Menyongsong Generasi Hemat Energi di Masa Depan

Apa yang terjadi di masa depan ditentukan oleh generasi muda masa kini, termasuk dalam hal energi. Penghematan energi tak berlaku pada masa sekarang saja namun juga hingga masa depan. Bahkan tantangan energi di masa depan akan lebih sulit.

Untuk mengatasi hal itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang konservasi energi kepada generasi masa kini. Kenapa? Itu karena anak-anak dan remaja adalah target yang tepat karena mereka menjadi penentu perihal mau dibawa kemanakah negara ini selanjutnya. Intinya, pemahaman soal penghematan energi perlu ditanamkan sejak dini.
Anak-anak (dok. elshinta.com)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (www.esdm.go.id) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi menyadari hal itu. Oleh karena itu, pemerintah kini telah melakukan "investasi" kepada anak-anak dengan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Konservasi Energi di Lingkungan Sekolah yang diadakan setiap tahun sejak 2012. Pada 2016 sendiri kegiatan itu diselenggarakan di berbagai sekolah dasar di 4 provinsi di Indonesia, yakni Aceh (Banda Aceh), Padang (Sumatera Barat), Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Yogya (Daerah Istimewa Yogyakarta). Beruntung ya mereka. Waktu saya masih SD belum ada loh program seperti itu :D
Peluncuran lomba hemat energi di Denpasar, Bali (dok. Kementerian ESDM)
Berhubung targetnya adalah anak-anak, maka program dirancang semenarik mungkin sesuai dengan karakter anak-anak. Tentu saja, sebab kalau monoton pasti tidak akan menarik. Apa aja sih programnya? Banyak! Ada lomba ranking satu, lomba pidato hemat energi, lomba menggambar, kegiatan dongeng, pertunjukan sulap bahkan hingga pameran bertemakan hemat energi.

Di Banda Aceh sendiri kegiatan telah dilaksanakan di sekolah Dasar 67 Percontohan Lamlagang Banda Aceh. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan 1000 siswa yang mewakili 30 Sekolah Dasar di Kota Banda Aceh, 60 guru pendamping, serta para tamu undangan lain.

Serupa dengan Banda Aceh, di Yogyakarta juga dilakukan kegiatan sosialisasi mengenai konservasi energi dengan tema "Aku Hemat Energi, Kini dan Nanti". Sekolah yang menjadi tempat penyelenggaraan program adalah Sekolah Dasar Negeri Ungaran 1 Kota Baru, Yogya, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan ini anak-anak diajarkan cara mudah menghemat energi melalui kegiatan 3M. 

3M tersebut adalah langkah yang mudah dilakukan oleh anak-anak. Apa aja sih isinya?
1. M pertama berarti Mematikan. Maksudnya, kita harus lampu dan peralatan listrik lainnya jika tidak digunakan
2. M kedua adalah Mencabut. Maksudnya, kita harus mencabut kabel power listrik jika peralatannya sudah dimatikan powernya
3. M ketiga atau M terakhir adalah Mengatur. Maksudnya mengatur suhu AC di ruangan menjadi 25 derajat celcius.

Namun tidak hanya anak-anak SD saja loh yang menjadi target dari kegiatan ini. Kementerian ESDM juga turut menggandeng anak-anak SMP dan SMA untuk menjadi bagian dari para pelaku hemat energi.

Pada Juli hingga Oktober 2017, Kementerian ESDM (www.esdm.go.id) meluncurkan program Lomba Hemat Energi. Program ini melibatkan 30 sekolah di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Palembang, Surabaya bahkan hingga Denpasar.
Lomba hemat energi di SMP-SMA Palembang (dok. Kementerian ESDM)
Enggak usah khawatir, untuk mensuskeskan kegiatan, pada guru juga dilibatkan kok dengan pembekalan berupa ToT alias Training of Trainer. Dalam ToT disosialisasikan tentang langkah-langkah penghematan energi bagi para guru sebagai manajer energi. Setelah itu para guru dan siswa diberikan tantangan untuk melakukan inovasi sekreatif mungkin dalam menerapkan dan menyebarkan perilaku hemat energi baik di rumah maupun sekolah. 

Dalam kegiatan ini diadakan pula berbagai kompetisi untuk para siswa, mulai dari kompetisi video, mural, jingle, arsitektur, artikel hingga fotografi. Kegiatan lainnya adalah adanya berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh para siswa seperti  tarian tradisional, pertunjukan grup band, vokal grup, serta drama dan pantomim. Tentu, semuanya bertemakan konservasi energi.

Uniknya, ada juga loh pembacaan janji oleh para Pahlawan Energi sebagai tanda komitmen mereka untuk terus membudayakan penghematan energi baik di sekolah, rumah, dan lingkungan pergaulan lainnya! Tidak hanya siswa dan pihak sekolah, orang tua juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif sehingga budaya hemat energi tak hanya tersebar dan diterapkan di lingkungan sekolah saja namun juga lingkungan rumah dan keseharian. Wah, kalau kata anak muda zaman sekarang, mantap djiwa!

Pemerintah memang harus melakukan penanaman nilai-nilai hemat energi. Namun pada dasarnya tanggung jawab ini bukan milik pemerintah semata saja loh, melainkan juga kita. Enggak usah jauh-jauh, dari lingkungan keluarga atau rumah saja. Bagi saya ini lebih efektif karena melibatkan orang-orang terdekat. Kuncinya adalah setiap anggota keluarga harus saling berkomitmen dalam melakukan penghematan energi.

Di lingkungan keluarga kita harus mendidik dan memberikan contoh kepada anggota keluarga yang lebih muda daripada kita, entah itu anak, adik atau bahkan keponakan. Salah satu contohnya terdapat pada keluarga David dan Desi Aryani. Pasangan suami istri tersebut telah mendidik anak-anaknya untuk menggunakan energi listrik seperlunya sejak balita. Apa yang ditanam, itulah yang dipanen. Berkat contoh dan didikan yang diberikan, kedua anaknya kini telah menjadikan perilaku hemat energi sebagai kebiasaan dan berkelanjutan hingga dewasa. Lebih lengkapnya dapat ditonton lewat video berita di bawah ini:  

Dampak yang didapatkan dari penghematan atau konservasi energi luar biasa. Melihat konsumsi listrik di Indonesia yang begitu boros, maka perlulah dilakukan penghematan. Anak-anak menjadi sasaran utama karena selain mudah diajarkan. Jika sejak dini telah menggunakan energi dengan bijak, tentu akan tercipta budaya hemat energi dalam keseharian hingga dewasa nanti. Melalui konservasi energi, kita bisa mencapai potensi penghematan hingga 35 persen.

Masa depan keberlanjutan energi bangsa ada di tangan anak-anak sekarang sebab mereka-lah yang akan menjadi para pemimpin di kemudian hari. Bersama mereka, mari kita songsong generasi hemat energi di masa depan demi kedaulatan energi lebih baik!*** #15HariCeritaEnergi



Referensi:
1. "Bangun Generasi Hemat Energi ESDM Sosialisasikan Konservasi Energi di 30 Sekolah Dasar"
http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/05/02/1212/bangun.generasi.hemat.energi.esdm.sosialisasikan.konservasi.energi.di.30.sekolah.dasar


2. "Nilai Hemat Energi Harus Ditanamkan Sejak Dini"
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/nilai-hemat-energi-harus-ditanamkan-sejak-dini


3. "Sosialisasi Hemat Energi Sejak Dini ESDM Gelar Lomba di Sekolah"
https://m.detik.com/finance/energi/3584915/sosialisasi-hemat-energi-sejak-dini-esdm-gelar-lomba-di-sekolah

4. "Tanamkan Sejak Dini Kementerian ESDM Sosialisasi Hemat Energi pada Siswa SD di Yogyakarta"
http://www.cendananews.com/2016/07/tanamkan-sejak-dini-kementerian-esdm-sosialisasi-hemat-energi-pada-siswa-sd-di-yogyakarta.html

5. "Lomba Hemat Energi di Lingkungan Sekolah Diikuti Siswa SMP dan SMA"
https://bandung.merdeka.com/halo-bandung/lomba-hemat-energi-dilingkungan-sekolah-diikuti-siswa-smp-dan-sma-170731x.html

6. Video "Siswa SD di Banda Aceh Ikut Lomba Hemat Energi"
https://www.youtube.com/watch?v=wvKoXoOrhKc

7. Video "Penanaman Perilaku Hemat Energi Sejak Dini"
https://www.youtube.com/watch?v=eiB5A4irHeM

Komentar

  1. Bener banget..Anak Anak merupakan salah satu agen penerus bangsa yang harus ditanamkan semenjak dini bagaimana cara menghemat energi untuk kelestarian energi di masa mendatang. Karena Kalau bukan aku, kamu, Kita lalu siapa lagi? :)

    BalasHapus
  2. mantap nih,, https://matsurikun.blogspot.co.id/ kunball yakk,, newbie

    eh iya di lampung masih jarang kegiatan yg kyak gitu kak,, FYI aja ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga di Lampung diadakan kegiatan seperti itu ya

      Hapus
  3. selain hemat energi kan jadi hemat bayar listriknya juga :D

    BalasHapus

Posting Komentar