Mengenal Susunan Level Baru Turnamen BWF 2018-2021

Pecinta Bulu Tangkis?

Ada kabar baru untuk kalian semua!

Bukan soal Kevin/Gideon yang berhasil menang All England 2017 atau soal kabar Indonesia dikabarkan akan mengadakan Indonesia Open di JCC lho. Bukan itu, ada lagi nih yang lebih baru.

Kabar itu adalah berupa terjadinya perubahan susunan level bulu tangkis internasional oleh BWF yang baru diumumkan pada Minggu, 19 Maret 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia (http://bwfbadminton.com/2017/03/19/bwf-launches-new-event-structure/). Saya sendiri tahu kabar ini dari Koh Rudy Roedyanto, orang PBSI lewat akun facebooknya pada hari yang sama.

Logo BWF (dok. bwfbadminton.org)
Sebelumnya urutan level dari tertinggi adalah sebagai berikut:
1. Kejuaraan Dunia dan Olimpiade
2. Final Super Series dan Super Series Premier (total hadiah min. USD 350.000)
3. Super Series (total hadiah min. USD 200.000)
4. Grand Prix Gold (total hadiah min. USD 120.000)
5. Grand Prix (total hadiah min. USD 50.000)
6. International Challenge-Continental Circuit (total hadiah min. USD15.000)
7. International Series (total hadiah min. USD 5000)
8. Future Series

Adanya level yang berbeda dari level 1 dan seterusnya bertujuan untuk memberikan poin dan jumlah prize money yang berbeda-beda. Ini juga berfungsi untuk meningkatkan gengsi antarpemain. Misalnya, seorang pemain yang menang 10 kali di level Grand Prix Gold tentu akan kalah 'gengsinya' dengan seorang pemain yang baru menang 1 turnamen Super Series. Itu karena levelnya yang berbeda. Semakin menuju ke angka 1, maka semakin tinggi poin yang didapatkan setiap kali menang atau melangkah ke babak pertandingan sehingga secara otomatis akan memengaruhi peringkat dunia masing-masing pemain. Tentu seseorang yang baru mencapai final (baru final aja loh, tidak jadi juara) secara peringkat akan lebih tinggi ketimbang seseorang yang baru sekali menjadi juara di level international challenge. Hadiah yang didapatkan juga akan berbeda tergantung levelnya masing-masing.

Nah, berbeda dengan level-level sebelumnya, maka tahun 2018-2021 terjadi perombakan terhadap level. Penasaran apa saja? Yuk lah baca tulisan di bawah ini!

1. LEVEL 1 (TURNAMEN BEREGU DAN BWF EVENTS)
Inilah level paling tinggi dalam turnamen bulu tangkis internasional. Level ini terdiri dari:
- Kejuaraan Dunia
-BWF Super Series Finals.
-Thomas dan Uber Cup
-Sudirman Cup

Yang membedakan dengan susunan level sebelumnya adalah dimasukkannya kejuaraan beregu tangkis beregu, yakni Sudirman Cup dan Thomas dan Uber Cup. Untuk BWF Super Series Finals sendiri akan memiliki total hadiah sebesar 1,5 juta dolla Amerika. Adapun turnamen beregu dan kejuaraan dunia tidak memiliki prize money, namun hanya gelar dan poin untuk peringkat saja. Meski tidak ada hadiah berupa uang, tentu semua pemain akan berlomba-lomba menjadi juara karena siapapun yang berhasil jadi juara akan "disegani" dan mendapatkan "gengsi" luar biasa. Persamaan dari kesemua turnamen di level 1 adalah tuan rumah untuk setiap kejuaraan adalah berbeda-beda tergantung hasil bidding.

2. LEVEL 2 (PREMIER OF PREMIER)
Inilah level baru di kancah bulu tangkis dunia, namanya Premier of Premier. Hadiahnya pun bukan main, total hadiah keseluruhan adalah min. 1 juta dollar AS. Waw!

Sebagai turnamen dengan level dua tertinggi, hanya ada 3 negara yang beruntung dipercaya oleh BWF dalam menyelenggarakan turnamen ini. 

Mereka adalah:
1. Indonesia
2. Inggris (All England)
3. Tiongkok

Sebagai negara yang kaya akan sejarah bulu tangkis kita patut berbangga karena Indonesia masuk dalam daftar ini. Mungkinkah hebohnya supporter Istora yang terkenal angker jadi salah satu penyebabnya?

3. LEVEL 3 (SUPERSERIES PREMIER)
Satu tingkat di bawah PoP ada Super Series Premier. Total hadiah yang diperebutkan di tiap turnamen adalah sebesar min. USD 700.000. Jika sebelumnya tercatat ada 13 negara yang menjadi penyelenggara SSP, berhubung mulai tahun depan ada level PoP, maka SSP berikutnya hanya diisi oleh 5 negara. Mereka adalah:
1. Tiongkok
2. Denmark
3. Prancis
4. Malaysia
5. Jepang

Di level ini China patut berbangga karena kebagian tugas oleh BWF untuk menyelenggarakan dua turnamen di level dua dan tiga.

4. LEVEL 4 (SUPERSERIES)
Di bawah SSP adalah Superseries. Total Prize Money di level ini adalah setengah dari total hadiah di level SSP yakni sebesar minimum 350 ribu dollar AS saja. Tercatat ada 7 negara yang menjadi penghuni di level ini dan Indonesia juga patut bersyukur karena selain di level PoP juga dipercaya untuk menyelenggarakan SS. Penasaran apa saja negaranya? Ini dia daftarnya!

1. Indonesia
2. India
3. Hongkong
4. Korea Selatan
5. Malaysia
6. Singapura
7. Thailand 

5. LEVEL 5 (GRAND PRIX GOLD)
Berlanjut ke level berikutnya adalah Grand Prix Gold. Dalam level ini total prize moneynya adalah sebesar min.150 ribu dollar AS. Mayoritas dari negara penyelenggara di turnamen ini adalah negara yang kurang populer akan bulu tangkis. Yang menarik, Spanyol yang biasanya menyelenggarakan level IC menjadi tuan rumahnya!
1. Australia
2. Taiwan
3. Jerman
4. Selandia Baru
5. India
6. Korea Selatan
7. Spanyol
8. Macau
9. Swiss
10. Thailand

Lantas bagaimana dengan level International Challenge dan International Series? Menurut penuturan Koh Rudy di akun facebooknya, masih tetap diselenggarakan. Tentu levelnya ada di angka buncit dan memiliki total hadiah lebih kecil.

Perubahan susunan level dalam turnamen mancanegara BWF tentu menimbulkan pro-kontra. Sebagian meresponnya dengan baik, sebagian lagi beranggapan susunan ini tidak lebih baik daripada sebelumnya. Meski susunan level ini baru akan diaplikasikan mulai 2018, saya berharap Indonesia sudah "curi start" dari sekarang untuk menampilkan dan memberikan prestasi yang terbaik. Saya juga berharap ke depannya semoga BWF mulai memikirkan tentang bagaimana caranya untuk lebih merangkul negara-negara Afrika dan Timur Tengah untuk menjadi penyelenggara turnamen di level yang tinggi sehingga kekuatan bulu tangkis lebih merata ke seluruh dunia, tidak berkutat di Asia saja. 

Tontowi/Liliyana saat meraih medali emas di RIO 2016 (dok. olahraga.kompas.com)

Komentar