Luncurkan Kampanye Jalan Hijau, BPTJ Ajak Masyarakat untuk Biasa Berjalan Kaki






Sudah jalan kaki berapa langkahkah hari ini?

Kalau masih sedikit, yuk perbanyak lagi! Kenapa? Soalnya jalan kaki itu memiliki berbagai manfaat yang amat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Dengan berjalan kaki, seseorang bisa terhindar berbagai penyakit seperti varises dan diabetes. Dengan berjalan kaki pula, seseorang bisa menurunkan berat badannya sekaligus sebagai sarana untuk memperlancar pencernaan.
Berjalan kaki, aktivitas murah meriah dengan segudang manfaat (dok. Taumy)
Studi American Cancer Society bahkan menyebut bahwa wanita yang berjalan kaki selama tujuh jam atau lebih dalam seminggu memiliki risiko kanker payudara 14 persen lebih rendah daripada wanita yang jarang melakukannya. Bagi yang ingin menurunkan berat badan, jalan kaki dapat pula menjadi solusinya.

Dari aspek psikologis, jalan kaki juga memberikan manfaatnya tersendiri. Sebuah penelitian di Journal of Experimental Psychology, Learning, Memory and Cognition  American Cancer Society menyatakan bahwa berjalan kaki memicu kreativitas seseorang. Jalan kaki selama 30 menit bahkan dapat membuat suasana hati seseorang jadi lebih rileks karena setara dengan makan 3 buah dark chocholate.

Efeknya enggak sampai di sini saja. Hebatnya lagi, dengan berjalan kaki, kita juga dapat berkontribusi dalam menyelamatkan bumi di tengah-tengah berlangsungnya pemanasan global!

Kok bisa? Tentu saja. Hal itu bisa terwujud jika kita membiasakan diri untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum serta berjalan kaki. Dengan begitu, jumlah BBM dan polusi yang keluar menjadi berkurang sehingga dapat meminimalisir dampak dari terjadinya pemanasan global.  Kalau satu atau dua orang yang melakukannya mungkin enggak begitu terasa. Tapi bisa bayangin enggak apa jadinya kalau semua orang khususnya di Indonesia membiasakannya? Tentu dampak yang lebih besar akan semakin dapat kita rasakan.
Jalan kaki turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan karena mengurangi pemakaian BBM dan kadar polusi
Berjalan kaki adalah cara termudah dan termurah yang bisa kita lakukan untuk memberikan manfaat untuk diri sendiri dan lingkungan. Namun saya merasa sedih karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar akan hal ini. Alih-alih memakai kendaraan umum dan berjalan kaki untuk menjaga lingkungan, masih banyak di antara mereka yang memakai kendaraan pribadi bahkan untuk mencapai ke lokasi yang dekat sekali pun!

BPTJ Luncurkan Kampanye Jalan Hijau

Masih magernya masyarakat untuk mengurangi pemakaian kendaran pribadi membuat isu lingkungan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak pemerintah. Salah satunya adalah Badan Pengelola Transportasi Jakarta. 

Sebagai otoritas yang memegang peranan penting dalam rantai industri transportasi di Jakarta, BPTJ kemudian melakukan sebuah terobosan dengan meluncurkan program Jalan Hijau. Jalan Hijau sendiri adalah sebuah kampanye yang bertujuan untuk mendorong terjadinya sebanyak mungkin perubahan perilaku masyarakat untuk berpindah dari kendaraan (bermotor) pribadi ke angkutan umum massal dan berjalan kaki.
Suasana kampanye Jalan Hijau di Stasiun Juanda (21/8) (dokpri)
Taruna dari STTD membantu seorang pejalan kaki dalam mengisi survey di Kampanye Jalan Hijau di Stasiun Juanda (21/8) (dokpri)
Kampanye ini berlangsung selama 4 hari yakni dari 19-22 Agustus 2019 pada pagi hari di sejumlah titik di Jakarta, Depok dan Bekasi. Salah satunya adalah di Stasiun Juanda.

Menariknya, ternyata Kampanye Jalan Hijau tak hanya melibatkan BPTJ saja melainkan para taruna dan taruni dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Dalam kampanye tersebut mereka turun ke jalan menyampaikan pesan-pesan apresiasi lewat spanduk kepada masyarakat yanng telah melakukan kegiatan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum saat berpergian. Isi pesannya kreatif banget karena menampilkan pesan ala generasi milenial. Misalnya seperti "Daripada jalan sama mantan lebih baik jalan sama kaki."
Taruna dari STTD turut berpartisipasi dalam kampanye Jalan Hijau dengan menyebarkan pesan-pesan menarik. (dokpri)
Asyiknya, di Kampanye Jalan Hijau kita juga bisa dapet hadiah lho! Caranya pun mudah. Cukup dengan mengisi survey secara online terkait penilaian kita tentang transportasi di Jakarta, maka kita pun sudah bisa mendapatkan tumbler unch yang ditawarkan.

Tak ketinggalan, saya pun turut berpartisipasi. Kebetulan saat saya pergi ke Stasiun Juanda pada 21 Agustus 2019, saya ikut menyaksikan kampanye tersebut. Iseng-iseng isi survey, yeay akhirnya dapat hadiah! Lumayan buat di rumah.
Yeay! Dapat tumbler lucu setelah isi survey di Kampanye Jalan Hijau! (dokpri)
Sebagai masyarakat, saya turut mendukung dari pelaksanaan Kampanye Jalan Hijau. Semoga kampanye semacam ini terus diadakan tiap tahu dan dapat menjadi inspirasi bagi Badan Pengelola Transportasi di masing-masing daerah untuk mengadakan kegiatan serupa.

Komentar