Kriyanusa 2019 Bawa Kerajinan Indonesia ke Tingkat Dunia

Ngomongin kerajinan Indonesia itu enggak ada abisnya. Tiap daerah punya ciri khas dan keunikannya masing-masing. Mulai dari tikar bercucuk dari Aceh, songket dari Palembang, batik dari Jawa, tenun Sambas dari Kalimantan bahkan hingga tenun boirim dari Papua, semuanya adalah milik Indonesia.

Dengan kekayaan tersebut, tentu kita enggak boleh menyia-nyiakannya gitu aja. Kita harus melestarikan dan memaksimalkannya dengan baik. Selain untuk mengeksplor potensi kearifan lokal yang kita miliki, juga untuk turut memberdayakan ekonomi masyarakat. Bagaimana pun, produk-produk kerajinan enggak bisa dilepaskan dari UMKM dan perindustrian yang menjadi faktor utama dari penggerak ekonomi bangsa.
Kerajinan menjadi salah satu penggerak ekonomi bangsa (dok. Ya Yat)
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, Indonesia kini telah memiliki 60 juta unit UKM. Jumlah tersebut berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara sebesar 60,34%. Sementara itu Kemenperin menyebut bahwa kerajinan lokal menyumbang 35,7% kontribusi ekonomi nasional dalam sektor industri kreatif. Wow!

Secara prestasi, sebenarnya sudah bagus. Namun itu saja enggak cukup loh gaes. Kita harus terus melakukan berbagai cara untuk mendorong produk kerajinan lokal agar dapat bersaing di kancah global.

Nah, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kerajinan Indonesia, untuk itulah Kriyanusa 2019 diadakan. Kriyanusa sendiri adalah sebuah ikon pameran kerajinan terbesar di tanah air yang terselenggara oleh Dewan Kerajinan Nasional alias Dekranas dan mendapatkan dukungan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika. Saya sendiri baru mengetahui info tentang acara ini saat menghadiri Temu Netizen tentang Kriya Nusa yang diadakan di Jakarta pada 9 September 2019.

Kegiatan Temu Netizen Kriyanusa 2019 (dokpri)
"Kriyanusa menjadi ajang bagi para pengrajin tanah air dalam mempromosikan produk-produk unggulannya. Melalui acara ini, kami mendorong mereka untuk menciptakan kerajinan berkualitas tinggi yang mendunia." Jelas Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Mukti.

Kriyanusa berlangsung dari 11 hingga 15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta. Tahun ini Kriyanusa mengangkat tema "Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan".

Sementara itu ikon daerah yang diusung adalah ikon daerah dari Sumatera Barat yakni motif Pucuk Rabuang. Pucuk rabuang sendiri bermakna pepatah 'mulia di usia muda, lebih lagi di usia tua.'.
Dekranasda Provinsi Banten, salah satu dekranasda  yang berpartisipasi di Kriyanusa 2019 (dok. Anazkia)
Mengetahui bahwa Kriyanusa diadakan, seketika jiwa kecintaan saya terhadap budaya lokal meronta-ronta. Emangnya cuman jiwa sobat missqueen aja yang bisa meronta-ronta, kecintaan terhadap budaya juga bisa lho.

Kebetulan saya sendiri suka mengoleksi kerajinan etnik. Sejauh ini saya telah mengoleksi berbagai produk etnik, mulai dari undeng Bali, tenun ikat khas NTT, lacak Jambi dan bahkan hoodie bernuansakan tenun. Belum banyak sih, tapi ke depannya saya berencana untuk terus menambah koleksi produk lokal untuk turut melestarikan budaya sekaligus mendukung perkembangan kerajinan di tanah air.

Bagi saya kriyanusa adalah momentum yang tepat bagi kita untuk menjadi tuan rumah atas berbagai produk kerajinan yang kita miliki. Sudah saatnya kita berbangga untuk senantiasa menggunakan karya anak bangsa.

Terlebih, dalam perhelatan Kriyanusa nanti bakal ada ratusan produk kriya berkualitas terbaik dan bernilai seni tinggi yang terdiri dari berbagai jenis produk, mulai dari keramik, tenun, kain, batik bahkan hingga kerajinan kulit. Produk-produk ini akan dipamerkan di 246 stan yang terdiri dari 170 karya para Dekranasda (Dekranas daerah) seluruh Indonesia, 37 stan mitra binaan dari masing-masing BUMN dan Kementerian, 25 stan individu, 8 stan mitra dan bahkan 6 stan asosiasi. Wow!

Salah satu produk kerajinan yang ditampilkan di Kriyanusa 2019 (dok. Ya Yat)
Asiknya, kita enggak cuman bisa lihat-lihat  pameran aja loh. Kriyanusa juga menghadirkan rangkaian acara menarik seperti fashion show, lokakarya ragam hias tengkuluk yang diadakan oleh Dekranasda Jambi, lokakarya pembuatan TasLidi dari bahan baku Lidi Cambia, pentas seni budaya Minang, penampilan dari Golden Mum's bahkan hingga live music performance dari Lapazze Band. Dengan suguhan-suguhan tersebut, saya yakin bahwa pelaksanaan Kriyanusa nanti akan berlangsung dengan semarak.

“Produk yang ditawarkan pun original dan otentik, bukan produk pasaran yang diproduksi secara massal seperti barang grosiran. Semua produk yang dipamerkan didatangkan langsung dari tangan perajin daerah. Harga yang ditawarkan pun akan jauh lebih murah karena perajin daerah tidak perlu membayar sewa stan. Biaya tersebut telah ditanggung oleh Dekranasda masing-masing daerah,” imbuh Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa 2019, Triana Rudiantara. 

Hadirnya Kriyanusa membawa angin segar bagi para pengrajin lokal. Saya berharap acara ini rutin diadakan di tahun-tahun berikutnya agar dapat terus membawa kerajinan Indonesia ke tingkat dunia.

Komentar