Potong 10 Persen, Kenapa Enggak?

Siapa yang suka potongan harga?

Wah, kalau ditanya seperti itu saya langsung angkat tangan terlebih dahulu. Siapapun pasti menyukainya, Mau laki-laki atau perempuan, tua dan muda, kaya dan miskin, apalagi emak-emak pasti kalau mendengar kata potongan harga. Terlebih kalau keuntungan yang didapatkan dari potongan harga tersebut gede dan berlipat ganda, udah deh pasti banyak peminatnya :D
Diskon (dok. strategicjuju.com)
Oya, ngomong-ngomong tentang potongan, ternyata enggak hanya berlaku pada pembelian barang atau jasa saja loh tapi juga dalam energi. Maksudnya adalah pemotongan atau penghematan dari energi yang biasa dipakai sebelumnya sehingga energi yang terpakai sekarang menjadi lebih sedikit. Dalam "diskon" energi, enggak ada penjual dan pembelinya seperti potongan harga pada barang atau jasa sebab kita sendirilah yang melakukannya. Jadi kalau misalnya kita biasa menyalakan lampu selama 5 jam dan kita melakukan "diskon" energi selama 30 menit, kita akhirnya hanya menyalakan lampu selama 4,5 jam saja. Kita yang memberikan potongan dan kita pula yang menerima dampak dari potongan itu sendiri. Antimenstrim kan? :D

Adalah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (bisa diakses www.esdm.go.id) yang menjadi pelopor dalam pemberlakuan pemotongan ini. Tahu sendiri kan kalau minyak bumi untuk bahan bakar dan listrik kian lama kian berkurang karena semakin banyaknya jumlah penduduk manusia dan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab? Nah, guna menghemat dan menyelamatkan hal itu perlu sebuah tindakan. Jika tidak, bagaimana nasib anak-anak dan cucu kita nanti? *ceilah bahasanya* For your information, selama 10 tahun terakhir konsumsi energi naik sebesar 7 persen per tahun dimana 94 persen dari kebutuhan energi nasional masih bergantung pada sumber energi fosil. Waduh?! Nah, bisa dibayangin kan bagaimana dan seperti apa dampak yang dirasakan kalau dilakukan pemotongan pemakaian energi? Pasti bakalan ngefek banget! Seenggaknya dengan adanya pemotongan energi, kita bisa mengulur waktu lebih lama dalam pemakaian energi fosil yang kian lama kian berkurang sembari terus mengembangkan energi terbarukan.

Atas dari itulah pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral alias ESDM membuat sebuah program kampanye bertajuk "Potong 10 Persen" yang diluncurkan sejak Mei 2017. Dalam program ini pemerintah mengajak berbagai pihak dan berbagai lapisan masyarakat dimanapun berada untuk ikut terlibat demi membangun energi berkeadilan serta agar sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global. Targetnya agar masyarakat menjadikan penghematan energi ini sebagai bagian dari budaya. Ini klise sih, tapi kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi?

Logo "Potong 10 Persen" (dok. Kementerian ESDM)
Kenapa energi perlu didiskon alias dilakukan penghematan? Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana itu karena menghemat energi itu lebih mudah daripada menciptakan energi dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Menghemat 1 watt lebih mudah daripada menciptakan 1 watt. Menghemat 10 persen juga lebih mudah daripada membangun setara 10 megawatt (MW) yang membutuhkan dana sekitar Rp 450 triliun. Ini juga setara dalam menghemat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Oleh karena itulah program ini dilaksanakan.

Untuk menyukseskan program ini, kampanye "Potong 10 Persen" pun diadakan secara serentak di 3 kota besar di Indonesia, yakni Denpasar (Bali), Balikpapan (Kalimantan Timur) hingga Makassar (Sulawesi Selatan) melalui berbagai kegiatan menarik seperti funbike dan funwalk dan melibatkan berbagai pihak seperti masyarakat, LSM, jurnalis bahkan hingga blogger. Sebelum pelaksanaannya, Kementerian ESDM juga sempat melakukan Temu Netizen di gedung kementerian bertemakan "Potong 10 Persen". Saya pun tak ketinggalan menjadi salah satu pesertanya. Saat itu enam orang beruntung yang terpilih berkat kompetisi livetweet berkesempatan berkunjung ke salah satu kota dan berhak mengikuti kegiatan kampanye "Potong 10 Persen". Saat itu saya berpartisipasi tapi sayang saya tidak lolos. Tapi gapapa deh, belum rejeki. Ya semoga saya rejeki saya kali ini bisa lolos ke Prancis deh. #Loh *amin* *ngarep*

Oke, kembali ke potong 10 persen. Program Potong 10 Persen telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Terus siapa aja sasarannya?

Seperti yang saya katakan sebelumnya, sasaran dalam kegiatan "pendiskonan" alias penghematan energi ini adalah siapa saja. Mulai dari elemen terkecil seperti Rumah Tangga (RT) hingga elemen yang lebih besar seperti industri dan gedung komersial. Pokoknya siapa saja bisa terlibat deh! Dengan adanya penghematan energi 10 persen saja, sebesar 212,67 GWh dari 2.126,17 GWh konsumsi listrik rumah tangga, sosial dan gedung kantor pemerintah, kita telah menyelamatkan lingkungan karena telah melakukan penurunan emisi karbondioksida hingga sebesar 0,192 ton! Waw!

Lalu bagaimana cara terlibat? Untuk dapat terlibat caranya enggak susah kok. Cukup dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal terkecil yang bisa kita lakukan. Misalnya, mematikan lampu ketika tidak terpakai dan melepaskan charger gawai jika tidak dipakai. Mematikan pendingin ruangan saat tidak terpakai juga menjadi salah satu caranya. Kementerian ESDM juga telah menerbitkan beberapa panduan praktis gaya hidup hemat energi untuk mensukseskan "Potong 10 Persen". Apa saja?

1. Mematikan lampu saat keluar ruangan.
2. Mematikan televisi saat tidak digunakan.
3. Mencetak kertas secara bolak-balik.
4. Mematikan perangkat elektronik saat tak digunakan.
5. Menutup kulkas dengan rapat.
6. Mematikan pendingin ruangan saat ruangan tidak dipakai.
7. Mengatur pendingin ruangan pada suhu 24 derajat.
8. Menggunakan lampu hemat listrik/LED.

Kata Sudirman Said, mantan menteri ESDM, dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik hanya dalam satu jam saja per hari, itu setara dengan menghemat konsumsi listrik sebesar 600 Wh. Lumayan kan? Sepele sih, tapi kalau dilakukan banyak orang tentu akan berdampak luas. Enggak harus 100% kok kita melakukan pemotongan energi, cukup 10% saja dari total keseluruhan energi yang kita gunakan. 10% bukan jumlah yang besar, tapi dampaknya akan begitu terasa jika benar-benar diterapkan.

Sebenarnya "Potong 10 Persen" bukan program yang baru dilaksanakan baru-baru ini, melainkan sudah sejak 15 Mei 2016. Namun seiring berjalannya waktu, program ini tentu mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Khusus tahun ini (2017), salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam "Potong 10 Persen" adalah progam temu netizen dan kampanye di tiga kota. Program ini direncanakan akan berlangsung hingga 2019.   

Guna mewujudkan energi berkeadilan, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menyelenggarakan kegiatan "Potong 10 Persen". Namun sayang, sukses atau tidaknya program itu ditentukan oleh kita semua, aku, kamu dan siapapun itu Warga Negara Indonesia. Program Potong 10 Persen tak hanya berupa penghematan namun juga untuk membantu akses listrik di wilayah terpencil atau daerah Indonesia yang belum mendapatkan energi listrik. Masa sih kita enggak mau bantu saudara kita sendiri di luar sana?So, Potong 10 Persen, kenapa enggak?



Referensi:


1. "Hemat Energi "Potong 10 Persen": Lebih Murah daripada Bangun Pembangkit Listrik"
http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/05/21/1666/hemat.energi.potong.10.persen.lebih.murah.daripada.bangun.pembangkit.listrik

2. "Pelaksanaan Potong 10 Persen hingga 2019"
http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/05/15/1233/pelaksanaan.potong.10.persen.hingga.2019

3. "Pemerintah Galakkan Program Potong 10 Persen"
http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/04/27/1208/pemerintah.galakan.program.potong.10.persen

4. "Kementerian ESDM Gelar Kampanye Hemat Energi"
http://www.antaranews.com/berita/630474/kementerian-esdm-gelar-kampanye-hemat-energi

5. "Kementerian ESDM Gelar Kampanye Hemat Energi"
http://www.beritasatu.com/ekonomi/431920-kementerian-esdm-gelar-kampanye-hemat-energi.html

Komentar

  1. Setuju banget nih..membuat energi jauh lbh sulit loh..harus banget dimulai dari diri sendiri menghemat energi..bukan perkara Kita mampu "bayar"..Tapi demi kelestarian sumber energi..agar Anak cucu Kita ga kekurangan sumber energi. Yuk potong 10%!

    BalasHapus

Posting Komentar