Bersama Dompet Dhuafa, Ayo Jawab Panggilan Zaman dengan Berkurban!

Sebentar lagi Idul Adha tiba. Dalam waktu dekat kaum muslim seluruh dunia akan bersukacita dalam menikmati daging kurban. Kalau kata Syahrini, "Alhamdulillah yah".

Dalam rangka menyambut hari istimewa yang jatuh setiap bulan Dzulhijjah ini ada berbagai cara yang bisa kita lakukan. Saya pun tak ketinggalan berpartisipasi. Bersama dedek-dedek gemes teman-teman bloger dan media, alhamdulillah, saya berkesempatan untuk menyambut Idul Adha 1439 H dengan melakukan Socio Trip Kurbanesia alias kunjungan ke Kebun Indonesia Berdaya yang terletak di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat pada 7 Agustus 2018. Enggak hanya bloger Jabodetabek aja yang turut serta, bloger Bandung dan sekitarnya pun juga ikutan lho! Yeay!
Socio Trip Kurbanesia di Kebun Indonesia Berdaya, Cirangkong, Cijambe, Subang (07/08) (dokpri)
Btw, di Kebun Indonesia Berdaya tidak hanya terdapat berbagai buah-buahan seperti buah naga, jambu kristal dan nanas saja, namun juga sentra peternakan. Awalnya peternakan hanya dikelola oleh warga setempat. Namun sejak akhir 2014, Dompet Dhuafa masuk dan turut memberdayakan peternak. Hal itu membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Pendapatan peternak setempat meningkat. Selain itu pada 2018 sentra ternak di sana menghasilkan kelompok peternak yang terdiri dari 30 orang. Ntap!
Kebun Indonesia Berdaya. Di sini ada banyak pohon nanas dan buah naga loh! (dokpri)
Balik ke Socio Trip. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam, alhamdulillah akhirnya kami tiba juga di Kebun Indonesia Berdaya Subang. Perjalanan dimulai dari pukul 07.00 WIB dari Jakarta. Lantaran waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, maka kegiatan diawali dengan makan siang dan sholat dzuhur. Setelah itu barulah pembukaan lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke Sentra Ternak yang berada di sana dengan ditemani oleh sejumlah pendamping Dompet Dhuafa.
Pembukaan Socio Trip Kurbanesia di Subang oleh Adi Kurniawan, Corporate Secretary Dompet Dhuafa (dokpri)
Pergi ke suatu daerah sih udah biasa. Tapi kalau pergi ke daerah pemberdayaan Dompet Dhuafa dengan 'misi tertentu' tentu menjadi pengalaman tersendiri yang mengesankan yang akan bermanfaat bagi saya suatu hari nanti. Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?

Ketatnya Quality Control Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Jarak antara titik awal kedatangan di Kebun Indonesia Berdaya dengan sentra peternakan di Subang tidaklah jauh. Cukup berjalan selama beberapa menit saja kita pun sudah dapat sampai. Oh ya, sentra peternakan ini memiliki 3 kandang yang terdiri dari ratusan domba dan kambing. Ada kandang pembibitan, kandang penggemukan dan kandang quality control. Menariknya, melalui kunjungan ini kami para bloger mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru seputar pengelolaan hewan kurban Dompet Dhuafa, khususnya tentang quality control hewan kurban yang akan disalurkan lewat Tebar Hewan Kurban (THK) Kurbanesia.
Selfie dulu sama si mbek (dokpri)
Apa itu quality control dan kenapa sih dilakukan? Adi Kurniawan selaku Corporate Secretary Dompet Dhuafa menjelaskannya lebih lanjut.

"Dalam prosesnya sebelum kita mendistribusikan hewan kurban kita melakukan quality control. Quality control itu apa? Quality Control bagaimana kita, bagaimana Dompet Dhuafa memiliki standar-standar terhadap hewan kurban yang akan didistribusikan." Tutur Adi.

Intinya adalah Dhuafa ingin memberikan yang terbaik dalam penyaluran hewan kurban kepada kaum mustahiq dalam program Tebar Hewan Kurban Kurbanesia. Saking ingin yang terbaik, maka quality control ini dilakukan dengan standar-standar yang telah ditetapkan dan tentu saja ketat masbro.

Apa sajakah quality control-nya? Si Ayu abis kejedot, yuk cekidot! *maksa


1. Pakan Ternak Bermutu
Untuk mendapatkan domba dan kambing dengan kualitas prima, Dompet Dhuafa tidak sembarangan memberikan pangan kepada hewan kurban. Pakan yang disediakan adalah pakan khusus yang terbuat dari limbah pertanian yang dicampur dengan bahan-bahan tertentu.

Kok gitu? Iya, soalnya Kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa menerapkan sistem integrated-farming.

"Jadi di sini kita bisa melihat model pengelolaan Kebun Indonesia Berdaya ini modelnya adalah integrated farming. Jadi di sini enggak ada sama sekali limbah-limbah yang terbuang. Jadi, limbah pertanian bisa untuk pakan domba. Limbah domba pun bisa untuk pupuk pertanian. Jadi, insyaallah semua di sini (Subang) itu integrated farming. Jadi semuanya itu berputar-putar cuma manfaatnya tetap terjaga." Jelas Adi Kurniawan selaku Corporate Secretary Dompet Dhuafa dalam pembukaan Socio Trip Kurbanesia.
Sentra ternak Dompet Dhuafa yang berada di Subang, Jawa Barat (dokpri)
Lalu apa saja bahan-bahan pembuatannya? Pak Amut, ketua kelompok peternak di sanamenjelaskannya lebih lanjut. "Ada (limbah kulit) nanas dan jerami, langsung ditambah dedek (beras) cuman yang bubuknya. (Kemudian) langsung ditambah bibit kecap dan garam.  Kalau pengen yang lebih bagus pake urea dikit supaya pertumbuhannya lebih bagus. Jadi ini (pakan khusus) teh bisa dikasih sama domba selama 4 sampai 5 hari."

Mula-mula limbah pertanian dan jerami untuk pakan digiling dengan alat khusus. Setelah itu bahan-bahan yang dibutuhkan dicampur, dibubukin terlebih dahulu lalu direndam dalam sebuah tong atau tempat khusus agar mengalami fermentasi. Setelah itu barulah pakan bisa diberikan kepada domba dan kambing selama tiga kali dalam sehari.

Tersedianya pakan khusus bagi domba dan kambing ini penting banget mengingat pakan khusus ini mengandung kandungan gizi dan nutrisi lebih baik bagi tumbuh-kembang si mbek.

2. Bobot Standar
Selain makanan, Dompet Dhuafa juga ketat banget dalam hal bobot standar. Bagaimana pun, Dompet Dhuafa enggak ingin asal-asalan dalam menyalurkan hewan kurban, melainkan harus memenuhi minimal bobot standar yang telah ditetapkan.
Bobot standar menjadi salah satu Quality Control Dompet Dhuafa (dokpri)
Ada tiga jenis bobot standar berdasarkan hewan kurbannya, yakni domba/kambing standar, domba/kambing premium dan sapi atau kerbau. Untuk domba/kambing standar bobot standarnya adalah minimal 23 hingga 28 kg, untuk domba/kambing premium bobot minimal adalah 29 hingga 35 kg dan untuk sapi atau kerbau bobot minimalnya adalah 250 hingga 300 kg. 

Terus gimana kalau bobotnya belum memenuhi standar? Wah, enggak perlu khawatir karena mitra ternak akan menggantinya dengan hewan kurban lain yang telah memenuhi bobot standar.

3. Usia
Tidak semua kambing dan domba yang ada di sentra peternakan dapat otomatis disalurkan lewat Tebar Hewan Kurban. Kali ini, usia menjadi indikatornya.

Maka hewan kurban yang masih unyu-unyu belum bisa disembelih karena untuk penyaluran hewan kurban, Dompet Dhuafa menerapkan standar usia minimal. Untuk domba/kambing usianya harus mencapai minimal 1 tahun sementara untuk sapi/kerbau usianya harus mencapai minimal 2 tahun.

4. Kesehatan dan Fisik
Nah, ini dia yang enggak kalah penting dalam hal penjaminan mutu hewan kurban Dompet Dhuafa. Yap, apalagi kalau bukan kesehatan dan fisik. Enggak mungkin kan kalau hewan yang dikurbankan mengalami penyakit? Maka dari itu sebelum disalurkan melalui Tebar Hewan Kurban Kurbanesia, Dompet Dhuafa sangat memperhatikannya dengan teliti.
Dompet Dhuafa sangat memperhatikan kesehatan hewan ternak sebelum disalurkan dalam kurban (dokpri)

So, Dompet Dhuafa memastikan bahwa hewan kurban yang disalurkan adalah hewan yang sehat dan tidak mengalami cacat. Untuk mengatasi hal itu, makanya dilakukan upaya preventif. Salah satunya adalah dengan mendatangkan dokter hewan per dua bulan sekali dan melakukan vaksin ke masmbek dan mbakmbek setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Alhasil, kesehatan hewan kurban pun jadi lebih terjamin.

Siap Menjawab Panggilan Zaman bersama Dompet Dhuafa?

Sebagai lembaga amal, Dompet Dhuafa tak pernah absen dalam memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat. Apalagi dalam rangka menyambut hari raya seperti Idul Adha, wah Dompet Dhuafa sudah pasti aktif banget.

Khusus edisi Idul Adha, setiap tahun Dompet Dhuafa selalu mengadakan Tebar Hewan Kurban atau biasa disingkat menjadi THK. Program yang telah berlangsung sejak 1994 ini menjadi jembatan bagi umat muslim yang ingin menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini tak terlepas dari spirit yang berasal dari bagian implementasi nilai kemanusiaan dan sosial yang terkandung dalam perayaan Idul Adha. Subhanallah.
Perlu diketahui gaes, THK ini berbeda dengan penyaluran hewan kurban pada umumnya. Hal itu karena THK berfokus pada daerah-daerah dengan sejumlah kategori tertentu, seperti daerah tertinggal, daerah miskin, daerah pedalaman, daerah yang belum pernah atau minim mengalami nikmatnya daging kurban dan bahkan daerah yang rentan konflik.
Ibu Kalsum, salah satu penerima manfaat dari Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (dok. Dompet Dhuafa)
Tak hanya di berbagai daerah Indonesia saja seperti Aceh, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat bahkan hingga Papua, kebermanfaatan dari THK Kurbanesia juga dapat dirasakan oleh kaum muslim di luar negeri lho. You know what? Myanmar, Kamboja, Suriah bahkan hingga Palestina menjadi negara langganan dari daerah penyebaran THK! Emejing!
Siapa sangka jika kurban kita bisa dinikmati juga bagi warga Palestina? Kurbanesia adalah jawabannya (dok. Middleastmonitor)
Bagi saya ini bagus banget karena THK membantu terjadinya pemerataan penyaluran dan pemotongan hewan kurban di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Bagi kita yang tinggal di kota, melaksanakan pemotongan hewan kurban dan bahkan menikmatinya itu hal biasa. Namun bagi mereka yang tinggal di daerah tertentu, dapat merasakan daging kurban adalah suatu berkah. Terlebih, dalam program THK pihak pengkurban dapat memilih lokasi kurban yang diinginkan. Cakep kan?

Setiap tahun tema THK berbeda-beda. Jika tahun lalu mengusung tema "Tentukan Lokasi Berkahmu", tahun ini THK mengangkat tema "Menjawab Panggilan Zaman". Tema ini diangkat karena "Menjawab Panggilan Zaman" berhubungan dengan bagaimana kita bisa menjawab semua kebutuhan-kebutuhan masyarakat di daerah-daerah pelosok akan kebutuhan hewan-hewan kurban.
Berkat Kurbanesia, daging kurban dapat tersalurkan lebih luas kepada masyarakat (dokpri)
"Kenapa? Karena kita melihat kalau kita di kota mungkin stok hewan kurban itu melimpah tapi ketika kita berada di desa yang sebenarnya jaraknya tidak jauh dari kota kita bisa melihat banyak sekali masyarakat-masyarakat yaitu yang tidak pernah merasakan hewan kurban." Jelas Adi.

"Contohnya kemarin saya ke Sukabumi. Itu banyak sekali bahkan satu desa jaraknya hanya 6-7 jam dari Jakarta itu belum pernah merasakan daging kurban. Itu sebenarnya adalah fakta-fakta yang membuat Dompet Dhuafa itu mengangkat tema ini, tema "Menjawab Panggilan Zaman", yaitu Dompet Dhuafa menjawab segala permasalahan-permasalahan di masyarakat. Contohnya kali ini adalah masalah pendistribusian hewan kurban."
"Menjawab Panggilan Zaman", tema Kurbanesia Dompet Dhuafa tahun 2018 (dok. Dompet Dhuafa)
Melalui THK, Dompet Dhuafa mengajak siapapun untuk turut "Menjawab Panggilan Zaman" dengan cara menyisihkan sebagian rezeki untuk berkurban. Caranya mudah kok. Cukup datangi konter atau gerai dompet dhuafa di berbagai pusat perbelanjaan atau institusi, kita pun sudah bisa turut serta. Mager? Enggak perlu khawatir karena kita juga bisa berkurban dengan melakukan via transfer ke rekening Dompet Dhuafa, pembayaran online atau bahkan melalui e-commerce yang telah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Banyak jalan lah menuju berkurban. Be-te-we, informasi lebih lanjut tentang THK dapat kita lihat melalui laman kurban.dompetdhuafa.org ya.
Melalui kurban, kita membentang kebaikan untuk umat (dok. Dompet Dhuafa)
Dengan berpengalamannya Dompet Dhuafa menyalurkan hewan kurban selama 24 tahun dan terpilihnya Dompet Dhuafa sebagai peraih penghargaan Ramon Magsaysay Award 2016 (penghargaan internasional se-Asia) dalam bidang kemanusiaan, maka kita enggak perlu ragu lagi dalam mempercayakan Dompet Dhuafa sebagai bagian dari membentang kebaikan. Teman saya yang nonmuslim bahkan sempat mengutarakan bahwa ia tertarik untuk ikut menyisihkan sebagian rezekinya dalam Tebar Hewan Kurban. Padahal agamanya bukan Islam loh. Wow!
Bersanding dengan tokoh dan lembaga di Asia lain, Dompet Dhuafa terpilih sebagai penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award 2016 (dok. merdeka.com)
Intinya, kualitas dan profesionalitas Dompet Dhuafa telah teruji dalam memberikan manfaat bagi ummat. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ustad Abdul Shomad.  “Lembaga yang terpercaya Dompet Dhuafa, tak diragukan, transparan, tampak jelas laporannya, lembaganya jelas, diaudit terdaftar, legal. Apa maknanya, Tidak ada alasan untuk tidak memberi, kelak masanya kita akan dituntut oleh Allah SWT.”
Testimoni Ust. Abdul Somad terhadap Dompet Dhuafa (dok. Dompet Dhuafa)
Kita hidup tidak abadi di dunia ini. Namun zaman terus memanggil kita agar kita melakukan sesuatu. Pertanyaannya, siapkah kita menjawab panggilannya?

Saatnya tegakkan tubuh dan singsingkan baju untuk secara bersama, "Ayo 'jawab panggilan zaman' bersama Dompet Dhuafa!"

Komentar

  1. Wah...ternyata proses mbek untuk dikurbankan ga mudah ya. Banyak proses mulai dari pakan, cek kesehatan sampai bobotnya juga. Mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak soalnya Dompet Dhuafa begitu serius dalam memberikan yang terbaik demi umat, makanya ketat deh Quality Controlnya. :)

      Hapus
  2. quality control dari program THK benar2 terjamin kualitas dan sesuai syariat islam. ditambah, dengan program ini, bisa berpartisipasi dalam memajukan ekonomi dhuafa sekitar subang, dan memberikan kebahagiaan untuk sodara2 kita di daerah pelosok. mantablah Dompet Dhuafa ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ya Allah. Semoga semakin banyak ya id daerah yang dijangkau oleh Dompet Dhuafa lewat program Tebar Hewan Kurbannya :)

      Hapus
  3. Dompet Dhuafa benar2 profesional dalam menjalankan program2 nya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak. Makanya enggak perlu ragu lagi kalau mau berkurban lewat Dompet Dhuafa :D

      Hapus
  4. Wah, bahkan qurban yang kita investasikan bisa sampai ke saudara-saudara kita di Palestina. Hebat sekali.
    Program DD ini benar-benar dikerjakan secara profesional yah. Saya suka!

    BalasHapus
  5. Bagus juga ya peternakan dan perkebunan Dompet Dhuafa ini menerapkan sistem integrated farming sehingga semua limbah termanfaatkan dengan baik dan tidak mencemari lingkungan.

    BalasHapus
  6. Hewan kurban yang dipelihara di peternakan dompet dhuafa bnar2 dipersiapkan dgn baik yaa, quality controlnya ketat demi kualitas terbaik.

    BalasHapus

Posting Komentar