Djarum Indonesia Open ; Lebih dari Sekadar (Mendukung) Bulutangkis

Uuuu!!! Eaaaa!!!
Uuuu!!! Eaaaa!!!
Uuuu!!! Eaaaa!!!

Itulah teriakan khas yang biasa menggaung di Istora Senayan tiap kali Djarum Indonesia Open diselenggarakan. Tak peduli siapakah yang bertanding. Namun selama ada pemain Indonesia tengah melakukan atraksinya di atas lapangan, teriakan-teriakan itu senantiasa bergema, setia mengiringi pemain Indonesia agar bisa mencuri poin demi poin dari lawannya.
Terlebih ketika poin antara pemain Indonesia dengan lawannya sangat ketat, pekikan “Uuuu!!! Eaaa!!!” yang digaungkan oleh para penonton berkali-kali semakin membahana. Sontak seisi istora bergetar. Membuat siapapun yang berada di dalamnya uji denyut jantung. Adrenalin pun terpacu. Sadar tidak sadar bahwa putra-putri terbaik di negeri ini tengah bertarung mempertahankan reputasi bulutangkis negeri di mata dunia.
 Meriahnya supporter Indonesia saat DIOSSP 2011

Djarum Indonesia Open memang memiliki atmosfer tersendiri. Jika All-England ‘angker’ lantaran merupakan kejuaraan super series tertua di dunia, Djarum Indonesia open justru ‘angker’ lantaran fanatiknya para penonton plus adanya ikatan yang kuat antara Indonesia, selaku tuan rumah dengan bulutangkis. Para legenda pebulutangkis seperti Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Haryanto Arbi, Rudy Hartono hingga Liem Swie King lahir dari negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia ini. Wajar jika para pebulutangkis terbaik dunia berlomba-lomba meraih gelar dalam kompetisi yang biasa digelar pada bulan Juni ini. Sampai-sampai Yu Yang, pasangan duet Wang Xiaoli dalam konferensi pers usai menggondol juara ganda putri Djarum Indonesia Open SSP 2012 ini sempat berkata, "Suporter di Indonesia luar biasa fanatik. Mereka membuat atmosfer di stadion begitu bergemuruh. Saya sangat menyukai ini," 

PENUH GEBRAKAN

Indonesia Open diselenggarakan sejak 1982. Sepanjang sejarah penyelenggarannya, tercatat ada 9 kota yang pernah menjadi tuan rumah yakni Samarinda, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar, Surabaya, Batam hingga kini Jakarta. Sejak itulah Istora Senayan selalu menjadi saksi bisu atas kejadian-kejadian tak terlupakan dalam sejarah kompetisi bulutangkis dunia.


Pada gelaran Indonesia Open yang ke-22 atau pada Indonesia Open 2004, PT Djarum menjadi sponsor utama. Meski baru berusia 3 tahun sejak menjadi sponsor utama, Djarum Indonesia Open mencatat berbagai prestasi yang membanggakan, khususnya di bidang bulutangkis. Setelah berhasil naik level menjadi super series pada 2007, pada 2011 level merangkak ke tingkat tertinggi yang lebih bergengsi yakni super series premier. Tidak hanya itu saja, beberapa juara yang mengharumkan nama bangsa pun lahir dari ajang BWF ini. Sebut saja Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Vita Marissa-Lilyana Natsir hingga yang terbaru Simon Santoso yang meraih gelar juara DIOSSP 2012 usai menundukkan Du Pengyu dalam rubber set.
 Simon Santoso, juara Djarum Indonesia Open SSP 2012

Tampaknya PT Djarum selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kemajuan bulutangkis Indonesia. Dari tahun ke tahun, ada saja perubahan, inovasi, kreativitas dan gebrakan yang pihak penyelenggara lakukan dalam mengemas Djarum Indonesia Open sebaik dan seapik mungkin, bahkan lebih dari sekadar (mendukung) bulutangkis. Selain meningkatkan jumlah hadiah, konsep pertunjukannya pun dirancang sedemikian uniknya. Tujuannya selain demi mendukung perbulutangkisan Indonesia sebagai salah satu olahraga yang paling sering mengharumkan nama bangsa di kancah dunia, juga agar menunjukkan bahwa betapa kaya dan kreatifnya Indonesia dalam mempromosikan budaya dan hiburan. Maka dari itu pihak penyelenggara berusaha untuk membuat Djarum Indonesia Open tampak berbeda dengan gelaran super series lainnya. Seakan ingin menunjukkan bahwa kualitas Djarum Indonesia Open memang dunia, tetapi tetap bercita rasa lokal yang tinggi.

2010 menjadi tahun pertama dimana pihak penyelenggara sukses memberikan kejutan kepada para peserta dan pecinta bulutangkis. Selain pada gala dinner para atlet bisa belajar berbagai kekayaan budaya Indonesia, istora pun disulap menjadi tempat yang menarik dan memanjakan mata. Selama tiga tahun berturut-turut Istora ‘bersolek’ menjadi City of Badminton, Planet Badminton  hingga Badminton Heroes Area. Uniknya, ada saja landmark khas yang berkaitan dengan badminton yang berbeda pada tiap temanya. Misalnya saja raket raksasa yang terpajang di depan Istora saat Djarum Indonesia Open 2011 (Planet Badminton).
 Planet Badminton, tema DIOSSP 2011
Sampai di sini saja? Tentu saja tidak! Gebrakan lainnya adalah tersedianya booth-booth yang menjajakan berbagai merchandise yang berhubungan dengan DIO. Mulai dari perlengkapan olahraga hingga kaos. Ada juga booth foto dengan atlet dunia berbasis Augmented Reality serta modern dance dan pertunjukan laser keren yang ditampilkan di sela-sela pertandingan. Face painting secara gratis juga ada lho… Keren kan?

Maka tak salah jika Djarum Indonesia Open dinobatkan sebagai ajang super series terbaik pada 2011 & 2012 secara berturut-turut. Sampai-sampai direktur Turnamen BWF, Darren Parks mengapresiasi pihak penyelenggara lantaran berhasil membuat para atlet merasa nyaman bertanding di Istora. Perpaduan antara olahraga, budaya, seni bahkan hingga life style menjadikan ajang tahunan ini sebagai suatu kebanggaan. Tidak hanya bagi orang-orang yang berkecimpung di bidang bulutangkis, namun bagi kita semua, terlepas dari apapun latar belakangnya. 

Dengan suksesnya Djarum Indonesia Open setiap tahunnya, ini menandakan bahwa semua mata masih tertuju pada Indonesia sebagai salah satu kiblat perbulutangkisan dunia. Tak hanya itu saja, ini juga berarti bahwa Djarum Indonesia Open menjadi bukti bahwa masa depan bulutangkis di suatu negara tergantung pada seberapa berhasil pihak penyelenggara selaku tuan rumah mengadakan suatu kompetisi tingkat dunia.*

sumber gambar : 
http://www.djarumbadminton.com/djarum-indonesia-open/news/detail/read/selamat-datang-di-planet-badminton/
http://foto.okezone.com/view/2674/suporter-indonesia
http://foto.detik.com/readfoto/2012/06/17/201535/1943425/463/4/simon-santoso-juara-indonesia-open 

Komentar

  1. mantap ulasannya, semoga menang ya amin heheh oh ya mhon knjungn baliknya trims :)

    http://achmadray.blogspot.com/2013/05/bangga-djarum-indonesia-open-grand-slam.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir di blog saya.
      Sudah saya kunjungi kok blognya :))))
      Semoga sukses ya :))))

      Hapus
  2. Selamat telah menjadi pemenang kedua #DIOBlogging. Sukses terus (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.
      Selamat juga telah menjadi juara ketiga #DIOBlogging. Ditunggu karya-karya berikutnya ;)

      Hapus

Posting Komentar