Siapa yang Mengubah Surat Resign Saya?


Saya ingin bercerita sebentar. Ini tentang pengalaman saya kerja.

Saya baru kerja selama seminggu di suatu perusahaan. Sebut saja nama perusahaan itu TRALALA TRILILI. Namun lantaran beberapa hal dan salah satunya resiko tidak bisa sholat Jumat setiap Jumat tiba dengan alasan 'kerja' dan 'gak ada yang jagain', saya berniat mengundurkan diri. Akhirnya pada Jumat, 19 Agustus 2011 saya menemui leader saya dan mengatakan kepadanya bahwa saya berniat mengundurkan diri. Saya tidak menjabarkan hal-hal yang membuat saya untuk mengundurkan diri secara detail, hanya saja saya menjelaskan bahwa saya mengurus suatu organisasi dan saya harus membuat program selama setahun. Saya tidak berbohong. Sebab memang kenyataannya seperti itu meskipun sebenarnya itu bukan faktor mutlak mengapa saya mengundurkan diri. Saya bilang kalau bisa secepatnya. Tapi kalau tidak bisa juga tidak apa-apa.

Leader saya mengiyakan alasan saya lalu mengkonfirmasi tentang apa yang saya sampaikan kepada atasan, dalam hal ini manager. Setelah dibicarakan, leader saya mengatakan bahwa saya disuruh datang esok hari (Sabtu, 20 Agustus 2011) oleh manager untuk dibicarakan bagaimana enaknya. Oke, saya penuhi. Esok harinya saya masuk, masih dalam status sebagai karyawan. Di sela-sela kerja saya, saya dipanggil leader saya untuk disuruh menemui sang manager. Oke, saya menghentikan pekerjaan saya lalu saya menemui manager saya.

Setelah bertemu, manager saya bilang bahwa untuk resign itu tidak bisa secara mendadak, tetapi harus dari jauh-jauh hari. Katanya juga butuh waktu dua minggu hanya demi mengurusi surat pengunduran diri. Dua minggu? Tanggung! Oke, daripada dua minggu tanggung saya bilang lebih baik genapin saja hingga sebulan. Jadi saya tidak mengundurkan diri pada hari itu juga tetapi pada bulan depan, yaitu 21 SEPTEMBER 2011. Akhirnya saya disuruh buat surat pengunduran diri. Nah, pas break, saya buat surat pengunduran diri saya dengan menggunakan komputer perusahaan TRALALA TRILILI. Saya tulis alasan-alasan mengapa saya mengundurkan diri dan saya tulis juga tanggal pengunduran diri saya yaitu 21 SEPTEMBER 2011. Saya sendiri yang mengetik, jadi saya merasa bahwa saya mengetik 21 SEPTEMBER 2011.

Jeng.. jeng.. akhirnya surat pengunduran diri selesai juga! Nah, karena saya bingung harus diapakan surat pengunduran dirinya, maka suratnya cukup disave di komputer lalu saya kembali bekerja. Saya kembali memenuhi kewajiban saya sebagai karyawan ; BEKERJA.

Gak berapa lama kemudian, entah setengah jam, sejam atau dua jam, tiba-tiba leader saya menghampiri saya lalu menyuruh saya menandatangani surat pengunduran diri yang sudah dia print. Akhirnya tanpa membaca isi surat resign lagi saya langsung menandatanganinya. Saya tidak membaca lagi karena saya yang MENGETIKnya dan saya merasa saya menulis 21 SEPTEMBER 2011, jadi saya tidak perlu membacanya kembali dan langsung menandatangani surat resign. Setelah itu surat diambil leader kembali dan dibawa entah kemana.

Pukul 18.00 WIB. Kini tiba waktunya saya untuk pulang. Selepas makan ta'jil sebentar di perusahaan itu dan beres2 terlebih dahulu, saya bertanya kepada si leader.

"Pak, hari Senin saya masuk jam berapa?" 

Dia mikir2 dulu terus dia bilang gini, "Kamu masuk kerja jam 1 aja deh Val."

Jam 1 ya? Oke. Setelah itu saya bergegas pergi ke musholla untuk sholat maghrib lalu pulang ke rumah. Saya merasa menulis 21 September 2011, karena itu saya merasa bahwa hari Senin saya masih bekerja.
Begitu hari Senin, ini dia masalahnya!

Saya berangkat kerja jam 12. Biasanya lama perjalanan busway hanya memakan waktu setengah hingga satu jam. Tapi gatau kenapa siang ini busway macet dikarenakan banyaknya mobil yang masuk jalur busway plus faktor lampu merah. Alhasil saya yang harusnya tiba di TRALALA TRILILI jam 1, malah ngaret satu setengah jam jadi jam setengah tiga kurang. Yah, saya terlambat. Oke, gapapa. Nanti akan saya selesaikan. Berhubung saya belum sholat zuhur, maka saya sholat zuhur terlebih dahulu lalu masuk ke perusahaan itu jam setengah 3 kurang beberapa menit.

Setibanya saya disana seorang manager wanita (manager lainnya) nyeletuk begini, "Kamu udah gak kerja ya hari ini?"

Saya pikir dia cuma menyindir jadi saya diam saja. Toh, saya merasa saya masih bekerja hingga tanggal 20 September 2011. tadinya saya ingin minta maaf atas keterlambatan saya. Tapi lantaran tidak lama kemudian leader saya yang sedari tadi duduk di depan komputer mencari-cari surat resign saya lalu mengajak saya ke salah satu tempat duduk di perusahaan itu, saya jadi mengurungkan diri. Tidak lama setelah kita berdua duduk. ia menyodorkan surat resign yang telah saya tandatangani lalu dia mengatakan bahwa saya resign hari ini.

Sontak saya kaget bukan main. APA??? Loh? Bukannya saya resign tanggal 21 September 2011? Tapi kenapa yang tertera di surat resign 21 AGUSTUS 2011? Saya baca lagi surat itu dan ternyata benar, tidak ada yang berubah. Surat itu bertuliskan 21 AGUSTUS 2011. Saya bingung. Akhirnya saya berpikir, apa mungkin saya salah mengetik? Demi Allah, saya berniat dan saya merasa saya mengetik resign tanggal 21 September 2011, bukan 21 Agustus 2011. Karena saya merasa seperti itu makanya saya bertanya kepada si Leader hari Senin saya masuk jam berapa dan saya menuruti jadwal. Merasa tidak seperti itu akhirnya saya katakan kepada leader saya bahwa saya tidak merasa menulis 21 Agustus 2011, melainkan September. Entah apakah saya salah mengetik atau bagaimana, saya kurang tahu. Namun yang pasti saya tidak pernah berniat untuk resign tanggal 21 Agustus 2011.

Setelah sempat menjelaskan tentang hal itu leader saya mengatakan yang intinya seperti ini, "Bukannya gimana ya, tapi kamu lebih baik resign hari ini. Soalnya kalau kamu resign tanggal 21 September gaji kamu akan dipersulit. Kamu juga belum bikin buku tabungan kan? Nah, untuk bikin atm itu diperlukan waktu dua minggu apalagi sebentar lagi mau lebaran. Jadi daripada kamu capek2 kerja dan nantinya sulit mendapatkan gaji, lebih baik kamu resign mulai sekarang aja" (dipersulit? Karena?)

Dia juga mengatakan, gak sama persis sih, tapi intinya seperti ini, "hari Rabu kamu balik aja lagi kesini minta surat prom. Nanti kamu urus sendiri di kantor pusat. Tapi kalau ditanya kenapa kamu resign tanggal 21 Agustus, kan tadinya September, kamu jangan bilang kalau ada kesalahpahaman pada surat resign, nanti bisa kena penalty karena kamu dianggap main2 dalam mengundurkan diri. Kamu bilang aja bahwa kamu sudah menjalankan program yang kamu jelaskan itu. Lagipula waktu itu kamu kan juga pengen resign secepatnya."

Tidak hanya itu saja, soal sholat Jumat saya juga tanyakan. Dia bilang begini, "Kalau disini untuk sholat Jumat memang seperti itu resikonya. Bukannya gak boleh sholat Jumat, saya juga sebenarnya ingin sholat Jumat (kalau gitu kenapa gak sholat Jumat?) tapi kita kan sama aja kayak dagang. Kalau pengunjung rame gak ada yang jagain kan repot sendiri. Jadinya bisa diganti dengan sholat zuhur." (loh? Bukannya justru pas sholat Jumat hal2 yang berhubungan dengan perniagaan disuruh untuk ditinggalkan? Dalil darimana tuh boleh tidak mengerjakan sholat Jumat dengan alasan KERJA dan PENGUNJUNG RAME?)

Gara2 hal itu saya jadi sekali meninggalkan sholat Jumat dan terpaksa menggantinya dengan zuhur! Dasar bodoh!

Saya tahu bisnis itu penting. Tapi perlu diingat, berbisnis dengan TUHAN juga tak kalah PENTINGnya. saya memang bukan ahli dalam ibadah, malah banyak yang perlu diperbaiki dari ibadah2 saya. Lagipula sholat Jumat sekali dalam seminggu, itu pun berlangsung selama beberapa menit saja. Dan juga kan karyawannya juga ada yang cewek. Jadi bisa digantiin untuk sementara waktu kan? Apa iya kita masih MENGUTAMAKAN BISNIS kepada MANUSIA ketimbang BERBISNIS kepada TUHAN sekali dalam seminggu?

21 Agustus ya? Oke, its fine. Kalau sudah begini mau bagaimana lagi? Oke, saya terima bahwa saya resign tanggal 21 Agustus meskipun saya tidak pernah merasa seperti itu. Tidak lama setelah itu saya diberikan nomor telepon perusahaan itu, pamit dengan temen2 lalu saya bergegas pulang.
Awalnya saya mengira kemungkinan saya memang salah mengetik. saya yang seharusnya mengetik SEPTEMBER tetapi yang terjadi malah bulan AGUSTUS. Bisa saja. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, toh? Tapi setelah saya pikir kembali, apa iya saya salah mengetik? Saya mengetik sambil membaca lho.. Masa iya saya salah mengetik? Akhirnya saya punya kesimpulan lain yang lebih mengejutkan : ADA YANG MENGUBAH BULAN RESIGN SAYA!
Saya tidak mau suudzon dengan siapapun atau bagaimana. Mungkin saja memang saya salah mengetik. Hanya saja kalau saya berpikir lebih jernih, ini terkesan aneh dan janggal. Ini membuat saya bertanya-tanya.
Saya memang yang mengetik surat resignnya, tapi perlu diketahui, bukan saya yang MENGEPRINT. Data saya save selama beberapa waktu lalu tiba2 leader saya membawa hasil print surat resign saya dan menyuruh saya untuk menandatanganinya. Nah, yang ingin saya tanyakan adalah bisakah orang itu yang mengubah bulan resign saya?

Ia leader. Kalau memang ia yang mengeprint surat resign saya, tentunya akan ia baca terlebih dahulu sebelum menyerahkannya kepada saya. Nah, kalau dari awal saya tidak sengaja mengetik bulan AGUSTUS yang ingin saya tanyakan adalah, mengapa ketika saya bertanya hari senin saya masuk jam berapa ia malah menyuruh saya masuk jam 1? Atau.. kalau ia tahu saya resign bulan Agustus mengapa ia tidak mempertanyakan terlebih dahulu alasan mengapa saya resign lebih cepat?

Seharusnya kalau ia tahu saya resign bulan ini juga tentunya ia tidak akan menyuruh saya untuk masuk karena saya sudah tidak terikat lagi tetapi langsung menyuruh saya untuk menemui manager pada hari Rabu.
atau.. apa mungkin ia tidak membacanya terlebih dahulu? Atau justru ia lupa?
entahlah. Saya tidak tahu!

Saya juga merasa janggal dengan perkataan dia Senin kemarin. Dia bilang saya lebih baik resign hari ini karena nanti gajinya akan dipersulit. (dipersulit? karena?)

Demi Allah saya tidak merasa menulis bulan AGUSTUS 2011. Kalaupun saya salah mengetik, itu pun bukan karena faktor KESENGAJAAN karena niat awal saya memang sebulan. Toh, hari Senin saya masih datang karena saya mengira saya masih dalam status sebagai karyawan. Tapi seandainya saya memang salah mengetik, saya meminta maaf. Saya tidak ada maksud apa-apa. Itu berarti kesalahan teknis ada pada diri saya.

Tetapi andaikan ada yang mengubah bulan resign saya selagi data itu disave di komputer dan saya kembali bekerja hingga akhirnya saya disuruh menandatanganinya kembali, saya tidak habis pikir apa maksudnya. Ini aneh, dan ini benar-benar aneh! Tapi siapa yang melakukannya? si leader? atau mungkinkah orang lain? Dan untuk apa?

Atau.. mungkinkah surat resign itu berubah sendiri tanpa ada seorang pun yang mengotak-atiknya?

Saya benar-benar tidak tahu harus percaya sama siapa. Apakah harus percaya sama diri saya sndiri atau percaya sama orang lain. Saya bingung dan saya benar-benar tidak tahu.
Entahlah. Wallahua'lam.

mungkin memang benar kata kak Ayu, mungkin memang ini jalannya. Jadi lebih baik saya jalani saja apa yang sudah terjadi. Hanya saja saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak senegatif seperti yang dibayangkan. Awalnya bilang resign SEPTEMBER tapi nyatanya malah bulan AGUSTUS. Saya hanya ingin MELURUSKAN dan tidak ingin MEMPERKERUH MASALAH. Saya masuk dengan cara baik-baik, maka saya ingin keluar juga dengan cara yang baik-baik juga! Titik!

Saya memang sedang dilanda kebingungan. Tapi Jauh sebelum saya resign, saya mendapat penglipur lara. Saya bermimpi bahwa saya memakai baju kotor terus saya ganti dengan pakaian putih bersih. Iseng2, Saya cari-cari tafsiran mimpinya di google dan dikatakan bahwa orang yang bermimpi seperti itu pertanda orang itu akan mendapat nasib baik. Percaya gak percaya, tapi jika ada kaitannya dengan apa yang alami semoga saja itu artinya atas segala hal yang terjadi dalam hidup saya.
Bagaimana untuk ke depannya?
Wallahua'lam
Masih abu-abu 

***
Valka
Jakarta, 23 Agustus 2011 pukul 13.02 WIB

Komentar

Posting Komentar