Sssst... Bambang Pamungkas Beberkan Rahasia Sukses di Liga NIVEA MEN Topskor dan Cup 2018/2019!

Selebrasi kemenangan SSB Candrabragha Bekasi usai menjadi juara di Liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 (dok. NIVEA MEN)
Siapa sih yang enggak pengen sukses? Pasti dong semua orang menginginkannya. Namun sayang tidak semua orang dapat mewujudkannya karena sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Nah, di antara sekian banyaknya publik figur, saya termasuk yang mengagumi Bambang Pamungkas alias BePe. Ia bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu ikon sepak bola Indonesia. Prestasinya yang gemilang di kancah sepak bola baik dalam maupun luar negeri membuat ia kini menjadi panutan bagi masyarakat Indonesia.
 
Beruntung pada Sabtu, 23 Maret 2019 lalu saya berkesempatan untuk melihat secara langsung Bambang di festival sepak bola NIVEA MEN dalam rangkaian liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 di GOR Soemantri. Liga NIVEA MEN sendiri adalah sebuah turnamen sepak bola khusus bagi para anak SMA dan sekolah sepak bola se-Jabodetabek dan Jawa Barat. Dan kamu tahu apa? Ssstt.. ternyata lewat ajang ini BePe membeberkan rahasia suksesnya loh! Seperti apa cerita dan rahasia suksesnya? Itu dia yang saya dan para pecinta sepak bola nanti-nanti!
Bambang Pamungkas saat berbagi cerita di Festival Sepak Bola NIVEA MEN (dokpri)
Bambang Pamungkas bercerita bahwa dari kecil ia adalah anak yang berprestasi. Ia sering mendapatkan juara kelas semasa sekolah. Ia mulai mencintai dunia sepak bola saat ia berusia 8 tahun. Namun berbeda dengan anak-anak lainnya yang bermain si kulit bundar dengan sepatu, BePe justru enggan bermain sepak bola dengan alas kaki. Sebaliknya, kalau orang Betawi bilang ia mah "nyeker". Hal itu dikarenakan saat itu BePe tinggal di kampung dan hal yang lazim di sana untuk bermain sepak bola tanpa alas kaki.

Menyadari hal itu, Miswanto sang ayah kemudian membuatkannya SSB (Sekolah Sepak Bola) namun dengan syarat bahwa BePe harus mengenakan sepatu. Peraturan menggunakan sepatu saat bermain bola itu sebenarnya bagus. Namun lantaran di kampungnya hal itu bukan hal biasa, maka semakin lama murid di sana semakin berkurang hingga pada akhirnya SSB yang dibentuk pun tutup.

Saat memasuki masa putih-abu, BePe dilarang oleh orang tuanya untuk terlalu menggeluti dunia kulit bundar. BePe kecewa. Namun alih-alih melawannya, ia justru membuat kesepakatan. Ia tetap boleh bermain sepak bola dengan catatan akan menyelesaikan sekolah dengan nilai yang baik. Kesepakatan itu berjalan lancar. Namun kegalauan sempat kembali datang.

Menjelang kelulusannya, BePe ternyata mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Oklahoma, Amerika Serikat. Wah, keren banget sih! Kalau saya jadi BePe, mungkin akan saya ambil tawaran itu. Kapan lagi bersekolah di luar negeri, Amerika pula!
Bambang Pamungksa berfoto bersama beberapa penanya yang berasal dari finalis Liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 (dokpri)
Namun BePe adalah BePe. Saking cintanya ia dengan sepak bola, ia justru menolak beasiswa itu dan memilih untuk fokus di dunia sepak bola. Berkat kerja keras dan konsistensinya, hasilnya pun kita bisa lihat sekarang. BePe berhasil menjadi salah satu pemain sepak bola yang berprestasi di Indonesia. Berbagai prestasi telah diraihnya baik dalam bidang sepak bola ataupun bukan. Mulai dari pemain sepak bola termuda pada SEA Games 1999 di Brunei, penulis buku "Ketika Jemariku Menari" dan bahkan terpilih sebagai salah satu pembawa obor Indonesia untuk Olimpiade 2012. Manjiw!

Mungkin orang akan bertanya-tanya kenapa Bambang Pamungkas bisa sukses seperti sekarang. Di Liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 ia bercerita kepada para hadirin khususnya pada para finalis liga NIVEA MEN bahwa rahasia suksesnya adalah K-P+R=S.

K adalah Kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya. P adalah Permasalahan yang hadir dalam hidup kita. R adalah Reaktif, tentang bagaimana kita mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Terakhir, S tentu saja adalah Sukses. 

Saat mendengar hal itu saya berpikir, "Wow keren banget!" Kalau dipikir-pikir apa yang BePe sampaikan ada benarnya. Bambang Pamungkas telah membeberkan rahasianya. Kini, tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya dan berjuang demi meraih impian yang kita inginkan.

Ada Apa Saja di Festival Sepak Bola NIVEA MEN?

Selain ada sesi sharing bareng BePe alias Bambang Pamungkas,  ada hal menarik lainnya dari festival sepak bola NIVEA MEN di Liga NIVEA MEN Topskor dan Cup 2018/2019 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Ternyata di sini kita bisa mengikuti berbagai kegiatan menarik lho, mulai dari stand terapi ala atlet, mencoba teknologi virtual reality, product experience dan bahkan hingga pangkas rambut. Semuanya dapat diikuti secara gratis!
Mencoba teknologi VR di Festival Sepak Bola NIVEA MEN (dokpri/difoto oleh Achmad Humaidy)
Asyiknya, sembari mengikuti berbagai kegiatan di festival sepak bola NIVEA MEN, kita juga bisa membawa pulang goodie bag yang isinya kece abis. Caranya mudah saja kok. Pertama, minta sebuah kartu di dekat pintu masuk yang berisi 4 buah daftar cek (checklist). Kemudian ikuti minimal 3 dari 4 kegiatan yang tersedia dan mintalah cap pada petugas setiap kali selesai ikut kegiatan. Setelah mendapatkan minimal 3 cap, kasih deh kartu daftar ceknya kepada petugas yang berjaga. Voila.. maka goodie bag berisikan berbagai produk perawatan kulit merk NIVEA MEN berhasil kita bawa pulang! Wuiih, mantap djiwa kan?

Saya sendiri telah mencoba pengalaman menggunakan virtual reality dan product experience. Pada product experience, saya mencoba NIVEA MEN creme. Wadah krimnya berbentuk bundar dan pipih dengan ukuran 75ml. Di festival sepak bola NIVEA MEN saya baru tahu bahwa ternyata NIVEA MEN telah mengeluarkan produk baru berupa sebuah krim multifungsi yang bisa digunakan di bagian wajah, tubuh dan bahkan tangan.
Para hadirin mengantre untuk mencoba produk-produk NIVEA MEN (dokpri)
Saya berpikir ini asik banget. Jadi kita enggak perlu repot-repot lagi beli berbagai macam krim. Cukup membeli krim NIVEA MEN, saya pun bisa melakukan perawatan kulit di wajah, tangan, tubuh dan bahkan bibir. Dengan formula vitamin Enya, krim yang satu ini berfungsi banget dalam merawat dan melindungi kulit dari kusam dan kering akibat polutan. Wah, benar-benar pengalaman produk yang berkesan!
Saya bersama produk-produk NIVEA MEN (difoto oleh Novitania)

Komitmen NIVEA MEN demi Sepak Bola Indonesia

Liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 telah berlangsung dengan sukses. Dari turnamen tersebut didapatkan hasil bahwa SMA Cibinong, Bogor keluar sebagai juara untuk kategori sekolah dan SSB Candrabragha Bekasi keluar sebagai juara untuk kategori SMA. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi 30 pemain terbaik juga berkesempatan untuk mengikuti pelatihan sepak bola selama tiga hari di Jakarta oleh Real Madrid Fundacion Professional Football Camp pada akhir 2019 nanti di Jakarta. Keren!
Selebrasi kemenangan SMA Cibinong usai mengalahkan SMA 116 Ragunan di babak final Liga NIVEA MEN Topskor U-17 dan Cup 2018/2019 (dok. NIVEA MEN)
Sebagai salah satu pengguna NIVEA MEN saya amat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh NIVEA MEN. Saya rasa baru kali ini loh ada produk perawatan kulit pria yang benar-benar peduli dengan sepak bola tanah air! Apalagi Liga U-17 dan Cup tahun ini telah memberi kesempatan bertanding kepada lebih dari 50 sekolah sepak bola (SSB) dan SMA dengan hampir 1.500 pemain sepak bola muda dan 500 officials dari area Jabodetabek dan Jawa Barat. Jumlah yang fantastis!

Turnamen sepak bola untuk anak usia maksimal 17 tahun dan SSB yang diadakan sejak 2016 ini menjadi komitmen jangka panjang NIVEA MEN dalam mendukung sepak bola tanah air. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Michael Suwito selaku Senior Brand Manager NIVEA MEN Face & Body Cleansing, Beiersdorf Indonesia.

"Liga U-17 dan Cup serta kompetisi-kompetisi sepak bola yang pernah kami selenggarakan sejak tahun 2016 silam, telah menegaskan posisi kami sebagai satu-satunya merek perawatan kulit pria di Indonesia yang berkomitmen mempersiapkan calon-calon bintang sepak bola Indonesia. Selain itu, sebagai sponsor resmi Real Madrid C.F., kami dapat bernegosiasi dengan klub sepak bola terkemuka ini untuk berbagi modul pelatihan kelas dunia mereka demi meningkatkan kemampuan para pemaina sepak bola muda di Indonesia."
NIVEA MEN, produk perawatan kulit pria yang benar-benar mendukung sepak bola Indonesia. Dari kiri ke kanan: Yusuf Kurniawan (Direktur Topskor Indonesia); Michael Suwito (Senior Brand Manager NIVE MEN Face Care & Body Cleansing, Beiersdof Indonesia); Andres Muntaner Borrajo (Direktur Real Madrid Fundacion); Usman Fatahillah (Pemain terbaik dan alumnus Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2016/2017); Thoriq Tiffana (Best defender & alumnus Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2017/2018) & Valentino Simanjuntak Jebreet (dok. NIVEA MEN)
Enggak kalah penting, ternyata turnamen sepak bola ini juga didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga loh gaes. "Kami percaya peningkatan kualitas generasi muda sepak bola Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama sehingga kami sangat mengapresiasi komitmen NIVEA MEN dan Topskor Indonesia dalam membina bibit-bibit baru sepak muda Indonesia melalui Liga U-17 dan Cup ini. Kami akan terus mendukung upaya-upaya pembinaan talenta sepak bola usia muda Indonesia dan harapannya kompetisi seperti ini makin meluas di berbagai penjuru kota di Indonesia." Tutur Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta.

Liga NIVEA MEN U-17 dan Cup 2018/2019 memang telah berakhir. Namun saya berharap bahwa semangat yang ada untuk meraih mimpi khususnya mengharumkan nama Indonesia di kancah sepak bola terus ada dan tidak pernah padam sampai kapanpun. Bukan tak mungkin suatu hari akan lahir pesepakbola-pesepakbola andal kelas dunia dari Indonesia melalui ajang Liga NIVEA MEN. Mari kita doakan.

Komentar

  1. Acaranya keren banget tuh, aku sendiri suka dengan produk Nivea Woman dan udah sering pakai dari dulu karna cocok banget buat kulitku. Baru tahu ada kegiatan Nivea Man yang melibatkan tanding sepak bola sejabodetabek, semoga dari sini muncul bibit terbaik bangsa ya. Rasanya bangga juga mengikuti perjuangan Bepe yang keren banget di kancah nasional, ngga nyangka ternyata Bepe ngga hanya jenius dalam memainkan si kulit bundar tapi juga berprestasi. Mantap jiwa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga baru tahu kalau BePe dulu keterima beasiswa di Amerika dan bahkan sempat jadi penulis buku juga. Layak banget jadi panutan!

      Hapus

Posting Komentar