Mitos dan Fakta tentang Nuklir, Yuk Kenali Lebih Dalam bareng Bapeten!

Apa sih yang terbayang di benakmu begitu mendengar kata nuklir? Secara definisi, energi nuklir adalah energi yang dihasilkan dari sebuah proses kimia yang dikenal dengan reaksi fisi dan reaksi fusi pada sebuah inti atom. Tapi kalau dari segi gambaran teman-teman?

Pasti deh enggak jauh-jauh dari bom Hiroshima dan Nagasaki, hancurnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl dan hancurnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima? Ye, kan? Ngaku aja deh :p *maksa
Hayoooo siapa yang langsung kepikiran sama bom atom di Hiroshima dan Nagasaki kalau mendengar kata nuklir? (dok. George R. Caron dan Charles Levy)
Saya juga gitu sih awalnya. Sama seperti orang pada umumnya, kalau mendengar kata nuklir pasti deh identik dengan tiga kata. Yap apalagi kalau bukan tentang ledakan, radiasi dan berbahaya. Pokoknya yang jelek-jelek deh imejnya!

Nah, masalahnya bener enggak sih aslinya kayak gitu?

Jaman sekarang adalah jaman yang canggih. Teknologi berkembang dengan pesat. Tapi sayangnya, di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi, ada sisi negatif yang sulit kita hindari. Yap, apalagi kalau bukan mudah tersebarnya hoax alias kabar bohong. Tak terkecuali dengan hoax alias berita enggak benar seputar nuklir.
Informasi tentang nuklir pun banyak hoaxnya loh! (dok. intisari)
Maka dari itu BAPETEN mengajak serta awak media, bloger dan vloger untuk mengenal lebih dalam tentang nuklir pada 25-26 September 2018. Beruntung saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut walau hanya di hari kedua saja. Sekadar informasi, kegiatan di hari kedua adalah jalan-jalan edukatif bareng BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) ke BATAN  yang ada di Serpong lho... 
Kunjungan ke BATAN bersama BAPETEN (dok. BAPETEN)
Melalui kegiatan BAPETEN, saya senang banget. Soalnya saya belajar banyak tentang nuklir yang mungkin saja orang tidak ketahui secara pasti. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa masih banyak informasi seputar dunia nuklir yang jarang diketahui atau masih tersebarnya misinformasi tentang dunia nuklir kepada masyarakat umum. That's why I write about it.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman bareng BAPETEN untuk mengenali lebih dalam tentang apa saja fakta atau informasi apa yang benar tentang nuklir dan  mitos atau informasi apa yang salah tentang nuklir. Seperti sebuah peribahasa, "Tak kenal maka tak sayang", maka yuk kita kenalan dulu!
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (dok. govtech.com)
So, apa sajakah fakta dan mitos tentang nuklir? Saya mau bikin pantun dulu yah. Ada bebek kepalanya kejedot, let's cek it out!

Nuklir itu Berbahaya, Mitos atau Fakta?

Ini sering banget tertanam di benak kita bahwa nuklir itu berbahaya. Pertanyaannya mitos atau fakta sih jika nuklir itu adalah suatu hal yang berbahaya?
Nuklir bisa berbahaya? (dok. freeportnewsnetwork.com)
Kalau dibilang berbahaya, saya sih enggak bisa bilang iya ataupu tidak. Menurut saya nuklir itu analoginya seperti pisau. Pisau bisa dikatakan aman dan bermanfaat, tapi di sisi lain bisa menjadi sesuatu yang berbahaya.

Aman jika digunakan untuk memotong sesuatu (misalnya cabe, bawang dan mangga) dan digunakan oleh orang dewasa. Bahkan bermanfaat pula. Tapi pisau bakalan menjadi benda yang enggak aman jika digunakan untuk melukai orang lain dan digunakan oleh anak kecil atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan. 

Sekarang kita ambil analogi pensil deh. Jangankan pisau, pensil pun bisa jadi sesuatu yang berbahaya loh kalau digunakan secara tidak tepat! Pensil jika digunakan untuk menulis adalah barang yang bermanfaat, tapi kalau digunakan untuk nyolok mata orang bakalan berbahaya kan? (Ye kali pensil buat nyolok mata orang). Nah, nuklir pun juga begitu.
Pensil pun bisa berbahaya loh jika digunakan secara tidak benar! (dok. aliaexpress.com)
Nuklir pada dasarnya adalah AMAN untuk digunakan. Bahkan BERMANFAAT banget loh buat kehidupan! Yang penting pemakaian atau penggunaannya itu harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan tentu saja dilakukan oleh orang-orang yang kompeten dan tepat di bidangnya. 

Misalnya nih nuklir dipegang sama emak-emak yang naik motor harusnya sen kiri tapi ngasih sen kanan, ya bakalan berbahaya. Tapi kalau yang ngurusin tenaga nuklirnya adalah para ahli yang memang menempuh pendidikan terkait bidang itu ya tentu aman. Soalnya orangnya tepat.
Nuklir berbahaya kalau dipegang emak-emak yang naik motor seharusnya belok ke kiri tapi kasih sen ke kanan! (dok. youtube)
Misalnya juga PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) dibangun di dalam mall. Ya bakalan berbahaya karena ada di tengah-tengah kota dan lingkungan padat penduduk. Tapi jika dibangun di tempat yang jauh dari penduduk atau tempat yang memenuhi kriteria sebagai tempat pembangunan pembangkit listrik ya aman. Intinya, segala hal (tak hanya nuklir) itu ada resikonya. Masalahnya tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan baik.

Terus seberapa bermanfaat dan seperti apa sih nuklir? Bahasan lebih lanjut ada di nomor berikutnya ya.

Nuklir Hanya Tentang Bom, Mitos atau Fakta?

Nah, kalau ini sih udah jelas jawabannya adalah MITOS. Iya sih nuklir bisa jadi bom contohnya seperti yang dilakukan oleh Amerika ke warga Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Agustus 1945. Tapi eh tapi, nuklir ada banyak manfaatnya. Ini berkaitan dengan bahasan tentang nuklir di nomor pertama ya.

Kok gitu? Yap! Faktanya, nuklir bisa dimanfaatkan di berbagai bidang loh. Mulai dari bidang peternakan, pangan, pertanian, pertambangan bahkan hingga kedokteran! Eits, kecuali bidang percintaan ya hehe.

Di bidang pertanian misalnya. Kalau enggak ada bantuan teknologi nuklir, varietas tanaman pangan akan menjadi varietas yang biasa-biasa aja atau bahkan kualitasnya kurang bagus. Namun lewat teknologi nuklir yang dilakukan dengan cara imbas radiasi, varietas tanaman seperti padi, kedelai dan kacang hijau akan menjadi varietas unggul dan berkualitas baik. Manfaatnya enggak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat saja tetapi juga oleh petani loh. 

Tahu enggak sih? Benih padi varietas Batan saja telah terbukti dapat meningkatkan pemasukan petani hingga 25% karena produktivitasnya lebih tinggi (7-9 ton/ha) loh. Uwaw!
Nuklir bermanfaat di bidang pertanian dalam menghasilkan varietas unggul. (dok. goharvestmarket.com)
Sementara itu di bidang kedokteran, penggunaan radiasi dari isotop radioaktif cobalt pada dosis tertentu mampu membunuh sel-sel kanker. Di samping itu nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa pasien tanpa harus melakukan pembedahan. Sinar X adalah contoh nyata dari pemanfaatan nuklir di bidang ini.

Dengan menggunakan radiasi dari isotop radioaktif cobalt pada dosis tertentu terhadap sel-sel kanker, sel-sel ini akan mati, sedangkan sel-sel normal tidak begitu terpengaruh selama pengobatan. Selain itu untuk mendiagnosa penyakit pasien tanpa harus melakukan pembedahan, para dokter biasanya menggunakan sinar-X.
Salah satu pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan (dok. radiologyinfo.org)
Itu baru di bidang pertanian dan kedokteran aja, di bidang-bidang lainnya nuklir juga berperan penting.

So, salah banget kalau dikatakan bahwa nuklir itu hanya tentang bom. Bom itu adalah nuklir yang disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab (kembali lagi ke poin nomor 1 tentang bahaya atau manfaat nuklir). Manfaat nuklir justru banyak banget kok!

Radiasi Nuklir bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?

Ini juga sering terdengar di sebagian besar masyarakat kita. Termasuk juga saya hehe. Makanya begitu mau masuk ke salah satu ruangan reaktor di Batan yang penuh dengan radiasi nuklir saat kunjungan ke sana, banyak yang takut. Kenapa? Katanya adalah.. jeng..jeng.. karena radiasi nuklir itu bisa bikin seseorang mandul alias sulit mendapatkan keturunan! Duh gaswat, saya belum nikah lagi!

Beredarnya informasi tersebut membuat sering ada guyonan yang mengatakan bahwa orang yang kerja di tempat yang ada radiasi nuklirnya itu bakalan sulit mendapatkan keturunan. Makanya kalau mau kerja di badan nuklir sebaiknya minimal sudah menikah dulu dan bahkan punya anak. Wow!
Opo iyo radiasi nuklir bisa buat orang mandul?
Dikutip dari warstek.com seperti yang ditulis oleh R. Andika Putra, kemandulan yang disebabkan oleh radiasi itu kuncinya terletak pada dosis. Jika dosisnya rendah, ya aman-aman aja. Tapi jika dosisnya tinggi yakni sekitar 250-350 mSv yang diterima oleh tubuh,khususnya pada organ reproduksi maka berpeluang dalam membuat seseorang mengalami kemandulan. Itu pun kemandulan sementara. Kemandulan permanen bisa didapatkan jika dosis radiasi yang dihasilkan adalah sebesar 2000 mSv.

Oh ya, enggak perlu khawatir juga kok tentang hal ini. Soalnya beberapa petugas di BATAN yang saya temui saat kunjungan bareng BAPETEN bercerita bahwa walaupun mereka telah bertahun-tahun bekerja di sana, mereka aman-aman aja kok. Malahan banyak kok yang punya anak lebih dari satu. 

Jadi ini sebenarnya balik lagi ke poin nomor 1 sih. Intinya adalah kalau kita menggunakannya sesuai prosedur dan dilakukan oleh orang yang tepat, tentu saja radiasi nuklir masih dapat teratasi dengan aman. Makanya saat masuk ke ruangan yang terpapar radiasi nuklir, penting bagi kita untuk mematuhi SOP yang berlaku, mulai dari mengenakan pakaian khusus, usahakan jangan menyentuh sesuatu (atau minimalisir) dan terakhir adalah melakukan pengecekan kontaminasi radiasi di alat khusus. Sepanjang melakukan prosedur dan dibimbing oleh yang ahli, aman kok.

So, buat teman-teman yang mau kerja di badan nuklir atau nikah dengan orang yang kerja di bidang nuklir enggak perlu takut lagi ya. Terbukti aman!

BAPETEN dan BATAN itu Berbeda, Mitos atau Fakta?

Sebagian besar orang mungkin lebih sering mengenal BATAN ketimbang BAPETEN. Saya pun baru tahu saat kunjungan kemarin. Pertanyaannya, fakta atau mitos kalau BAPETEN dan BATAN itu adalah dua badan yang berbeda?

Jawabannya adalah FAKTA!

BAPETEN dan BATAN itu berbeda ya gaes. Dari kepanjangannya aja udah jelas sih. BAPETEN adalah Badan Pengawas Tenaga Nuklir sedangkan BATAN adalah Badan Tenaga Nuklir Nasional. 

Logo Bapeten (dok. bapeten.go.id)
Logo Batan (batan.go.id)

Dari segi tugas, kedua badan ini berbeda. Kalau menurut UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BATAN memiliki tugas penelitian dan pengembangan, penyelidikan umum, eksplorasi dan eksploitasi bahan galian nuklir, produksi bahan baku untuk pembuatan dan produksi bahan bakar nuklir, produksi radioisotop untuk keperluan penelitian dan pengembangan, dan pengelolaan limbah radioaktif. 

Nah, sementara itu BAPETEN memiliki tugas pengaturan, perizinan, dan inspeksi. So, dari definisi tersebut bisa kita katakan bahwa BATAN itu yang melakukan litbang sedangkan BAPETEN itu yang melakukan pengawasan. Reaktor Nuklir BATAN sendiri selalu diinspeksi oleh BAPETEN. Intinya adalah UU memisahkan antara yang mana badan pengawas dan yang mana badan peneliti.

Dari tugas BAPETEN itulah sebagai masyarakat kita enggak perlu takut lagi. Soalnya ada BAPETEN yang benar-benar mengawasi perkembangan dan pemanfaatan nuklir di Indonesia. Soal nuklir, serahkan aja deh ke BAPETEN!

Walau terdapat banyak perbedaan, baik BATAN dan BAPETEN memiliki persamaannya loh. Persamaannya adalah kedua institusi sama-sama terbentuk karena dilatarbelakangi oleh adanya beberapa percobaan nuklir oleh sejumlah negara (salah satunya Amerika Serikat) di kawasan Pasifik pada 1954.

Lantaran khawatir memiliki dampak buruk bagi Indonesia, maka saat itu dibentuklah Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktif pada 1954-1957. Namun keduanya lahir pada tahun berbeda. BATAN lahir pada 1964 sedangkan BAPETEN baru lahir pada 1997.
Salah satu kegiatan BAPETEN dalam pengawasan tenaga nuklir di Sidoarjo, Jawa Timur (dok. Bapeten)
Nah, itulah berbagai fakta tentang nuklir. Sebenarnya ya masih banyak lagi sih, tapi kalau ditulis semua nanti jadinya novel dong. Haha.

Oh ya, sampai sekarang sih keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia masih merupakan angan-angan. Namun bukan tak mungkin jika suatu hari nanti bisa menjadi kenyataan jika keadaannya sudah memungkinkan. 

Akhir kata, saya ingin mengatakan bahwa untuk memberikan kontribusi pada bangsa ini, kita enggak perlu tinggi-tinggi sekolah di bidang nuklir atau kerja di badan nuklir kok. Cukup dengan turut menyebarkan informasi yang benar tentang nuklir dan turut mendukung upaya pemerintah dalam hal pengembangan nuklir sudah merupakan kontribusi bagi bangsa kok sebagai warga negara yang baik. Bersama nuklir, Indonesia maju!

***

Buat teman-teman yang ingin kenalan dengan nuklir dan bapeten, yuk follow akun medsosnya dan tanya-tanya di sana! Langsung diklik aja ya!

Twitter: Bapeten
Instagram: Bapeten 
Website: Bapeten

Komentar

  1. Bicara tentang nuklir ini memang ngeri-ngeri sedap yaa karena ada dibalik manfaat ada resiko yang juga harus dihadapi. Dua sisi ini yang harus diedukasi kepada publik supaya semua paham tentang mitos atau faktanya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ka. Nuklir ini bagaikan dua mata pisau. Bagaimana kita bisa ambil sisi positifnya dan memanfaatkannya dengan baik adalah kunci utamanya.

      Hapus
  2. Wowww...jadi Kita take perlu takut yaa sama nuklir..kegunaannya banyak banget ya bahkan sampai bisa menghasilkan bibit unggul dan pengobatan kanker...canggih..hohoho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka. Nuklir itu banyak banget manfaatnya. Dulu kukira nuklir itu tentang bom aja loh. Ternyata nuklir juga berperan di bidang pertanian, pangan dan bahkan kesehatan!

      Hapus
  3. yaaah aku kelewatan acara ini, menarik banget. Tapi dari kuliah ada matkul nuklir dari BATAN dan emang seru banget, gak semata2 tentang nuklir bom atom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mbak emang dulu kuliah jurusan apa? Berat banget matkulnya. XD

      Hapus
  4. Nuklir taunya bom aja ya ternyata manfaatnya bagi dunia kesehatan juga ya. Nice info kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk dulu aku juga mikir gitu mbak. Setelah ikut media gathering bareng Bapeten kupun baru tahu kalau nuklir itu banyak banget manfaatnya :D

      Hapus
  5. Saya mah buta sama nuklir ginian hihih taunya ya bom aja, ternyata nuklir juga banyak fakta dan mitosnya yah, makasih loh saya jadi tau deh tentang nuklir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka. Tanpa kita sadari nuklir itu bermanfaat banget untuk kehidupan kita. Sinar X-ray adalah contoh nyatanya.

      Hapus
  6. Sbenernya aku tertarik banget sama nuklir. Banyak baca artikel ttg bahayanya radiasi nuklir. Tapi terus aku mikir klo cuma bahaya doang kenapa bnyak negara yg berlomba lomba ngembangin teknologi nuklir ya. Dan thanks infonya aku dpt dsini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Soalnya nuklir banyak manfaatnya. Jepang aja mengembangkan nuklir. Semoga Indonesia menyusul ya jadi negara dengan perkembangan nuklir percontohan di dunia.

      Hapus
  7. Wah, baru tahu kak, super banget article sangat lengkap... Ternyata aku banyak taunya mitos dong... Hiks bom mulu kalau bilang nuklir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka. Kalau bentuknya bom berarti nuklir yang telah disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Padahal sebenarnya nuklir itu punya banyak sisi positifnya. Hihi.

      Hapus
  8. semuanya tergantung si pemakai itu sendiri ya, kalau yang pakai nggak paham bisa malah bahaya. aku udah mikirnya pasti nuklir bahaya, ternyata nggak juga ya tergantung cara pemakaiannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ka. Seperti analogi pisau, bermanfaat atau justru berbahaya tergantung orang yang menggunakannya. Maka dari itu Bapeten mengadakan media gathering agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang tahu akan fakta-fakta seputar nuklir. :)

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus


  10. Kalo tentang tanah yang katanya pernah di bom nuklir, beberapa ratus tahun ke depan akan subur banget, bener gak sih kak?
    Menarik banget ini pembahasan, krn memang di mata aku pun, nuklir berbahaya.. . Dan ternyata pas baca tulisan kaka, pemikiran ttg nuklir agak kebuka, gak hanya tentang bom, gak hanya tentang radiasi, tapi juga banyak manfaatnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku baru tahu informasi soal tanah yang subur berkat bom nuklir. Jadi penasaran pengen cari tahu.

      Betul kak. Nuklit banyak banget manfaatnya cuman di pikiran masyarakat biasanya yg jelek-jelek aja hihi

      Hapus
  11. Seharusnya nggak perlu dipikirkan jelek lagi soal nuklir, yang diperlukan adalah bagaimana pemanfaatannya dan diawasi dengan baik.

    BalasHapus
  12. Saya mendukung potensi batan yang kalau bisa terus ditingkatkan. Sekadar bocoran, banyak negara maju yg tdk rela negara berkembang naik level, salahsatunya lewat pemanfaatan nuklir, meski hanya untuk kesejahteraan. Misal, listrik, nuklir bisa bisa menghemat energi hingga 50 persen.

    Melansir kompas, nuklir termasuk EBT yang bisa menghasilkan 5.000 megawatt aliran listrik pada 2025.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Takut tersaingi apa ya mas makanya mereka enggak suka kalau ada negara yang mengembangkan nuklir? Hehe. Btw, thanks mas buat infonya.

      Hapus
  13. Iya aku pikir juga nuklir itu identik dengan bomb ternyata ada mnafaat lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Manfaat nuklir itu banyak banget kok. Bom adalah nuklir yang disalahgunakan aja :)

      Hapus
  14. Kalo udah baca kata nuklir, pikiranku punya 2 cababg. 1, kebayang scene film sci-fi. 2, kebayang bom besar lagi meledak.

    Walau begitu, bener deh, perlu kita bantu sebarkan informasi yang benar tentang nuklir ini. Biar nggak pada ngeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi aku juga dulu mikirnya gitu kak. Kalau bicara tentang nuklir bayangannya pasti langsung mengarah ke bom wkwk padahal kan nuklir itu banyak manfaatnya.

      Betul banget ka. Makanya Bapeten mengadakan media gathering agar semakin banyak masyarakat yang tahu tentang pentingnya nuklir untuk kehidupan.

      Hapus
  15. Baru tau ternyata nuklir bermanfaat di bidang pertanian ya..tak pikir cuma buat bom aja hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya manfaat nuklir banyak kok mbak ternyata :D

      Hapus
  16. Kalau gak baca2 ini dan tulisan ttg nuklir dr bbrp tmn blogger sy jg berpikirnya lgs ke bom hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kan benar. Ternyata masih banyak ya orang Indo yg beranggapan kalau nuklir hanya ttg bom :D

      Hapus
  17. Baca tulisan ini jadi tercerahkan soal nuklir. Dipikiran saya nuklir itu berbahaya pokoknya harus dijauhi, ternyata klo memang dijalankan sesuai prosedur tentu saja akan aman ya. Benar bangat sih contohnya pisau itu, bisa bermanfaat dan juga menyakiti tergantung bagaimana menggunakannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakaaat! Jadi masyarakat gak perlu khawatir lagi dengan nuklir. Apalagi di Indonesia ada bapeten yang bakal mengawasi penggunaan teknologi nuklir :D

      Hapus
  18. Banyk ya manfaatnya, namun mesti waspada juga trhadap nuklir, sebab nggak tahu hal buruk yg bisa terjadi jika nggak waspada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Makanya ada Bapeten yang bakal mengawasi penggunaan nuklir biar tetap aman.

      Hapus
  19. Kalo bicara nuklir. Aku ingat yah ga jauh sama bom nuklir di jepang itu. Memang kita dari dulu ga terlalu diedukasi soal positif nuklir. Malah yang negatif melulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Makanya edukasi tentang nuklir itu perlu dilakukan biar gak salah kaprah.

      Hapus

Posting Komentar