Menyambut 2018 dengan Disneysia

Sedari kecil saya sudah menyukai film-film Disney, mulai dari A Bug's Life, Toy Story, Monster Inc bahkan hingga yang terbaru Coco. Pokoknya film Disney is the best deh! Bagi saya, film Disney tak sekadar mengajak saya berpetualang ke dunia yang penuh imajinasi, melainkan membuat saya mendapatkan "sesuatu" yang tidak saya dapatkan sebelumnya. Tentang bagaimana semangat meraih mimpi. Tentang bagaimana menghargai persahabatan. Tentang bagaimana pantang menyerah. Tentang hal-hal positif lainnya. Disney adalah keajaiban.
Toy Story, salah satu film Disney yang membawa keajaiban (dok. Disney)
Saking bagusnya film-film Disney, saya ingin bahwa pengalaman yang saya dapatkan selama menonton film-film Disney juga dirasakan oleh orang lain. Akhirnya setelah biasanya saya hanya menonton film Disney sendiri yang lebih sering dilakukan di depan TV, tiba-tiba terlintas ide di benak saya: Bagaimana kalau saya mengadakan kegiatan nonton bareng film Disney? Saya pun kepikiran untuk melakukannya di Teater Mini Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Selain karena lokasi perpustakaannya strategis dan dekat dari rumah, saya juga berpikir bahwa amat disayangkan kalau fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah tidak dimanfaatkan.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan survey kecil-kecilan dengan menulis status di facebook. Saya bertanya di status facebook perihal apakah ada yang berminat jika diadakan kegiatan nonton bareng film Disney di Perpustakaan Dikbud? Saya ingin tahu bagaimana respon teman-teman facebook saya. Wah, ternyata beberapa orang minat!

Ketimbang mengurus perizinan, saya justru menyebarkan info tentang kegiatan nobar terlebih dahulu berupa poster yang disebar di sosmed. Terbilang nekad sih soalnya belum menghubungi perpus Dikbud. Tapi saya optimis kalau kegiatan nobar bisa diadakan di sana. Dalam kegiatan nobar saya memilih "Frankenweenie" sebagai film yang ditonton dengan jadwal nonton pada Sabtu, 30 Desember 2017 pukul 10.00 WIB. Saya memilih "Frankenweenie" karena selain kebetulan saya punya DVD originalnya, film tersebut juga belum pernah diputar di TV nasional. Tentu masih banyak orang yang belum menontonnya. Ya, dalam pemutaran film Disney saya memang lebih memprioritaskan film-film yang jarang atau bahkan belum diputar di TV nasional. Tak lama diposting di medsos, alhamdulillah, ternyata beberapa orang menyatakan berminat. Enggak banyak, tapi saya rasa jumlahnya cukup untuk nobar. Yang penting sekitar 5 orang udah jadi.
Poster perdana kegiatan nobar film Disney (dokpri)
Nah, setelah mendata kira-kira siapa saja yang mau nobar, barulah saya menghubungi Perpustakaan Dikbud untuk melakukan izin. Saya pergi ke sana sebanyak dua kali, pertama (lupa tanggalnya) saya ingin bertanya kalau mau izin bagaimana dan  kedua (Jumat, 22 Desember 2017) saya menyerahkan surat izin dan TORnya ke petugas Dikbud, yakni Mas Ridho melalui e-mail atas nama Disneysia. Ya, Disneysia adalah komunitas pecinta Disney Indonesia. Saya sudah gugling tapi saya belum menemukan bahwa di Indonesia sudah ada komunitas Disney Indonesia. Sejak itu saya pun membuat akun Disneysia yakni @Disneysia_id (twitter dan instagram) untuk memudahkan kegiatan-kegiatan berikutnya. Lahirnya Disneysia di penghujung tahun membuat saya seakan menyambut 2018 bersama Disneysia.

Minggu depannya, yakni pada 29 Desember 2017 alias H-1 kegiatan nobar selepas Jumatan, saya mengkonfirmasi ulang kepada Mas Ridho perihal bagaimana status perizinan yang telah diajukan, apakah kita bisa memakai teater mini atau tidak. Alhamdulillah kita bisa memakai bioskop mini di Perpus Dikbud dan besok tinggal menemui Pak Imam atau Pak Sandi, petugas perpustakaan Dikbud lainnya untuk mengoperasikan ruangan. Tak lama setelah mendengar kabar itu langsung saja saya mention kembali teman-teman yang sebelumnya bisa ikutan nobar untuk mengingatkan bahwa besok jadi nobar. Beberapa membatalkan keikutsertaannya. Tapi enggak masalah karena show must go on.

Keesokkan harinya adalah Sabtu, 30 Desember 2017. Saatnya untuk kegiatan nobar! Nobar diadakan pada pukul 10.00 WIB. Namun, saya dan Kalinda telah tiba di Perpus Dikbud sekitar pukul 09.30 WIB untuk mempersiapkan kegiatan nobar terlebih dahulu dibantu oleh Pak Imam dari pihak perpustakaan. Begitu mencoba ruangan teater mini, saya merasa takjub. Dengan kuota penonton sebanyak 27 orang, fasilitas di teater mini perpus dikbud kece banget! Layarnya sangat bagus dan suaranya pun begitu terdengar jernih. Kemudian tinggal matikan semua lampu, ruangan pun berasa seperti bioskop beneran. Wah, suka banget lah pokoknya

Selain saya dan Kalinda, ada 6 peserta nobar lainnya yang bisa hadir sedangkan beberapa lainnya batal dan tidak memberikan kabar. Peserta yang datang on time hanya Mbak Farah. Selebihnya seperti biasa, jamnya khas Indonesia. Maka dari itu kita menunggu selama beberapa waktu dulu siapa tahu ada yang datang lagi. Setelah sampai pukul 11.15 WIB baru ada 4 orang saja, yakni saya, Kalinda, Mbak Farah dan Bang Ikhsan, film pun akhirnya diputar karena show must go on. Ka Meidy datang di tengah-tengah film sedangkan Mala baru tiba pas filmnya mau habis.

Saya sebenarnya telah menonton film Frankenweenie sebelumnya di laptop. Namun menonton film bareng di tempat umum sekelas teater mini Perpus Dikbud pasti menimbulkan pengalaman yang berbeda. Maka walau saya sudah tahu alur ceritanya, saya sangat menikmati saat menonton film Frankenweenie kembali. Kesan saya terhadap film ini luar biasa. Sesuai dengan ciri khas film Disney lainnya, Frankenweenie penuh dengan pesan moral. Saya suka bagaimana Tim Burton sang sutradara membuat film ini jadi penuh kejutan namun meninggalkan kesan. Dengan ciri khasnya yang ala-ala spooky dan creepy, Frankenweenie mengajak kita untuk ikut berpetualang menyelami persahabatan antara Victor Frankenstein  dan anjingnya yang ia bangkitkan, Sparky serta membuat kita merasakan ketegangan pula. Kesan yang sama juga dirasakan oleh Kalinda, Mbak Farah dan Bang Ihsan yang menontonnya dari awal. Mereka mengatakan bahwa film Frankenweenie itu bagus.
Selfie usai nobar Frankenweenie (dokpri, difoto oleh Linda Erlina)
(dokpri/difoto oleh Linda)
Mengkoordinasi pemutaran film, baik umum atau Disney bareng di teater mini adalah pengalaman pertama bagi saya. Tentu masih ada banyak kekurangan, seperti masih minimnya peserta yang ikut, belum banyaknya yang tahu akan kegiatan ini dan sebagainya. Namun terlepas itu semua saya puas karena tujuan awalnya memang bukan banyak-banyakan peserta. Saya hanya ingin mengumpulkan beberapa teman yang suka nonton Disney, yuk kita nonton bareng. Itu aja. Saya senang banget ketika ada orang yang enggak saya kenal sebelumnya dan baru tahu acara ini pas di lokasi tiba-tiba masuk dan ikutan nonton (walaupun mereka telat masuknya). 
Terlepas dari kekurangan yang ada saya jadi belajar lagi satu hal. Saya belajar tentang bagaimana membuat sebuah acara pemutaran film dan belajar memahami bahwa untuk bersenang-senang tuh gak susah. Cukup nonton film bareng aja lalu ikut larut  dan tertawa secara gratis, itu juga sudah membahagiakan kok. Bonusnya saya jadi kenal orang baru lewat acara ini yakni Mbak Farah yang telah lebih dulu berteman dengan Bang Ikhsan dan Mas Hendra yang telah lebih dulu berteman dengan Kak Meidy. 

Ini bukan kali pertama dan terakhir Disneysia mengadakan pemutaran film. Ke depannya, Disneysia juga akan mengadakan kegiatan pemutaran film-film Disney lainnya. Akan tetapi, bukan tidak mungkin ke depannya Disneysia tidak sekadar nonton film di Perpus Dikbud saja melainkan ada juga kegiatan-kegiatan lainnya, semisal diskusi bareng orang Disney, tersedianya goodie bag dan sebagainya. Intinya, segala kemungkinan dan peluang itu pasti selalu ada. Satu hal yang pasti adalah, pantengin terus ya akun medsos Disneysia!

Komentar

  1. Siapppp...ditunggu yaa jadwal nobar berikutnya...aku suka banget sama Disney..bahkan boneka pertamaku Donald bebek dan Mickey mouse loh..makasi yaa disneysia trutama buat valka selaku koordinator disneysia.. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya udah bantuin. Hidup disney! Wkwk

      Hapus
  2. Iya, maaf telat ya huhu. Lain kali akan lebih semangat lagi dan tepat waktu.
    Tapi memang filmnya bagus sih. Gw juga gak akan komplain ttg jumlah pesertanya kl mata ini udah dibikin seru. Pokoknya nonton terus! Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk gapapa kok bang gue juga kdg suka telat. Iya yang penting mah kita enjoy gak peduli berapapun yg nonton. Makasih ya.

      Hapus
  3. Wah kalau ada nonton bareng film buay anak aku juga mau diadakan di semarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada rejeki untuk nobar di sana ya mbak Hihi

      Hapus

Posting Komentar