Kenalan dengan "A Game of Thrones", Serial Terpopuler di Dunia

Serial "Game of Thrones" season 8, serial terpopuler yang dinanti-nanti masyarakat dunia (dok. GOT)
 Tanggal 15 April 2019 menjadi tanggal yang dinanti-nanti oleh seluruh penggemar "A Game of Thrones" dimanapun. Kenapa? Soalnya pada saat itu serial TV "Game of Thrones" season final disiarkan secara perdana di seluruh dunia. Wohooo! Tentu kesempatan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

"Game of Thrones" sendiri adalah serial TV yang diadaptasi dari seri novel "A Song of Fire and Ice" karya George R.R Martin, seorang novelis asal Amerika Serikat. Dalam seri "A Song of Fire and Ice", terdapat 5 novel yang telah diterbitkan. Nah, "A Game of Thrones" adalah seri pertamanya. Novel ini rilis di negeri Paman Sam pada Agustus 1996.
Seri "A Song of Fire and Ice", seri novel fenomenal karya George R.R. Martin (dok. stiltsarchive.com)
Setelah kesuksesan "A Game of Thrones", George R.R. Martin kemudian melanjutkan beberapa novel sekuelnya. Novel itu secara berurutan berjudul "A Clash of Kings" (1999), "A Storm of Swords" (2000), "A Feast for Crows" (2005) dan "A Dance with Dragons" (2011). Sebenarnya ada pula judul "The Winds of Winter" dan "A Dream of Spring". Namun kedua judul terakhir belum diterbitkan dan masih dalam tahap perencanaan.

Di Indonesia sendiri seri novel "A Song of Fire and Ice" baru tersedia dalam versi Bahasa Indonesia pada 2015. Perilisan ini ditandai dengan penerbitan "A Game of Thrones" alias "Perebutan Takhta" dalam versi Bahasa Indonesia pada Maret 2015 oleh penerbit Fantasious. Kemudian "A Clash of King" (Peperangan Raja-raja) yang terbit pada November 2015 dan diikuti oleh "A Storm of Words" (Amukan Baja) yang terbit pada November 2016. Adapun sekuel-sekuel berikutnya belum diterbitkan.
Novel "A Game of Thrones" versi Bahasa Indonesia (dok. Lamfaro.com)

Bagaimana Saya Bisa Mengenal "A Game of Thrones"?

Saya sendiri sebenarnya juga enggak tahu tentang seri ini khususnya "A Game of Thrones" sebelumnya. Perkenalan saya dengan novel yang tebelnya bukan main ini diawali saat saya mengetahui ada info lomba menulis cerpen di catatan facebook yang diadakan oleh Penerbit Fantasious bekerja sama dengan Kedutaaan Besar Inggris untuk Indonesia pada 2015.

Lomba cerpen tersebut mengangkat tema tentang "Creativity is GREAT", sesuai dengan branding negara Britania Raya yang menggunakan istilah "Great" dalam setiap promosinya (diambil dari nama Great Britain). Misalnya, "Education is GREAT", "Sports is GREAT" dan sebagainya. Begitu pun dengan "Creativity is GREAT".
Poster lomba cerpen "Creativity is GREAT" pada 2015 (dok. Fantasious)
Yang menarik, lomba ini memiliki hadiah yang luar biasa. Tahu enggak hadiahnya apa? 1 orang pemenang utama berhak jalan-jalan ke lokasi syuting "A Game of Thrones" yang terdapat di Inggris Raya. Enggak usah pusing soal transportasi dan akomodasi. Semuanya dibiayain! Wow!

Namun lomba tersebut bukan sekadar nulis aja. Ada pula syarat lainnya, yakni para peserta yang ingin ikutan wajib membeli novel "A Game of Thrones" yang saat itu baru rilis (Maret 2015). Kemudian struk dari pembeliannya disimpan dan fotonya dikirim via DM facebook sebagai tanda keikutsertaan kita.

Meskipun peluangnya enggak besar, saya pun enggak ingin ketinggalan ikutan lomba cerpen tersebut. Saya berpikir bahwa yang penting saya berusaha dulu. Siapa tahu beruntung. Rejeki enggak ada yang tahu kan?
Belfast, salah satu lokasi di United Kingdom menjadi pembuatan film "Game of Thrones" (dok. visitbelfast.com)
Maka begitu tahu info lomba tersebut saya menyisihkan sebagian uang saya dari hasil mengajar di sebuah tempat les untuk membeli buku "A Game of Thrones". Pada pagi hari (kalau gak salah selepas kuliah), saya lalu pergi ke Gramedia Mal Pondok Indah untuk membeli novel "A Game of Thrones" seharga Rp100.000. Sebenarnya sih belum tertarik baca novel seperti itu. Namun demi ke Inggris, apa boleh buat. Saya pun bela-belain buat beli "A Game of Thrones" demi ke Inggris secara gratis.

Setelah itu saya kemudian menuliskan cerpen sesuai tema dan mempostingnya via catatan facebook. Saya berharap bahwa saya adalah orang yang terpilih untuk jalan-jalan ke Inggris. Namun sayangnya, ternyata nasib berkata lain. Saat hari pengumuman saya ternyata kalah. Jangankan untuk jadi juara utamanya, jadi juara 2 atau 3 yang hanya mendapatkan hadiah hiburan pun juga tidak. Sedih sih. Namun saya merasa puas karena setidaknya saya telah mencoba dan berusaha.

Jadi, Tentang Apa sih "A Game of Thrones"?

Meski saya sudah membeli novel "A Game of Thrones" sejak 2015, jujur, saya baru benar-benar membacanya 4 tahun kemudian alias pada 2019 lalu lho. Sebenarnya saat 2015 saya sempat membacanya. Namun hanya beberapa halaman dan setelah itu tidak  membacanya lagi. Soalnya dari awal saya sudah beranggapan bahwa baca novel seperti itu berat. Makanya saya tidak melanjutkannya lagi.

Nah, barulah sejak Januari 2019 saya benar-benar mulai membaca novel tersebut.  Awalnya sih agak bingung dan berat untuk meresapi cerita di dalam "A Game of Thrones". Namun seiring berjalannya waktu, kok asik juga ya dibacanya?

Akhirnya enggak terasa sampai tulisan ini diposting, saya telah membaca "A Game of Thrones" hingga halaman 515 dari 910 halaman yang tersedia (halaman yang dimaksud adalah halaman ceritanya). Tak hanya itu saja, saya bahkan telah larut dalam masing-masing karakter yang terdapat di novel "A Game of Thrones". Wow!

Iya sih "A Game of Thrones" adalah salah satu novel yang populer di dunia. Saking populernya, bahkan Jokowi memasukkan "A Game of Thrones" sebagai analogi di dalam pidatonya di Bali beberapa waktu lalu. Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya masih banyak orang yang belum mengetahui tentang apa yang diceritakan di dalam "A Game of Thrones". Maka dari itulah saya menuliskan tulisan ini agar semakin banyak yang tahu tentang apa itu AGoT.

Jokowi berpidato dengan menggunakan analogi "GoT" dalam Annual Meeting International Monetary Fund World Bank Group 2018 di Bali (dok. Tempo)
Saya sendiri belum pernah menonton serial "Game of Thrones" dari season 1 sampai sekarang. Hanya pernah baca novelnya saja. Namun saya rasa cerita yang dimuat di novel "A Game of Thrones" yang saya baca tidak jauh berbeda dengan yang dimuat di film.

"A Game of Thrones" adalah novel yang bercerita tentang negeri dengan 7 kerajaan dan beberapa klan besar yang saling berebut takhta. Setiap klan memiliki simbol dan semboyan yang berbeda-beda. Klannya sih ada banyak. Namun yang menjadi klan utama dalam edisi AGoT berjumlah 5, antara lain sebagai berikut:

1. Klan Baratheon.
Klan Baratheon (dok. GoT)
Simbol: rusa jantan bermahkota dengan warna hitam berlatar emas.
Semboyan: "Yang kami miliki adalah amarah" ("Ours is the fury")

2. Klan Stark.
Klan Stark (dok. GoT)
Simbol: direwolf (serigala) abu-abu berlatar putih es
Semboyan: "Musim dingin akan datang" ("Winter is coming")

3. Klan Lannister
Klan Lannister (dok. GoT)
Simbol: singa emas berlatar merah tua yang angkuh 
Semboyan: "Dengar raunganku!" ("Hear me roar!")

4. Klan Tully
Klan Tully (dok. GoT)
Simbol: ikan trout melompat
Semboyan: "Keluarga, Kewajiban, Kehormatan" ("Family, duty, honor")

5. Klan Targaryen 
Klan Targaryen (dok. GoT)
Simbol: Naga berkepala tiga, berwarna merah dan berlatar hitam
Semboyan: "Api dan Darah" ("Fire and Blood")

Dalam GoT terdapat sebuah benua bernama Westeros. Westeros sendiri adalah daratan terbesar di dunia fiksi GoT yang menurut George R.R. Martin luasnya sama dengan luas kawasan Amerika Selatan. Selain Westeros, terdapat pula 3 benua lain yang berukuran lebih kecil yakni Essos, Sothoryos dan Ulthos. Westeros adalah yang paling populer
Westeros dan Essos, dataran di dunia GoT (dok. gameofthrones.fandom.com)

Peta Westeros dengan masing-masing klan penguasanya (dok. gameofthrones.fandom.com)
Di GoT kita akan mengenal istilah 7 kerajaan atau "The Seven Kingdoms". Nah, yang dimaksud dari 7 kerajaan ini adalah kerajaan yang berasal dari masa sebelum penaklukkan Targaryen terhadap kerajaan-kerajaan di Westeros oleh Aegon I yang tak lain adalah kerajaan independen. Tujuh kerajaan tersebut adalah Kingdom of The North, Kingdom of The Vale & Sky, Isles & Rivers, Kingdom of The Rock, Kingdom of The Reach, Kingdom of The Stromlands dan Dorne.
Jika Westeros adalah Eropa (dok. Huff Post)
Penaklukkan yang dilakukan oleh Targaryen tersebut kemudian menghasilkan 9 wilayah yang dikuasai oleh masing-masing "The Great House". Meski setiap wilayah berbeda-beda, semuanya tetap berada di bawah kendali "The Iron Throne". Kesembilan wilayah itu adalah:
1. The North (Klan/House Stark))
2. The Riverlands (Klan/House Tully)
3. The Vale of Arryn (Klan/House Arryn)
4. The Westerlands (Klan/House Lannister)
5. The Iron Islands (Klan/House Greyjoy)
6. The Crownlands
7. The Reach (Klan/House Tyrell)
8. The Stromlands (Klan/House Baratheon)
9. Dorne (Klan/House Martell)

Dari 9 wilayah tersebut, King's Landing menjadi ibukotanya. Daerah tersebut terletak di The Crownlands yang secara langsung dikuasai oleh raja di "The Iron Throne". "The Iron Throne" ini bisa dibilang adalah raja dari segala raja alias "The king of the king" di dunia AGoT. Awalnya, "The Iron Throne" dipegang oleh Targaryen. Namun sayangnya, si Targaryen ini bukan pemimpin yang amanah dan baik hati. Ia justru memimpin dengan semema-mena.

Lantaran klan lain merasa geram, akhirnya terjadilah pemberontakan yang dipimpin oleh Jon Arryn dibantu oleh Eddard Stark dan Robert Baratheon untuk menumbangkan Targaryen. Pemberontakan itu dipicu dari kejadian penculikan Lyanna Stark dari Winterfell oleh anak sang raja Pangeran Raegar Targaryen. Lewat pemberontakan tersebut pihak Targaryen kalah. Singkat cerita, akhirnya takhta tertinggi tersebut kemudian dipegang oleh Robert Baratheon. Info selengkapnya tentang pemberontakan bisa dibaca di sini ya.
Robert Baratheon, pemegang tahta di "The Iron Throne" dalam cerita "A Game of Thrones" (dok. GoT)
Cerita GoT sebenarnya panjang dan konfliknya kompleks banget. Saya pun sempet bingung dalam memahaminya. Namun yang saya pahami dari novel ini adalah intinya AGoT menceritakan tentang konflik dan intrik dalam memperebutkan dan mempertahankan tahta khususnya tahta "The Iron Throne".

Dalam novel AGoT tidak diceritakan dari awal mula kisah 7 kerajaan, melainkan sudah pada latar waktu saat Robert Baratheon menjadi pemimpin "The Iron Throne" yang berpusat di King's Landing. Robert ini dekat banget dengan Eddard Stark atau bisa juga dipanggil Ned. Saking deketnya, maka dari itu Robert meminta Ned untuk menjadi tangan kanan raja.

Awalnya, Robert menolak tawaran tersebut. Soalnya Robert sempat kecewa karena selama pemberontakan terhadap Targaryen, terjadi pemberontakan yang tidak diinginkan bahkan sampai melibatkan pembunuhan terhadap anak-anak sebagai korbannya. Meskipun dalangnya adalah dari Klan Lannister dan bukan Robert, tetep aja Ned merasa enggak sreg. Terlebih, Robert Baratheon sendiri telah menikah dengan Cersei Lannister. Itu artinya, kalau Ned bergabung maka akan semakin mendekatkan Ned dengan Lannister.

Eddard "Ned" Stark, diperankan oleh Sean Bean dalam serial GoT (dok. HBO)
Namun karena suatu keadaan, Ned pun terpaksa untuk menerima tawaran Robert sebagai tangan kanannya. Hal itu disebabkan karena sang istri yang bernama Catelyn Tully mendapatkan surat dari adiknya, Lisa Tully bahwa suaminya Jon Arryn diduga dibunuh oleh pihak Lannister. Untuk mengetahui kebenarannya, Ned pun terpaksa menerima tawaran Robert.

Ia kemudian pergi dari Winterfell menuju King's Landing dan kemudian secara diam-diam mencari tahu akan kebenaran hal tersebut. Lalu, apakah benar Lannister yang membunuh Jon Arryn dan bagaimana pula Ned mengetahuinya? Nah, itulah dia yang akan diungkap dalam "A Game of Thrones".

Konflik makin menarik karena AGoT bukan hanya tentang klan Stark dan Baratheon saja. Di AGoT diceritakan pula kakak-beradik dari klan Targaryen yang tersisa sejak pemberontakan bernama Viserys Targaryen (cowok) dan Daenerys Targaryen (cewek). Daenarys yang saat itu masih berusia 14 tahun terpaksa menikah dengan Khal Drogo dari Bangsa Dothraki untuk meneruskan keturunannya. 
Daenerys Targaryen, salah satu tokoh penting dalam novel AGoT. Dalam serialnya, Daenerys diperankan oleh Emilia Clarke (dok. GoT)
Di saat ada kabar beredar bahwa Daenerys hamil, di saat itulah Robert Baratheon kelimpungan. Hal ini tak terlepas dari pemberontakan yang terjadi pada Klan Targaryen  di masa lampau. Ia merasa bahwa Daenerys dapat menjadi ancaman karena anak yang dikandungnya nanti dapat membahayakan posisinya sebagai raja "The Iron Throne". Robert panik. Ia pun berniat membunuh Daenerys. Wow!

Selain tokoh-tokoh seperti yang disebutkan di atas, AGoT juga menceritakan tentang masing-masing karakter dari anak-anak Eddard Stark alias Ned dan Catelyn Tully. Kedua pasangan beda klan ini diceritakan memiliki 6 anak yang terdiri dari 5 anak kandung dan 1 anak haram (anak yang didapatkan di luar pernikahan).

Kelima anak kandungnya secara berurutan dari tertua ke termuda adalah Robb Stark, Sansa Stark, Arya Stark (cewek), Brandon Stark dan Rickon (masih bayi). Sementara anak haramnya adalah Jon Snow (Snow adalah salah satu ciri nama anak haram). Yang menarik adalah masing-masing dari mereka ternyata memiliki anak serigala dan memiliki namanya masing-masing!

Di antara sekian banyaknya tokoh, Jon Snow adalah karakter favorit saya. Saya menyukai karakter tersebut karena meskipun ia mendapatkan diskriminasi karena berstatus anak haram dan tidak diterima oleh Catelyn Tully, ia sebenarnya tetap sayang dengan saudara-saudara lainnya meskipun bukan saudara kandung. Saya juga merasa bahwa Jon Snow adalah anak yang tegar dan kuat karena Jon Snow telah membuktikannya dengan cara bergabung menjadi anggota garda malam. Garda malam sendiri adalah anggota penjaga tembok besar di bagian paling utara dari Westeros. Menjadi anggota Garda Malam tentu bukanlah hal yang mudah.
Jon Snow, anak haram diperankan oleh Kit Harington dalam serial di dalam film "Game of Thrones" (dok. GoT)
Kalau ngomongin tentang AGoT sebenarnya mah panjang banget dan enggak ada abisnya. Terlebih, saya belum membaca AGoT sampai selesai dan AGoT sendiri memiliki beberapa sekuelnya. Namun yang jelas, novel ini menarik sekali untuk dibaca. Saya akui bahwa emang sih pas awal-awal baca tuh kita bakalan bingung dan agak berat bacanya. Tapi percaya deh, semakin dibaca maka membuat kita semakin larut dalam setiap konflik dan karakter yang disajikan.

Itulah ulasan saya tentang "A Game of Thrones". Terlepas dari bagaimana dan seperti apa cerita "A Game of Thrones", saya amat salut dengan pengarangnya sendiri. Saya kagum dengan George R.R. Martin karena dapat menciptakan karya yang serialnya bahkan menjadi serial terpopuler di seluruh dunia. Bagi saya itu pencapaian yang luar biasa apalagi ada berbagai pesan yang terkandung dalam cerita ini. Keren!

Komentar

  1. Seru pisan deh baca sinopsisnya...jadi kepo dengan bukunya..hohoho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk jadi penasaran dia xD Hayo dibaca ka bukunya. Seru loh!

      Hapus

Posting Komentar