Renungan

Sahabat, pernahkah kalian berpikir?
Bagaimana jadinya jika anak-anak Indonesia 100% sejahtera,
Akankah kita tergabung dalam suatu forum anak daerah apalagi nasional?

Sahabat, pernahkah terlintas di benak kalian?
Bagaimana jadinya jika Indonesia tiada masalah yang berkaitan dengan anak?
Akankah kita saling mengenal hanya demi mengoar-ngoarkan jeritan nurani kita sebagai anak?

Sahabat, pernahkah kalian berimajinasi?
Bagaimana jadinya jika negeri kita suci dari noktah-noktah dosa terhadap anak?
Akankah kita tetap berpegangan tangan dan berangkulan bersama hanya demi satu tujuan, yakni menuju Indonesia layak anak?

Sahabat, pernahkah kalian merenung?
Bagaimana jadinya jika Tuhan tidak jatuh cinta?
Mungkinkah anak-anak Indonesia bak sendok dan garpu yang saling bahu-membahu demi menyusun Himalaya cinta?

Sahabat, pernahkah kalian berandai-andai?
Bagaimana jadinya jika pelangi itu benar-benar tidak ada?
Mungkinkah kita tidak akan bermimpi tentang warna-warni yang kelak berpendar di hati kita?

Sahabat,
Aku terperosok!
Aku terjatuh!

Aku terpasung!
Aku tersungkur!
Aku terjerembab!

Tapi… apa kamu peduli?
Apa kamu peduli sahabat?
Tolong aku sahabat! Tolong aku!

Maka pada momen yang istimewa ini
Di saat semua mata tertuju pada kita,
Pintaku hanya satu kepadamu
Tundukkanlah kepalamu
Lalu marilah kita merenung sejenak
Dan mencoba berpikir positif
Tentang persahabatan kita…
Akankah itu semua terjadi tanpa adanya hal-hal yang kita anggap "tabu" untuk kita bahas?
Akankah itu semua terjadi tanpa adanya hal-hal yang kita anggap ‘luka’ untuk kita sembuhkan?
Akankah itu semua terjadi tanpa adanya hal-hal yang kita anggap ‘momok’ untuk kita selesaikan?

Ingatlah sobat…
Sengsaramu adalah sengsaraku
Deritamu adalah deritaku
Impianmu adalah impianku
Harapanmu adalah harapanku
Mataharimu adalah matahariku
Nyatanya...
Hitam “MENERANGKAN” kita dalam KEGELAPAN…
Masalah "MENYATUKAN" kita dalam KEBERAGAMAN...
Jurang “MELENGKAPI” kita dalam PERBEDAAN
Konflik “MENYUBURKAN” kita dalam PERSAUDARAAN
Bahkan… Derita pun “MENAUTKAN” jari jemari kita dalam PERSAHABATAN…

Tapi inilah faktanya…
Meski pahit,
Berterima kasihlah pada mereka, pada masalah-masalah yang mendera kita
Sekalipun…. kita harus "MEMBERANTAS" yang telah "MENYATUKAN KITA" hanya demi menggapai secercah kebahagiaan

Selamat Hari Anak Nasional 2014*

*Ditulis waktu menyambut HAN 2012

Komentar