarkan Piagam Paris pada 4 Februari 2000. Sejak itulah berbagai negara di dunia memperingatinya.
Peringatan Hari Kanker Sedunia yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 4 Februari 2020 (dokpri)
Momen ini diperingati karena kanker adalah penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Tercatat ada lebih dari 18 juta orang terdiagnosis kanker dan 9,6 juta orang di dunia meninggal dunia akibat kanker setiap tahunnya.

Itu artinya, setiap 2 detik ada 1 orang yang baru terdiagnosis kanker dan setiap 3 detik ada 1 orang yang meninggal dunia. Jumlahnya bahkan diprediksikan meningkat menjadi 29,5 juta orang pada 2040.

Di Indonesia sendiri, prevalensinya cukup tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensinya meningkat dari 1,4 per 1000 penduduk pada 2013 menjadi 1,8 per 1000 penduduk pada 2018.

Sementara menurut data WHO (Globocan 2018), ada sekitar 348.809 kasus baru kanker dengan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210 di Indonesia. Sebuah fakta yang mengejutkan, bukan?

Tak Perlu Khawatir karena Kanker Bisa Dicegah!

Melihat fakta bahwa kanker adalah penyakit mematikan tentu membuat kita bergidik ngeri. Sebab kanker bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.

Meski menakutkan, kita enggak perlu khawatir. Kabar baiknya, ternyata kanker itu bisa dicegah sejak dini lho! Hal itu seperti disampaikan oleh Direktur P2PTM (Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular) dr. Cut Putri Arianie, MHKes dalam kegiatan diskusi dalam rangka Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2020 silam.

Secara garis besar, pencegahan kanker dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni pencegahan faktor risiko dan deteksi dini.

Pencegahan faktor risiko dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup yang buruk dan gaya hidup yang sedentary. 
 
Salah satu caranya adalah dengan menghindari kebiasaan merokok. Hal itu dikarenakan rokok mengandung ratusan zat karsinogen seperti acetaldheyde dan aromatic amine berbahaya yang mampu mengubah sel yang tadinya ramah menjadi mengalami mutasi gen.
Ilustrasi merokok (dok. searhc.org)
Jika tubuh manusia terpapar, maka kesehatan pun menjadi ancamannya.  Tak tanggung-tanggung, rokok bahkan dilaporkan mampu menyebabkan 15 jenis kanker, khususnya kanker paru-paru! Hiiii!  Ngeri kan?

Jadi kalau kamu perokok, sebaiknya buruan buang jauh-jauh deh kebiasaan kayak gitu. Soalnya merokok berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Enggak hanya buat diri sendiri namun juga bagi orang di sekitarnya.

Kalau emang sulit ninggalin karena kecanduan, cobalah untuk meminimalisirnya. Misalnya, sebelumnya merokok sehari 3 batang. Nah, sekarang kurangi jadi sehari 2 batang. Meski belum 100% terbebas dari rokok, seenggaknya sudah berproses. Perlahan-lahan tapi pasti. Tapi kalau bisa dilakukan lebih total, itu jauh lebih baik.

Selain merokok, gaya hidup lainnya yang mesti diubah adalah kebiasaan minum alkohol dan kurang makan makanan bergizi. Jadi kalau kita memiliki kebiasaan seperti itu, sudah saatnya kita mengubahnya.

Jangan lagi menerapkan gaya hidup sedentary alias mager karena mager juga dapat memicu kanker. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melakukan aktivitas fisik dan membiasakan berolahraga minimal 15 menit sehari. Enggak usah susah-susah deh. Minimal rutin berjalan kaki aja, kita pun sudah berupaya dalam melakukan pencegahan kanker.
Lakukan aktivitas fisik, salah satu cara dalam mencegah kanker (dok. Roelly)
Setelah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, kita juga dapat melakukan pencegahan dengan melakukan deteksi dini, baik dilakukan oleh diri sendiri ataupun dengan melakukan pemeriksaan kesehatan di dokter.

Misalnya, bagi perempuan bisa memeriksakan payudaranya sendiri untuk mendeteksi apakah ada benjolan, perubahan pada puting atau payudara. Dengan melakukan deteksi ini, seorang perempuan dapat mengetahui apakah ia berpotensi mengalami kanker payudara atau tidak.

Bagi perempuan juga bisa melakukan pemeriksaan serviksnya melalui pap smear dan tes HPV. Dengan melakukan cara ini, seorang perempuan juga bisa mengetahui apakah ia berpotensi mengalami kanker serviks atau tidak.

"I am And I Will", Ayo Buktikan Dukunganmu Pada Para Penyintas Kanker!

Dalam melawan kanker, pencegahan dan pengobatan saja tidak cukup. Adanya dukungan dari orang-orang sekitar, termasuk oleh orang yang sehat juga enggak kalah pentingnya. Tak bisa dipungkiri, dukungan dapat memberikan kekuatan bagi orang-orang yang mengalaminya untuk dapat bangkit dan sembuh dari kanker.

Oleh karena itu, khusus tahun 2019-2021, tema yang diangkat dalam Hari Kanker Sedunia secara global adalah "I am and I Will" (Saya adalah dan saya akan). Tema ini dipilih karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini percaya bahwa setiap orang bisa berpartisipasi dalam memerangi kanker, sekecil apapun itu tindakannya.

Bagi yang ingin memberikan dukungan, caranya mudah kok. Kita bisa mengunjungi laman Hari Kanker Sedunia di www.harikankersedunia.com. Kemudian unggah foto terbaik yang kita miliki dan tuliskan pesan yang ingin kita sampaikan di sana.  Jangan lupa juga untuk unggah foto tersebut di media sosial
Aksi ini terbilang sederhana. Kendati demikian, saya percaya bahwa sekecil-kecilnya dukungan yang kita berikan pasti amat berarti bagi mereka yang mengalami kanker.

Di Hari Kanker Sedunia, harapan saya tak muluk-mulu. Saya berharap semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan para penyintas kanker diberikan kekuatan dan kesembuhan.

Komentar