Belajar Sulih Suara Bareng Kak Agus Nurhasan (Pengisi Suara Suneo)

Bagi saya, seorang blogger tidak hanya harus memiliki kemampuan menulis yang baik tetapi juga soft skill lainnya. Itu karena perkembangan zaman terus berubah sehingga menuntut seorang blogger untuk mengasah dirinya dengan kemampuan-kemampuan lainnya. Selain untuk peningkatan diri sendiri, kemampuan selain menulis blog juga perlu dimiliki karena bisa menciptakan peluang atau kesempatan yang lebih besar di masa mendatang. Kemampuan sulih suara adalah salah satunya. 

Dalam rangka meningkatkan kapasitas para blogger dalam kemampuan bersulih suara, Blogger Reporter Indonesia mengadakan kegiatan In House Training BRID 2. Dengan tajuk "Dubbing dan Voice Over", kegiatan ini diadakan di Wisma Riat, Jalan Pangadegan Utara No. 14, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu, 12 Agustus 2017. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Cawang. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari yayasan RIAT milik Ibu Ami Atmanto dan gogobli. Gogobli merupakan toko daring (online) terpercaya yang berkecimpung di bidang kesehatan dan kecantikan. Buat kamu yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, buruan kunjungi saja deh di www.gogobli.com. Di sini kamu bisa membeli berbagai produk kesehatan dan kecantikan sesuai yang kamu butuhkan dan inginkan! Ssssstt.... Gogobli telah ada sejak 2011 lho!
gogobli.com, toko online produk kesehatan dan kecantikan terpercaya (dokpri
Acara kali ini menghadirkan pembicara yang telah makan asam garam di dunia persulihsuaraan. Dialah Kak Agus Nurhasan. Kalau kamu pernah mendengarkan suara Suneo pada 2006-2008, pria bertopi kuning dalam kartun Curious George serta Fujiwara Sai dalam Hikaru No Go, maka Kak Agus Nurhasan adalah orang di baliknya.  Wah, seru banget ya pasti!
Kak Agus Nurhasan, pengisi suara Suneo (2006-2008) (dok. BRID)
Suneo, salah satu tokoh yang diisi suaranya oleh Kak Agus (dok. doraemon.wikia.com)
Setelah disambut oleh co-founder BRID (Blogger Reporter Indonesia), Teh Ani Berta, acara pun dimulai dengan dipandu oleh Teh Hani Sah Sukmawati. Di sini Kak Agus Nurhasan berbagi kepada para blogger tentang apa itu dubbing dan bagaimana seluk-beluknya.

Secara definisi, dubbing atau sulih suara adalah mengisi suara peran dalam film atau mengganti suara asli pemeran film itu dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut dubber atau pesulih suara/pengisi suara dalam Bahasa Indonesia. Dubbing sendiri termasuk bagian dari seni peran yaitu kategori voice acting atau akting suara. Di Amerika Serikat, sebutan untuk pengisi suaranya adalah voice actor atau voice talent. 

Proses dubbing sendiri ini ternyata bisa dilakukan dengan dua cara nih guys. Pertama, stasiun TV mengerjakan sendiri produksi sulih suaranya. Kedua, proses tersebut justru diserahkan kepada pihak Production House (PH) atau studio. Lalu pihak studio memberikan tugas kepada seorang Pengarah Dialog (PD) atau sutradara, seperti melihat keseluruhan film, melakukan casting dubber dan bahkan mengarahkan dialog saat proses rekaman.

PD ini enggak bekerja sendiri. Ia juga dibantu oleh anggota tim lainnya. Repot dong kalau sendirian. Oleh karena itu ia dibantu oleh seorang operator yang bertugas mengoperasikan komputer saat perekaman sulih suara dan menyamakan grafik suara dubber dengan grafik suara aslinya di komputer. Barulah setelah selesai, si editor akan melakukan mixing seperti mengatur level suara, menyeimbangkan suara dan memberikan effect suara. Proses pesulihsuaraan pun selesai. Tinggal kirim dan tunggu tanggal main kapan ditayangkan, kita sebagai penonton tinggal duduk anteng deh sambil makan popcorn eh singkong menikmati film yang telah disulihsuarakan. Hoho.

Kelihatannya mudah ya menjadi dubber? Kenyataannya enggak seperti itu loh manteman. Sebab melakukan kegiatan sulih suara apalagi ingin menjadi pesulih suara profesional butuh proses. Pokoknya enggak segampang membalikkan bakwan di penggorengan deh!

Itu karena menjadi dubber tak semata berbicara saja tetapi seorang dubber juga harus menghidupkan peran yang akan diisinya. Kan enggak mungkin adegannya lagi sedih tapi si dubber malah intonasinya seperti baca teks proklamasi. Suara adalah modal utama, tetapi penghayatan karakter juga modal yang tak kalah penting dilakukan. Kalau mau menjadi dubber, kita harus mengolah perasaan, pikiran, emosi dan juga imajinasi. 

Enggak usah khawatir, di pelatihan BRID kali ini Kak Agus juga berbagi tentang seperti apa latihan dasar menjadi pesulih suara. 

Para blogger melakukan latihan pernapasan (dok. BRID)
Pertama, adalah dengan melakukan olah tubuh. Dalam latihan ini, ada dua bagian yakni latihan pernapasan dan senam mulut. Caranya mudah kok dan kita pasti bisa melakukannya. Pada latihan pernapasan caranya adalah kita menghirup napas dalam-dalam terlebih dahulu melalui hidung. Kembungkan perut kemudian tahan sejenak di bawah perut. Lalu keluarkan melalui mulut dengan mendesis atau bisa juga disertai hentakan sambil mengucapkan huruf vokal A I U E O . Nah, kalau pada senam mulut kita melakukannya dengan cara memutar-mutar mulut, meliukkan bibir ke kiri dan ke kanan, memonyongkan bibir, menjulurkan lidah hingga bersiul. Ini dilakukan agar mulut kita tidak kaku saat mengucapkan dialog. Oh ya, olah tubuh bisa dilakukan dengan melakukan aneka kegiatan olah raga lho!

Keduaolah vokal. Olah vokal terdiri dari:
1. Power. Suara kita harus memiliki tenaga atau bobot. Kak Agus menjelaskan bahwa kita tidak mesti berteriak tapi harus berani mengeluarkan suara. Pokoknya jangan malu-malu deh apalagi malu-maluin! hehe.
2. Artikulasi. Ucapan kita harus jelas didengar.
3. Intonasi. Nada pengucapan harus sesuai agar maksud dan tujuan kata atau kalimat dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. 
4. Tempo. Tinggi-rendah dan cempat-lambatnya suara. Kita harus bisa mengatur irama kapan harus bersuara tinggi, kapan rendah, kapan cepat dan kapan lambat. 
5. Warna. Nah, kalau yang ini kita juga harus bisa menemukan warna atau jenis suara apa yang pas untuk menghidupkan atau mengisi peran. Enggak mungkin kan suara Doraemon dipakai saat mengisi suara film India? xD

Ketiga, olah rasa. Kalau yang ini berkaitan dengan bagaimana kita mengolah batik agar dapat menjiwai karakter atau menghayati peran. Olah rasa terbagi menjadi 4:
1. Konsentrasi. Di sini kita harus sanggup untuk mengarahkan semua kekuatan rohani dan pikiran ke arah suatu sasaran. Harus fokus.
2. Ingatan Emosi. Di sini kita harus mampu mengingat atau menghadirkan emosi-emosi atau peristiwa-peristiwa yang pernah kita alami. Bayangkan bagaimana kita sedih, gembira dan sebagainya dalam mengisi peran.
3. Imajinasi. Di sini kita harus membayangkan dan berandai-andai untuk menyelami karakter yang akan kita mainkan.
4. Observasi. Di sini kita harus melakukan pengamatan terhadap berbagai karakter manusia dan profesi. Tujuannya? Supaya kita bisa mengetahui kebiasaan hidup dan pandangan hidup manusia sehingga di saat kita memerankan suatu tokoh kita bisa melakukannya dengan kece.

Keempat, lypsinc. Namanya saja sulih suara. Berarti kita harus menyamakan dialog yang kita baca dengan gerak bibir pemeran film yang akan kita sulihsuarakan. Kalau gerak bibir tokoh film berhenti maka dialog juga harus berhenti. Makanya pemenggalan kalimat yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia penting dilakukan. Di sini seorang dubber dituntut kreativitasnya untuk melakukan improvisasi: apakah kalimatnya harus ditambah atau harus dikurang. Yang terpenting, arti kalimatnya tetap sama.         

Tak hanya berbagi, pada pelatihan kali ini para blogger juga ditantang untuk melakukan praktek langsung bersulih suara. Berhubung blogger yang hadir banyak maka dibagilah menjadi 4 kelompok yang berisikan 6 orang. Setelah itu masing-masing kelompok secara bergantian melakukan sesuai dengan perannya masing-masing. Tiap orang akan diberikan lembaran naskahnya. Saat itu saya menjadi Toni, adik dari Kak Nisa. Toni ini memiliki ayah yang diceritakan hendak menikah lagi (sepertinya istrinya meninggal). Namun Toni berpikir bahwa ibu barunya tak ubahnya ibu tiri seperti di cerita dongeng. Meski hanya kebagian beberapa adegan, tapi wah seru juga ya sulih suara!

Praktek sulih suara. (dok. @bo.ghaisan)
Setelah selesai, Kak Agus mengoreksi semua blogger dari bagaimana mereka melakukan sulih suara. Ternyata saya masih punya PR. Kak Agus bilang bahwa power saya masih kurang. Saya pikir-pikir iya juga sih. Saat melakukan praktek saya masih kurang berani dalam mengeluarkan suara. Oke lah kak Agus, nanti saya belajar lebih giat lagi. Hohoho.

Ya begitulah sekilas bagaimana dunia sulih suara yang diceritakan oleh Kak Agus. Menyenangkan ya ternyata belajar sesuatu yang belum pernah kita pelajari. Namun tetap, kalau ingin benar-benar BISA, kita harus latihan terus menerus. 

Nah, buat kamu yang penasaran terhadap dunia sulih suara, boleh banget gabung di grup facebook dubbing IN love dan INA FANDUB sebab banyak informasi berharga tentang dunia sulih suaraUntuk menghubungi Kak Agus juga bisa via facebook Agus Nurhasan, twitter @AgusNurhasan dan email: agus.nurhasan@yahoo.co.id. Happy dubbing!          

Komentar

  1. Menarik ilmunya, terimakasih sudah berbagi. Bisa berlatih jadi dubber untuk film atau pengisi suara iklan nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak. Iya seru banget mbak sulih suara :)

      Hapus
  2. Wah...seru banget yaaa..jadi pengen belajar juga deh di dunia perdubbingan..Soalnya unik banget dan lebih kompleks ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ku juga pengen belajar ka di dunia dubbing. Seruuuu

      Hapus
  3. Asik bgt dapat ilmu ttg dubbing. Diajari sama yg sdh expert seperti kaka Agus Nurhasan lg. Happy dubbing!

    BalasHapus
  4. Dunia yang menyenangkan ya dubbing itu walaupun haru sabar dan penuh tekad, serta motivasi sebelum bisa disebut professional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru mbak. Ku jadi pengen belajar lebih lanjut jadi dubber :D

      Hapus
  5. Meskipun koment ku telat, tapi aq bersyukur,bisa mendapat ilmu dr kaka agus, jadi tertarik ibgin ikut gabung, adakah info terbarunya

    BalasHapus

Posting Komentar