5 Kosakata Jepang tentang Kriminalitas di Detektif Conan

Saya adalah penggemar Detektif Conan. Saking sukanya, saya bahkan mengoleksi komiknya sejak kelas 2 SMP. Saya ketagihan mengikuti jalan ceritanya karena ceritanya seru.

Belakangan, saya jarang membaca komik Detektif Conan. Sebaliknya, saya malah lebih suka menontonnya lewat file film versi aslinya (Bahasa Jepang) yang terdapat di laptop. Saya telah menonton habis versi live action-nya. Namun untuk versi anime, belum semuanya telah saya tonton. 

Biasanya orang menonton hanya memperhatikan jalan ceritanya. Kalau saya justru berbeda. Selain memperhatikan alur ceritanya, saya juga memperhatikan kata-kata yang sering diucapkan dalam film tersebut.
Detektif Conan, salah satu anime favorit saya (dok. Tokyo Otaku Mode)
Setelah sekian kali nonton, saya memperhatikan ada beberapa kata berkaitan dengan kriminalitas yang sering diucapkan di dalam film. Bagi saya yang sedang mempelajari Bahasa Jepang, hal ini menarik banget karena dapat menambah wawasan saya tentang Bahasa Jepang.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi kepada teman-teman khususnya pecinta Detektif Conan dan pembelajar Bahasa Jepang tentang kosakata Bahasa Jepang dalam hal kriminalitas apa saja yang terdapat dalam film Detektif Conan.

Namun karena saya memiliki keterbatasan, maka saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik satu per satu tentang pada adegan atau episode apa kosakata itu diucapkan. Saya juga tidak bisa menjelaskan sudah berapa kali kata itu diucapkan. Tapi yang jelas, kata itu suka diucapkan di Detektif Conan.

So, apa sajakah itu?

Enggak usah berlama-lama, ini dia 5 kosakata tentang kriminalitas yang terdapat di Detektif Conan! Semoga tulisan ini bermanfaat!

1. Tantei (探偵)

Jika kita menonton film Detektif Conan, baik yang anime atau versi live action pasti kita akan sering mendengar kata ini. Salah satu contohnya terdapat dalam Detektif Conan versi live action episode 1. Di bagian awal dalam episode tersebut Conan mengucapkan kata tantei. Saat diwawancara oleh para wartawan saat pergi ke sekolah ia mengatakan, "ぼくは探偵なんですか" (Boku wa tantei nan desu ka).

Pada adegan berikutnya, giliran Mouri Kogoro yang justru mengucapkan kata tantei. Ketika ia menonton artis cantik Yoko Okino di TV sedang diwawancara oleh wartawan, ia meniru perkataan Yoko dengan mengucapkan, "それ探偵の毛利小五郎さんです" (Sore wa meitantei no Mouri Kogoro-san desu).

Sebenarnya apa sih arti dari tantei itu sendiri? 

Dalam Bahasa Jepang terdapat istilah tantei (探偵) dan keiji (刑事). Perbedaannya adalah jika keiji merujuk pada polisi yang bertugas melakukan investigasi pada tindakan kriminal (dibayar oleh negara), maka tantei merujuk pada detektif swasta namun dapat bekerja sama juga dengan pihak kepolisian. Bisa dikatakan, tantei ini bersifat independen sedangkan keiji adalah detektif negara.
Kogoro Mouri, seorang tantei di Detektif Conan (dok. Detective Conan)
Dalam Detektif Conan, Mouri Kogoro adalah seorang tantei sedangkan Inspektur Megure bisa dikatakan adalah seorang keiji (karena dari kepolisian). Makanya itulah kenapa Kogoro enggak pernah bekerja di kantor kepolisian. Dia selalu bekerja dari rumahnya kan? Hal itu dikarenakan Kogoro adalah seorang tantei dan bukan keiji. Biasanya, seorang tantei dilibatkan dalam suatu kasus karena pihak kepolisian belum atau tidak berhasil mengungkap siapa pelakunya.

Di luar Detective Conan, tokoh lain yang menjadi tantei adalah Sherlock Holmes dalam cerita "Sherlock Holmes" serta Hercule Poirot dan Miss Marple dalam karya-karyanya Agatha Christie. Dengan kata lain, tantei adalah detektif yang membuka biro jasanya sendiri.
Enggak hanya Kogoro, Sherlock Holmes juga sebenarnya seorang tantei lho! (dok. inverse.com)
Dari segi kanji, tantei terdiri dari dua huruf, yakni 探 (tan) dan 偵 (tei). 探 adalah kanji N3 dan memiliki makna dasar 'mencari' (search/grope/look for). Sementara itu 偵 adalah kanji N1 dan bermakna 'mata-mata' (spy).

Dari segi cara pengucapan, tantei sebenarnya tidak diucapkan tantei dengan huruf i di belakangnya. Tantei justru diucapkan tanteee dalam bunyi panjang, seakan-akan tidak ada bunyi huruf i di belakangnya.

Yang menarik, Kogoro suka soms  lho dengan statusnya sebagai seorang tantei. Makanya dalam beberapa kesempatan ia sering banget mengklaim dirinya sebagai seorang "meitantei". Mei (名) adalah sebuah prefiks yang berarti terkenal (famous) atau hebat (great). Jadi ketika si Kogoro mengatakan bahwa dirinya adalah meitantei (名探偵), ia merasa bahwa dirinya adalah seorang detektif yang terkenal atau detektif yang hebat.

2. Satsujin (殺人)

Selain "tantei", dalam film Detektif Conan pasti deh kita juga bakal sering banget mendengar kata satsujin. Kosakata ini sering diucapkan setelah terjadinya suatu kasus.

Kata satsujin sendiri bahkan menjadi judul dari anime Detektif Conan episode ke-9. Setelah lagu pembukaan selesai, Conan kemudian mengatakan,  "天下一つり殺人事件" ("Tenkaichi yo matsuri satsujin jiken").

Pada anime Detektif Conan episode ke-8, Aoyama Gosho juga menggunakan kata satsujin dalam judulnya yang berbunyi,  "美術館殺人事件" ("Bijutsu-kan o-na- satsujin jiken")

Jika kita menilik lebih dalam, satsujin adalah kosakata yang terdiri dari dua kanji, yakni (satsu) dan (jin). adalah kanji N3 yang memiliki makna negatif. bermakna membunuh, mengurangi, merusak, membelah, memotong daging (murder, kill, butcher, reduce, spoil, slice off dan slip). Sementara bermakna 'orang'. Jika keduanya digabung, maka kedua huruf ini membentuk arti 'pembunuhan'.
Satsujin, hal yang hampir selalu ada dalam kisah Detektif Conan (dok. Detective Conan)
Satsujin sering diucapkan dalam serial Detektif Conan versi aslinya (Bahasa Jepang) karena kata ini erat kaitannya dengan kriminalitas. Hal itu dikarenakan hampir semua kasus yang ditangani oleh Detektif Conan adalah kasus pembunuhan dengan pelaku dan motif berbeda-beda.

3. Jiken (事()件)

Jiken adalah kata lain yang sering diucapkan di dalam serial Detektif Conan. Biasanya, kata ini dipadupadankan dengan kata satsujin (meski enggak selalu) seperti yang sudah dituliskan di atas, yakni pada judul anime episode ke-8, "天下一よつり殺人事件" ("Tenkaichi yo matsuri satsujin jiken") dan pada judul episode ke-9 yakni "美術館殺人事件" ("Bijutsu-kan o-na- satsujin jiken").
Jiken, hal yang tak bisa dilepaskan dari Detektif Conan (dok. Detektif Conan)
So, apa arti sebenarnya dari kata jiken?

Sebelum membahas artinya lebih lanjut, ada baiknya kita kenali kanjinya dulu yuk! 

Jiken berasal dari dua kanji, yakni (ji) dan (ken). masuk dalam kanji N4 yang diajarkan saat kelas 4 SD. Artinya adalah hal, urusan, masalah, alasan dan mungkin (matter, thing, fact, business, reason & possibly). Adapun masuk dalam kanji N3 yang berarti urusan, kasus, materi dan barang (affair, case, matter & item).

Nah, ketika kedua kanji ini bergabung menjadi satu, maka jiken berarti insiden atau kasus. Kata ini bermakna negatif karena berarti ada masalah dan setidaknya terdapat satu orang yang menjadi penyebab dari masalah ini. Jiken dalam Detektif Conan erat kaitannya dengan pembunuhan.

4. Satsujin-sha (殺人者)

Tak hanya satsujin, ada pula istilah satsujin-sha, salah satu kosakata kriminal yang bisa kita temui di dalam Detektif Conan. Ada yang bisa nebak artinya apa?

Jika satsujin berarti 'pembunuhan', maka satsujin-sha adalah orang yang melakukan pembunuhan alias pembunuh. Dalam Bahasa Inggris kita mengenalnya dengan kata killer atau murderer.

(sha) terdapat di kanji N4 yang diajarkan untuk anak kelas 3 SD. Kata ini bermakna 'seseorang' atau 'orang' (someone, person) dan biasa digunakan sebagai imbuhan akhir.
(dok. Tokyo Otaku Made)
Familiar dengan istilah geisha? Nah, 芸 (gei) dalam Bahasa Jepang berarti pertunjukan, seni, teknik, akting, trik dan bahkan kerajinan. Begitu ditambah di akhir kata, maka geisha berarti orang yang melakukan suatu pertunjukan atau seni.

Itulah kenapa kita mengenal geisha sebagai wanita penghibur karena tugasnya adalah melakukan sebuah pertunjukan dan menampilkan kesenian. Dengan kata lain, jika ada kata dalam Bahasa Jepang yang diikuti akhiran (sha), maka itu berarti orang yang melakukan sesuatu.

Kata satsujin-sha dapat ditemui dalam serial Detektif Conan, salah satunya pada anime episode 8. Dalam episode tersebut seorang pelaku bernama Tuan Manaka membuat sebuah pengakuan dengan mengatakan, "watashi wa satsujin-sha" (saya adalah seorang pembunuh).

5. Torikku (トリック)

Saat mencoba menganalisa bagaimana cara pelaku melakukan suatu kejahatan, Conan sering banget mengucapkan kata torikku. Kira-kira apa ya artinya?

Torikku bukanlah kosakata asli Bahasa Jepang. Torikku adalah kosakata serapan yang diambil dari Bahasa Inggris, yakni trick yang berarti trik. Oleh karena itu, torikku di sini tidak ditulis dalam huruf kanji atau hiragana, melainkan ditulis dengan katakana.
(dok. Detective Conan)
Dalam Detektif Conan, kita akan sering banget menemukan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang. Supaya enggak ketahuan, makanya si pelaku enggak melakukan kejahatan secara sembarangan. Ia justru melakukannya dengan trik-trik tertentu agar ia dapat menciptakan alibi yang sempurna.

Untuk menyingkap siapa pelakunya, Conan perlu mengetahui trik apa yang dilakukan oleh si tersangka. Saat melakukan investigasi, Conan sering berpikir sambil berkata dalam hati, "torikku". 

Komentar

  1. Waaaaah...selama ini ku nonton versi udah dubbing...jadi pengen juga nonton yang versi masih pake basa jepun aslinya... Seru banget belajar kosakatanya sambil dicari makna per suku kanjinya yaaa...kereeennn pisaaaaannn

    BalasHapus

Posting Komentar