Azerbaijan, Dari Naftalan, Bahasa Indonesia hingga Pencak Silat

Tahu Azerbaijan? Saya yakin masih banyak orang Indonesia yang belum tahu dimana dan seperti apa Azerbaijan. Saya pun dahulu hanya mengenal Azerbaijan hanya sebagai sebuah negara Eropa. Namun setelah berbincang-bincang santai dengan Ruslan Nasibov, (Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Azerbaijan) dan Emil Ahmadov (Third Secretary Kedutaan Besar Azerbaijan) di Kedutaan Besar Azerbaijan pada Jumat, 27 Oktober 2017 pemahaman saya tentang Azerbaijan menjadi lebih luas. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka 'gathering blogger' yang diadakan oleh pihak Kedutaan Besar Azerbaijan.

Azerbaijan adalah salah satu negara di benua Eropa, tepatnya di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ibukota negara ini adalah Baku. Jangan kira hanya negara Timur Tengah saja yang kaya akan cadangan minyak. Azerbaijan kaya akan minyak, bahkan cadangan minyak aktualnya mencapai 15 miliar barel.

Azerbaijan berbatasan dengan beberapa negara. Di sebelah utara, Azerbaijan berbatasan dengan Rusia dengan jarak 390 km. Di sebelah barat, berbatasan dengan Georgia (480 km) dan Armenia (1.007 km). Adapun di sebelah selatan Azerbaijan berbatasan dengan Iran (765 km). Sebenarnya ada Turki juga di sebelah barat, namun Azerbaijan tidak berbatasan langsung karena terpisah dengan Armenia.
Bendera Azerbaijan. (dok. all-flags-world.com)
Bagaimana dengan di sebelah Timur? Sisi ini menarik banget karena sebelah Timur Azerbaijan berhadapan langsung dengan Laut Kaspia. Laut Kaspia sendiri adalah laut yang dikepung oleh 5 negara di Asia dan Eropa, seperti Iran di sebelah selatan, Kazakhstan dan Turkmenistan di sebelah timur, Rusia di sebelah utara dan Azerbaijan sendiri di sebelah barat. Saya belum pernah pergi ke Azerbaijan. Namun membayangkan berjalan-jalan sembari menatap Laut Kaspia di sana bersama orang terkasih pasti akan terasa romantis! Uhuk.
Peta Azerbaijan (dok. kanalsatu.com)
Serupa dengan Indonesia, Azerbaijan punya sejarah panjang hingga akhirnya bisa menjadi negara merdeka seperti sekarang. Buat yang suka sejarah pasti tahu banget kan kalau dulu ada negara adidaya bernama Uni Soviet? Nah, Azerbaijan adalah salah satu "mantannya".

Azerbaijan pertama kali merdeka pada 1918. Hal itu mencatatkan Azerbaijan sebagai negara demokrat bermayoritas Muslim terbanyak pertama di dunia. Namun sayang, karena pendudukan tentara merah di Azerbaijan, usia Republik Azerbaijan kala itu hanya bertahan selama dua tahun yakni hingga 1920. Azerbaijan pun "terpaksa" menjadi bagian dari Uni Soviet. Singkat cerita, setelah berada di bawah kekuasaan Uni Soviet selama lebih dari 70 tahun, akhirnya Azerbaijan merdeka. Walau 18 Oktober 1991 menjadi tanggal kemerdekaan Azerbaijan dari Soviet, negeri ini baru mendapatkan pengesahan kemerdekaan pada 12 November 1995.

Lepas dari belenggu Uni Soviet selama 26 tahun tentu membuat banyak perubahan bagi Azerbaijan. Azerbaijan yang sempat menjadi negara distopia pada masa pemerintahan Uni Soviet kini berkembang. Pelan tapi pasti, negeri di sisi barat Laut Kaspia itu menjelma negara yang indah. Kekayaan alamnya dan pesona budayanya yang khas menjadi daya tarik dari negara ini. Azerbaijan pun menjadi buruan bagi para wisatawan.
Cantiknya Baku, Azerbaijan di malam hari (dok. bakuexplorer.com)
Salah satu yang patut dikunjungi saat berkunjung ke Azerbaijan adalah  'Naftalan' yang merupakan kebanggaan warga Azerbaijan. Naftalan sendiri diambil dari Bahasa Azerbaijan yang berarti "tempat dimana ada minyak". Naftalan terletak 320 km ke arah barat dari ibukota Baku dan 50 km ke arah tenggara dari kota Ganja. Informasi tentang keberadaan tempat ini pertama kali ditemukan dalam karya pemikir dan penyair Azerbaijan, yakni Nizami Ganjavi (1141-1201). Marco Polo sebenarnya sempat menyebut kata ini dalam "On the Great Tartary" namun itu baru ditulis pada abad ke-13.
Naftalan (dok. gozelnaftalan.az)
Naftalan menjadi istimewa karena di sana kita bisa berendam dengan menggunakan minyak mentah. Pada 1890 ada orang Jerman bernama E. Eger yang ingin memulai bisnis penjualan minyak. Namun sayang setelah melakukan penggalian sepanjang 250 meter, ia kecewa karena minyak yang didapatkan ternyata tidak mengandung gas dan tidak memiliki sifat pembakaran. Beruntung ia tidak menyerah. Peristiwa pada musim panas saat ratusan orang datang ke Naftalan untuk duduk di bak mandi kemudian mengisi bak mandi tersebut dengan minyak menginspirasinya untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut. Setelah belajar tentang kegunaan Naftalan dan menemukan teknik perawatan dari warga lokal, ia akhirnya membangun pabrik kecil untuk memproduksi salep dari jenis minyak yang tidak mudah terbakar. Bisnis tersebut berjalan sukses bahkan hingga diekspor ke Jerman.

Naftalan sempat menjadi daerah yang dilindungi pada 1920 tepatnya saat Azerbaijan jatuh ke tangan Uni Soviet. Namun pada 1926, Naftalan kembali beroperasi. Para pasien dari seluruh Soviet datang ke sana untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah kulit, ginekologis bahkan hingga yang berkaitan dengan urin.

Ada Indonesia di Azerbaijan
Keinginan saya untuk pergi ke Azerbaijan semakin besar bukan saja karena potensi wisata yang terdapat di sana, melainkan karena kita bisa menemukan 'Indonesia' di sana.

"Di Azerbaijan, pencak silat terkenal." Jelas Ruslan Nasibov dalam Bahasa Inggris.

Mengetahui fakta tersebut seketika saya terkejut. Yap, enggak salah lagi. Seni bela diri tradisional Indonesia ini ternyata sudah melanglang buana ke negeri kaukasus, Azerbaijan. Nasibov bahkan menuturkan bahwa di Azerbaijan terdapat federasi pencak silat dan bahkan sering pula diadakan turnamen pencak silat.
Ilustrasi pencak silat (dok. beritasatu.com)
Rasa Indonesia tidak hanya dapat ditemukan dalam bidang olah raga, tetapi juga pada bidang akademik. Nasibov juga menjelaskan bahwa di Azerbaijan terdapat studi Bahasa Indonesia yang dipelajari di salah satu universitas di sana. Ada pula mahasiswa Azerbaijan yang telah lancar berbahasa Indonesia karena pernah mengikuti program pertukaran Dharmasiswa (program pertukaran budaya bagi orang asing yang tertarik belajar budaya Indonesia). Wah, sebagai orang Indonesia saya jadi bangga!

Tertarik ke Azerbaijan?
Tertarik ke Azerbaijan dan menjelajahi keindahannya?

Enggak ada salahnya yuk bikin rencana perjalanan dari sekarang! Pemerintah Azerbaijan sangat mengerti banget akan kebutuhan para turisnya. Oleh karena itu mereka meluncurkan website resmi khusus turisme. Tinggal cek saja di sini maka kita akan tahu segala hal berkaitan dengan Azerbaijan. Enggak hanya info seputar tempat penginapan saja, tempat wisata, pusat perbelanjaan bahkan hingga taman kota juga tersedia lho!

Indahnya alam Azerbaijan (dok. Juergen Ritterbach/Getty Images)
Untuk pengurusan visa sendiri juga enggak ribet kok. Dikutip dari website Kemlu, Kita bisa mengajukan visa elektronik yang berlaku sejak Januari 2017 dengan cara mengajukannya ke sini. Enggak sampai seminggu, hanya dalam rentang waktu 3 hari, kita sudah bisa menggunakannya. Biaya yang dikeluarkan untuk mengurus visa pun menjadi lebih murah dari yang sebelumnya sebesar 40 USD menjadi 23 USD. Perlu diketahui, ternyata fasilitas ini merupakan bagian dari 'Strategic Road Map on development of tourism in Azerbaijan' yang disahkan oleh Presiden Aliyev pada Desember 2016 lho!

Buat yang beragama Islam enggak perlu khawatir. 95% penduduk Azerbaijan beragama Islam sehingga sangat mudah bagi kita untuk menemukan tempat ibadah dan makanan halal di sana. Soal keamanan dan kenyamanan juga enggak perlu khawatir sebab penduduk Azerbaijan terkenal ramah dan memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Nasibov bahkan menjelaskan kalau orang Azerbaijan juga tak segan untuk mengajak pendatang untuk mampir ke rumah mereka.
Salah satu masjid yang berdiri di Azerbaijan (dok. Alexander Melkinov)
Asyiknya lagi, pemerintah Azerbaijan mengerti banget akan kebutuhan para kids jaman now. Pemerintah setempat menyediakan layanan berupa wifi gratis di taman. Tinggal datang ke taman terdekat saja, kita sudah bisa deh update di sosial media.

Sebagai orang yang suka dengan negara-negara di dunia, saya kepincut banget dengan Azerbaijan. Kalau ada pintu kemana sajanya Doraemon, udah mampir nih ke Azerbaijan. Saya berharap semoga suatu hari nanti saya (dan kamu) diberikan rezeki sehingga dapat mengunjungi Azerbaijan.
Berfoto bersama Mr. Ruslan Nasibov, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Azerbaijan (dokpri)
Para blogger berfoto dengan perwakilan Kedutaan Besar Azerbaijan (dok. Kedubes Azerbaijan)

Komentar

  1. Balasan
    1. Cakep banget dong pastinya. Makanya pengen banget ke sana

      Hapus
  2. iya aku mau makan salad sepuasnya kalau ke sini. Sama yang tak boleh dilewatkan adalah Naftalan. Byurrrrr.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah pengen banget makan kabab. Katanya kan kabab Azerbaijan gede-gede porsinya xD

      Hapus
  3. iya aku mau makan salad sepuasnya kalau ke sini. Sama yang tak boleh dilewatkan adalah Naftalan. Byurrrrr.....

    BalasHapus
  4. Keren dah... semoga bisa meluncur ke Negeri Api ini... ooh Kebab, oh Naftalan, oh minyak... pengen berendem di minyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kalau aku malah pengen berendem di bak berisikan duit xD

      Hapus
  5. wow..berendem di minyak kayak gimana yaa? jadi pengen nyobain..tuh kan...jadi pengen ke Naftalan deh abis baca postingan ini...nabung dulu ah..kali kali ada rezeki bisa ke sana yaa..amin...hohoho

    BalasHapus
  6. Negara yang cantik, kagum dengan Masjidnya...

    BalasHapus
  7. WoW. Baru denger ada negara Azerbaijan.. ?!?
    Seru juga yaa kalo buat planning untuk berlibur kesana...

    Artikelnya oke punya nih. Lengkap dari sejarah sampai hal-hal kekinian lainnya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak ada makanya tulis blog ini biar banyak orang Indonesia yang tahu tentang Azerbaijan xoxo

      Hapus
  8. Duuhhhh...
    Jd pengen ksana nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, pengen ke sana juga. Tapi belum ngumpul uitnya haha

      Hapus

Posting Komentar