Rayakan HUT RI ke-72 dengan Mengenal Energi

Selamat HUT RI yang ke-72!

Tak sia-sia perjuangan para tokoh dan pahlawan kita. Berkat kerja keras dan kegigihan mereka dalam memperjuangkan tanah air puluhan tahun silam, kita bisa menghirup napas lega. Terima kasih banyak. Tidak terbayang deh bagaimana jadinya kalau tanpa mereka.

Logo HUT RI ke-72 (dok. setneg)
17 Agustus selalu menjadi istimewa di mata orang Indonesia. Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat, baik pria atau wanita, tua atau muda ambil bagian dalam perayaannya. Setiap orang punya cara berbeda-beda. Ada yang melakukannya dengan cara menjadi peserta upacara, menjadi peserta lomba 17an atau bahkan mengadakan pertunjukan musik. Apapun itu jenisnya, mereka melakukannya dengan sukacita dan semata demi Indonesia tercinta.

Berbeda dengan kebanyakan orang dalam merayakan euforia tujuh belasan, saya punya cara tersendiri. Dalam memperingati HUT RI ke-72, saya merayakannya dengan menulis blog. Ya, saya akan turut "merawat" Indonesia dengan cara memosting tulisan-tulisan bertemakan energi selama 15 hari berturut-turut. Secara umum tulisan yang diangkat adalah tentang energi, tetapi lebih spesifiknya adalah tentang energi terbarukan dan konservasi energi.

Kenapa nulis blog? Itu karena zaman sekarang zamannya digital. Penyebaran informasi pun lebih mudah didapat dan tersebar via media digital ketimbang media konvensional.

Kenapa tentang energi? Simpel saja. Energi adalah kebutuhan semua manusia di dunia dan Indonesia adalah negara yang kaya yang akan sumber daya energi. Saking kayanya, Indonesia bahkan memiliki kementerian yang bergerak dalam bidang energi bernama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (kesdm) (bisa diakses www.esdm.go.id). Penting bagi kita untuk mengenal dan memahaminya.

Oleh karena itu saya memilih untuk memeriahkan HUT RI ke-72 dengan menulis tulisan tentang energi di blog selama 15 hari. 17 Agustus 2017 menjadi titik awal saya menulis dan 31 Agustus 2017 menjadi titik akhirnya.

Dengan tulisan-tulisan tersebut, saya berharap agar semakin banyak orang Indonesia yang berusaha "memerdekakan" negerinya dengan langkah-langkah kecil dalam penggunaan energi. Saya juga berharap semoga semakin banyak juga orang Indonesia yang teredukasi dengan baik perihal energi terbarukan dan konservasi energi. Kalaupun belum bisa terlibat secara langsung, minimal punya wawasan soal energi. Saya percaya bahwa tulisan punya kekuatan besar untuk mengubah sesuatu sekecil apapun itu.

Untuk mengawali itu semua, inilah tulisan pertama saya tentang energi. Di tulisan ini saya akan berbagi tentang energi dari hal paling dasar atau awam sekalipun. Semoga bermanfaat!

Apa itu Energi dan Sumber Energi Terbarukan?

Kita tentu sering mendengar kata energi. Entah itu di sekolah, media atau mungkin kehidupan sehari-hari. Saya sendiri telah mendengar kata itu sejak masih SD. Namun apa sih sebenarnya energi itu? Sudahkah kita mengenalnya?

(dok. thinglink.com)
Dalam buku "Mengapa Bagaimana: Energi" yang diterjemahkan dari buku berbahasa Prancis "Les Energies", energi adalah kekuatan yang mampu menghasilkan gerakan atau memberikan panas. Itu artinya, segala sesuatu hal yang membuat gerakan atau panas, seperti balon udara, kincir angin, kipas angin hingga lampu adalah salah contoh dari energi.

Energi biasanya ada lewat zat-zat yang bersifat panas atau zat yang telah dipanaskan. Misalnya adalah kayu, minyak bumi, batu bara, gas atau bahkan matahari. Namun ada pula yang tidak seperti angin dan air.

Energi sangat memudahkan kehidupan kita. Kita tak bisa hidup tanpanya. Terlebih di era milenial seperti sekarang yang amat butuh dengan energi. Jangankan dalam hal menggunakan gawai alias gadget , dalam hal penerangan rumah kita juga akan kerepotan jika tanpa energi. Terbayang dong bagaimana repotnya aktivitas di malam hari kalau tidak ada lampu?

Zaman dahulu orang menggunakan kayu untuk menghasilkan energi. Itu karena dengan menggunakan kayu manusia bisa menghasilkan sesuatu bersifat panas (lihat definisi energi). Namun semakin lama ilmu pengetahuan semakin berkembang. Orang-orang pun berpikir. Ngapain repot-repot mesti memindahkan potongan-potongan kayu terus dibakar kalau sedikit batu bara saja sudah bisa menghasilkan energi yang sama? Sejak itulah manusia mulai beralih menggunakan energi dari kayu ke batu bara.
Kayu, sumber energi dahulu (dok. shutterstock)
Adapun tidak digunakannya batu bara sejak awal bukan karena tidak ada, melainkan karena posisinya yang berada di bawah tanah membuat batu bara susah untuk ditemukan. Hanya di daerah tertentu saja batu bara terdapat di daerah permukaan atas.

Tak hanya batu bara, manusia juga menemukan uap sebagai sumber energi baru kala itu. Tahukah kamu bahwa panci presto mengubah sejarah dunia di bidang energi? Panci presto ditemukan oleh ilmuwan Prancis, Denis Papin pada 1679. Misinya Denis sih sebenarnya sederhana, hanya ingin membantu orang-orang miskin karena panci presto bisa memasak lebih cepat daging terkeras dan harganya terjangkau. Cara kerja panci yang mengeluarkan semburan uap panas ternyata menginspirasi ilmuwan lain untuk menyempurnakan suatu sistem yang akhirnya kita kenal dengan istilah mesin uap.

Sumber energi lainnya adalah minyak bumi dan gas alam. Inilah sumber energi yang masih dan paling banyak digunakan hingga saat ini. Bedanya, jika batu bara terbentuk dari fosil tumbuhan, minyak bumi justru terbentuk dari bangkai hewan-hewan (fosil). Hal yang menarik adalah kedua sumber energi ini tak hanya bisa ditemukan di darat saja tetapi juga di laut. Gas, bensin, solar, pelumas hingga aspal adalah beberapa contoh dari produk yang dapat dihasilkan.

Minyak bumi, sumber energi baru (dok. dreamgains.com)
Penemuan sumber energi merupakan kabar gembira bagi semua umat manusia. Namun di sisi lain menyisakan pekerjaan rumah dan tantangan yang harus terus dijawab. Kenapa? Itu karena jika tidak dihemat dan dikelola dengan baik, berbagai sumber energi seperti gas alam, batu bara, uranium dan minyak bumi lambat laun akan habis. Hal itu disebabkan tak hanya pertumbuhan jumlah penduduk dunia yang kian lama kian bertambah banyak tetapi juga pesatnya pembangunan. Ada pula karena terjadinya pengeksploitasian besar-besaran terhadap sumber energi. Jika itu terjadi, tentu kita akan menghadapi masalah yang lebih besar karena berbagai macam kegiatan membutuhkan sumber energi.

Ini tak bisa dibiarkan. Solusinya, manusia harus mememukan dan memanfaatkan sumber energi lain yang lebih baik dan awet, yakni energi terbarukan.

Dikutip dari www.satuenergi.com, energi terbarukan adalah energi yang dibangkitkan dari sumber yang tidak terbatas atau tak habis dalam waktu yang lama. The Australian Renewable Energy Agency (ARENA) mendefinisikan energi terbarukan sebagai produced using natural resources that are constanly replaced and never run out. Beberapa energi merupakan potensi dari sumber energi terbarukan. Di antaranya adalah biomasa, panas bumi, matahari, air hingga angin.

Pemanfaatan energi terbarukan dilakukan tidak hanya untuk menghemat dan mengantisipasi dari minimnya sumber energi fosil, tetapi juga untuk menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk penggunaan energi fosil.

Faktanya, energi fosil itu bersifat polutan karena terbentuk dari zat-zat kimia seperti zat arang, belerang dan nitrogen. Ketika mengalami pembakaran, zat-zat tersebut berubah menjadi gas asam (karbondioksida, oksigen, sulfida dan nitrogen). Jika jumlah yang keluar terlalu banyak bisa meningkatkan efek rumah kaca dan mengganggu iklim.

Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan (dok. energia-globale.com)
Berbeda dengan energi fosil, energi terbarukan justru lebih bersih dan ramah lingkungan. Misalnya, kincir angin dan panel-panel matahari yang bisa menghasilkan listrik tanpa mengeluarkan limbah sama sekali, berbeda dengan nuklir. Tak hanya itu saja, energi terbarukan juga tidak mengeluarkan gas asam atau debu seperti pusat pembangkit listrik tenaga geotermal. Juga bensin yang dibuat dari tumbuhan tidak mengeluarkan karbondioksida dan tidak meningkatkan efek rumah kaca.

Sayangnya, pemanfaatan sumber energi terutama di Indonesia memiliki berbagai tantangan. Dikutip dari wwf.or.id, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Pertama, harga energi terbarukan belum kompetitif bila dibandingkan dengan harga energi fosil yang masih disubsidi. Kedua, penguasaan teknologi masih rendah sehingga nilai impornya tinggi. Ketiga, keterbatasan dana untuk penelitian, pengembangan. Keempat, investasi dalam pemanfaatan energi terbarukan serta infrastruktur yang kurang memadai.

Tantangan-tantangan ini tak mudah, tapi bukan mustahil dapat ditaklukkan. Tentu butuh proses pula. Semoga peringatan HUT RI ke-72 ini menjadi momentum untuk Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber energi terbarukan guna dunia yang lebih baik.*** #15HariCeritaEnergi


Referensi::

1. "Apa Energi itu?"
http://www.satuenergi.com/2015/12/apakah-energi-itu.html

2. "Energi Terbarukan"
http://www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_kami/iklim_dan_energi/solusikami/mitigasi/energi_terbarukan.cfm

3. "What is Renewable Energy?"
(https://arena.gov.au/about/what-is-renewable-energy/)

4. Ensiklopedia anak "Mengapa Bagaimana: Energi", terjemahan dari "Les Energies" yang dikonsep oleh Emillie Beaumont. Terbitan Bhuana Ilmu Populer 2012.

Komentar

  1. amin...semoga energi terbarukan yang ada dapat memberikan manfaat dan menjadi solusi ya bagi krisis energi saat ini...

    BalasHapus

Posting Komentar